Showing posts with label Plantae. Show all posts
Showing posts with label Plantae. Show all posts

Proses Penyerbukan (Polinasi) Tumbuhan dalam Al-Qur’an dan Hadits

 Foto: = Proses Penyerbukan (Polinasi)  Tumbuhan dalam Al-Qur’an dan Hadits =

“Dan kami tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, dan kami beri minum kamu dengan air itu…”. (Surat al-Hijr: 22)

Jauh pada abad ke 6 lalu, proses penyerbukan atau dikenal dengan istilah “Polinasi” telah diketahui oleh bangsa arab berikut juga dengan mekanisme penyerbukan buatan yang hingga sekarang kita pelajari di Sekolah Menengah Hingga Perguruan Tinggi.

Imam Muslim dan Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Abi ‘Awanah dan simak dari Musa bin Thalhah berikut ini :

“ Dari Thalhah bin Abdullah, dia berkata, ‘ Aku berjalan bersama Rasulullah SAW di kebun kurma kemudian beliau melihat sekumpulan orang sedang melakukan penyerbukan. Beliau bertanya, ‘ Sedang apa mereka ?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka sedang melakukan penyerbukan kurma.’ Mereka mengambil benang sari kemudian meletakkannya di putik sehingga terjadi penyerbukan. Rasulullah SAW berkata,’ Aku kira itu tidaklah berguna’. Akhirnya, merekapun turun dari pohon. Ternyata, buahnya berjatuhan(Menjadi buah yang tidak layak makan). Kemudian, berita tersebut sampai kepada Rasulullah SAW. Beliau langsung bersabda, ‘ Sesungguhnya, itu adalah sebuah dugaan. Jika itu berguna, gunakanlah oleh kalian. Dugaan itu bisa benar bisa juga salah dan tentu kalian lebih mengetahui perkara/urusan dunia kalian, tapi sungguh aku tidak mengatakan kepada kalian, “Allah Berfirman”, Karena aku takkan pernah berbohong kepada Allah” (HR.Musim)

 “ Mereka mengambil benang sari kemudian meletakkannya di putik sehingga terjadi penyerbukan”

Potongan hadits tersebut secara detail menjelaskan bagaimana terjadinya penyerbukan atau lebih
khususnya penyerbukan dengan bantuan manusia (Antropogami)  pada tumbuhan. Subhanallah !
Tentunya hadits ini telah diucapkan jauh sebelum Gregor Johann Mendel  melakukan percobaan persilangan tanaman kacang ercisnya pada abad ke 19 seperti yang dipelajari di buku-buku biologi.

Selain itu, Allah SWT juga telah menjelaskan bagaimana penyerbukan di dalam Al-Qur’an yang merupakan petunjuk dan pedoman bagi manusia serta induk dari segala ilmu.

“Dan kami tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, dan kami beri minum kamu dengan air itu…”. (Surat al-Hijr: 22) 

Dalam Tafsir Departemen Agama Indonesia , dijelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT Menghembuskan angin yang menerbangkan tepung sari dari beragam bunga. Maka hinggaplah tepung sari jantan pada putik bunga, sehingga terjadilah perkawinan yang memunculkan bakal buah, dan buah-buahan menjadi masak terasa yang lezat dan nikmat bagi manusia serta bijinya dapat tumbuh dan berbuah pula di tempat lain. Menurut kajian ilmiah, ayat diatas nampaknya memberikan isyarat tentang proses fenomena botanik yang dikenal dengan penyerbukan atau persarian. Pada tumbuhan berbijji terbuka (Gymnospermae) maka penyerbukan atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (Polen) pada liang bakal biji (Microphyl) yang berhubungan langsung dengan bakal biji. Sedangkan pada jenis  tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae), maka penyerbukan atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (Pollen) dari benang sari (Stamen) ke kepala putik (Stigma). Penyerbukan kemudian diikuti dengan pembuahan atau fertilisasi. Inilah proses perkawinan di dunia botani (Tumbuh-tumbuhan). Penyerbukan memerlukan perantara atau vector. Berdasarkan perantanya atau vector , maka proses penyerbukan dikelompokkan menjadi penyerbukan oleh angin, air, atau hewan/serangga. Kalimat dalam ayat diatas yang berbunyi ‘Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan’ mengisyaratkan peristiwa penyerbukan dengan perantaraan angin,yang dalam bahasa ilmiah dikenal dengan Anemophily atau Anemogami.

Sungguh begitu sempurna pedoman umat islam, yakni Al-Qur’an dan Hadits yang mengandung berbagai nilai-nilai dan aturan di segala aspek kehidupan, termasuk perkara ilmu sains yang membuktikan begitu sempurna ciptaan Allah SWT beserta Hikmah yang terkandung di dalamnya. Dan sungguh beruntunglah orang-orang yang disebutkan dalam Al-Qur’an :

“ Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” 
(QS. Ali-Imran : 191)

Haitsam Al-Ghazi
 
“Dan kami tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, dan kami beri minum kamu dengan air itu…”. (Surat al-Hijr: 22)

Jauh pada abad ke 6 lalu, proses penyerbukan atau dikenal dengan istilah “Polinasi” telah diketahui oleh bangsa arab berikut juga dengan mekanisme penyerbukan buatan yang hingga sekarang kita pelajari di Sekolah Menengah Hingga Perguruan Tinggi.

Imam Muslim dan Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Abi ‘Awanah dan simak dari Musa bin Thalhah berikut ini :

“ Dari Thalhah bin Abdullah, dia berkata, ‘ Aku berjalan bersama Rasulullah SAW di kebun kurma kemudian beliau melihat sekumpulan orang sedang melakukan penyerbukan. Beliau bertanya, ‘ Sedang apa mereka ?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka sedang melakukan penyerbukan kurma.’ Mereka mengambil benang sari kemudian meletakkannya di putik sehingga terjadi penyerbukan. Rasulullah SAW berkata,’ Aku kira itu tidaklah berguna’. Akhirnya, merekapun turun dari pohon. Ternyata, buahnya berjatuhan(Menjadi buah yang tidak layak makan). Kemudian, berita tersebut sampai kepada Rasulullah SAW. Beliau langsung bersabda, ‘ Sesungguhnya, itu adalah sebuah dugaan. Jika itu berguna, gunakanlah oleh kalian. Dugaan itu bisa benar bisa juga salah dan tentu kalian lebih mengetahui perkara/urusan dunia kalian, tapi sungguh aku tidak mengatakan kepada kalian, “Allah Berfirman”, Karena aku takkan pernah berbohong kepada Allah” (HR.Musim)

“ Mereka mengambil benang sari kemudian meletakkannya di putik sehingga terjadi penyerbukan”

Potongan hadits tersebut secara detail menjelaskan bagaimana terjadinya penyerbukan atau lebih
khususnya penyerbukan dengan bantuan manusia (Antropogami) pada tumbuhan. Subhanallah !
Tentunya hadits ini telah diucapkan jauh sebelum Gregor Johann Mendel melakukan percobaan persilangan tanaman kacang ercisnya pada abad ke 19 seperti yang dipelajari di buku-buku biologi.

Selain itu, Allah SWT juga telah menjelaskan bagaimana penyerbukan di dalam Al-Qur’an yang merupakan petunjuk dan pedoman bagi manusia serta induk dari segala ilmu.

“Dan kami tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, dan kami beri minum kamu dengan air itu…”. (Surat al-Hijr: 22)

Dalam Tafsir Departemen Agama Indonesia , dijelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT Menghembuskan angin yang menerbangkan tepung sari dari beragam bunga. Maka hinggaplah tepung sari jantan pada putik bunga, sehingga terjadilah perkawinan yang memunculkan bakal buah, dan buah-buahan menjadi masak terasa yang lezat dan nikmat bagi manusia serta bijinya dapat tumbuh dan berbuah pula di tempat lain. Menurut kajian ilmiah, ayat diatas nampaknya memberikan isyarat tentang proses fenomena botanik yang dikenal dengan penyerbukan atau persarian. Pada tumbuhan berbijji terbuka (Gymnospermae) maka penyerbukan atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (Polen) pada liang bakal biji (Microphyl) yang berhubungan langsung dengan bakal biji. Sedangkan pada jenis tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae), maka penyerbukan atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (Pollen) dari benang sari (Stamen) ke kepala putik (Stigma). Penyerbukan kemudian diikuti dengan pembuahan atau fertilisasi. Inilah proses perkawinan di dunia botani (Tumbuh-tumbuhan). Penyerbukan memerlukan perantara atau vector. Berdasarkan perantanya atau vector , maka proses penyerbukan dikelompokkan menjadi penyerbukan oleh angin, air, atau hewan/serangga. Kalimat dalam ayat diatas yang berbunyi ‘Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan’ mengisyaratkan peristiwa penyerbukan dengan perantaraan angin,yang dalam bahasa ilmiah dikenal dengan Anemophily atau Anemogami.

Sungguh begitu sempurna pedoman umat islam, yakni Al-Qur’an dan Hadits yang mengandung berbagai nilai-nilai dan aturan di segala aspek kehidupan, termasuk perkara ilmu sains yang membuktikan begitu sempurna ciptaan Allah SWT beserta Hikmah yang terkandung di dalamnya. Dan sungguh beruntunglah orang-orang yang disebutkan dalam Al-Qur’an :

“ Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”
(QS. Ali-Imran : 191)

Haitsam Al-Ghazi
READ MORE - Proses Penyerbukan (Polinasi) Tumbuhan dalam Al-Qur’an dan Hadits

Victoria Amazonica, Teratai Terbesar di Dunia

Victoria amazonica adalah genus teratai air terbesar yang ada di dunia, dan mengambang di perairan dangkal sungai basin amazon. Diameter daunnya dapat tumbuh lebih dari 3 meter dan beratnya bisa mencapai 31 kg .

Teratai raksasa ini di sebut juga victoria regia sakah satu ratu victoria di Inggris, ketika di temukan oleh petualang yang bernama Robert Schomburgk pada tahun 1836.
































Sumber :
artprian.wordpress.com
READ MORE - Victoria Amazonica, Teratai Terbesar di Dunia

Berkebun di Ruang Angkasa

Berkebun di Ruang Angkasa
NASA
 
NASA dan Orbital Technologies Corporation (OTC) sedang mengembangkan perkebunan di luar angkasa. 

Menurut NASA, mereka telah mengembangkan alat berkebun yang telah dikirim ke stasiun ruang angkasa internasional. Bilik untuk berkebun itu dibuat sebanyak empat buah. Setiap bilik sebesar geladak tengah dari pesawat antariksa. Setiap bilik akan dikontrol kelembapan, suhu, air, penerangan, dan komposisi atmosfernya.

Astronot Peggy Whitson mengaku terkejut dengan kebun salad yang ada. “Walaupun tidak banyak, tapi sangat menyenangkan dapat melihat sesuatu yang berwarna hijau," katanya. Peggu juga mengatakan kalau teman-teman dalam timnya juga merasakan kesenangan yang sama. "Mereka bahkan memotret diri mereka dengan tanaman-tanaman tersebut,” kata Peggy.

Kebun yang diciptakan ini sebenarnya masih dalam tahap percobaan. Hasilnya belum dicoba untuk dikonsumsi. Tapi NASA mengaku ada kemungkinan perkembangan ke arah keperluan konsumsi. Menurut seorang astronot, Leland Melvin, dalam keadaan tanpa bobot, setiap astronot memiliki loker makanan sendiri. Beberapa makanan telah menjadi favorit di kalangan astronot, seperti selai kacang, karena sangat mudah untuk dimakan dengan satu tangan. Mungkin suatu saat, tanaman hijau mikro akan menjadi makanan di luar angkasa. (Arief Sujatmoko, Sumber: planetgreen.discovery)
sumber : national geographic
READ MORE - Berkebun di Ruang Angkasa

Organ Tumbuhan

Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni: akar, batang, daun.
Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah modifikasinya, contoh: umbi modifikasi akar, bunga modifikasi dari ranting dan daun.
AKAR

Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.

Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.
1. Fungsi Akar
a. Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
b. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
c. Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut
2. Anatomi Akar


Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele
a. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.
b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.
c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.
d.Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
- Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
- Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.
BATANG
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
Jaringan Batang
Jaringan Batang
1. Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.
2. Batang Monokotil
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang
artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).
DAUN
anatomi-daun
anatomi-daun
Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
2. Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.
READ MORE - Organ Tumbuhan

Klasifikasi Lumut (Bryophyta)

 Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.Klasifikasi tradisional menggabungkan pula lumut hati ke dalam Bryophyta.
Karakteristik Bryophyta
·        Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof
·        Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifit. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifit maka hutan demikian disebut hutan lumut.
·        Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem).
·        Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu:a.       Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermtozoidb.      Alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum
·        Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius). Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius).
·        Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur.
·        Sporogonium adalah badan penghasil spora, dengan bagian bagian :-       Vaginula (kaki) -       Seta (tangkai) -       Apofisis (ujung seta yang melebar) -       Kotak Spora : Kaliptra (tudung) dan Kolumela (jaringan dalam kotak spora yang tidak ikut membentuk spora). Spora lumut bersifat haploid.

Ciri-ciri umum Tumbuhan Lumut

§             Tumbuhan kecil, mempunyai talus (akar, batang dan daun sukar dibezakan)
§             Kitar hidup selangan Genussi
§             Genussi dominan adalah gametofit
§             Sporofit kekal melekat pada gametofit
§             Tinggi kurang daripada 15 cm
§             Gametofit Bryophyta mempunyai bentuk badan seperti daun
§             Ada yang mempunyai jasad taloid seperti piring yang pipih secara dorsiventral
§             Ada yang mempunyai paksi utama seperti batang yang mengeluarkan apendaj berupa daun
§             Daun tiada kutikel berlilin dan batang tiada berkas vaskular
§             Tumbuhan gametofit mempunyai struktur berfilamen seperti akar yang disebut rizoid
§             Rizoid melekatkan tumbuhan kepada batuan atau substrat yang lain
§             Rizoid bukan akar sebenar, ia selebar satu sel dan tiada jidal akar
Ciri-ciri dan Struktur Pembiakan
§             Gametofit matang keluarkan organ pembiakan khas yang disebut gametangium
§             Gametangium terdiri daripada organ seks jantan (anteridium) dan organ seks betina (arkegonium)
§ Anteridium menghasilkan sperma biflagelum yang motil
§ Arkegonium menghasilkan telur
§             Sperma bersenyawa dengan telur dan menghasilkan zigot (sporofit diploid), proses persenyawaan bergantung kepada air
§             Zigot menghasilkan kaki dan struktur penghasil spora yang disebut kapsul
§             Zigot yang masih melekat pada tumbuhan induk berkembang menjadi embrio multisel
§             Kapsul lazimnya terletak pada struktur seperti tangkai yang disebut seta
§             Kapsul terdiri daripada selapisan sel mandul yang mengelilingi tisu yang mengandungi sel induk spora
§             Sel induk spora membahagi secara meiosis dan menghasilkan spora haploid
§          Spora haploid disebarkan oleh angin apabila matang
§             Spora yang mendarat di atas tanah lembab akan bercambah dan keluarkan satu struktur yang disebut protonema
§             Protonema tumbuh menjadi tumbuhan gametofit haploid yang berdaun.
Habitat Lumut
Lumut ditemukan terutama di area sedikit cahaya / ringan dan lembab. Lumut umum di area berpohon-pohon dan di tepi arus. Lumut juga ditemukan di batu, jalan di kota besar. Beberapa bentuk mempunyai menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi ditemukannya. Beberapa jenis dengan air, seperti Fontinalis antipyretica, dan Sphagnum tinggal / menghuni rawa.
Siklus Hidup
Kebanyakan dari tanaman memiliki dua bagian kromosom di sel-selnya (diploid, beberapa kromosom hidup dengan sebuah pasangan yang mengandung informasi genetik yang sama). Sedang lumut (dan Bryophyta lain) hanya memiliki satu set kromosom (haploid, beebrapa kromosom hidup dalam sebuah salinan sel yang unik). Periode siklus hidup lumut secara lengkap, merusak kromosom, tetapi hal ini hanya pada sporofi.
Perkembangan Lumut
Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : spora yang kecil dan haploid, berkecambah menjadi suatu protalium yang pada lumut dinamakan protonema. Protonema pada lumut ada yang menjadi besar, adapula yang tetap kecil. Pada protoneme ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya..
Manfaat Bryophyta
Ada suatu market substansiil yang mengumpulkan lumut dari yang liar. Penggunaan lumut tetap utuh terutama di florist trade dan untuk dekorasi rumah. Lumut jenis Sphagnum juga komponen utama bahan bakar, yang mana ditambang untuk penggunaan sebagai bahan bakar, sebagai aditip lahan perkebunan, dan jelai bertunas dikeringkan pada pemroduksian Scotch Whisky.Sphagnum, biasanya jenis cristatum dan subnitens, dipanen selagi masih bertumbuh dan dikeringkan digunakan di kamar anak anak dan hortikultura sebagai medium pertumbuhan.
READ MORE - Klasifikasi Lumut (Bryophyta)

sel dan jaringan tumbuhan


 
Secara evolusi, tumbuhan berbiji merupakan organisme yang telah teradaptasi dengan lingkungan di daratan. Tumbuhan memiliki karakteristik dalam struktur dan fungsi khusus untuk menunjang kehidupannya di daratan tersebut. Pola struktur jaringan tumbuhan bervariasi dalam setiap jenis tumbuhan yang tergantung pada tahap pertumbuhan dan perkembangan dari tumbuhan itu sendiri.
READ MORE - sel dan jaringan tumbuhan

Organ Organ Pada Tumbuhan


Tumbuhan memiliki bermacam-macam organ yang tersusun atas beberapa jaringan tumbuhan. Berdasarkan fungsinya, organ pada tumbuhan dibedakan menjadi organ sebagai alat hara (orgnna nutritiaum), dan organ reproduksi (organa reproductikum). Alat hara meliputi akar, batang, dan daun, sedangkan organ reproduksi berupa putik dan benang sari yang terdapat pada bunga.
READ MORE - Organ Organ Pada Tumbuhan

Database Tumbuhan Dunia Ada di Sini!

  

KOMPAS.com - Ahli botani asal Amerika Serikat dan Inggris, Rabu (29/12/10) kemarin, meresmikan pembuatan database tumbuhan terlengkap di dunia. Databse tersebut dibuat untuk membantu program para ahli konservasi, pembuat obat dan peneliti pertanian.

READ MORE - Database Tumbuhan Dunia Ada di Sini!

Tanaman Tanaman Langka dan Menakjubkan yang Jarang Kita Lihat



Kadang kita tak pernah terpikir untuk menenmukan tumbuhan yang unik dan bentuknya sangat tidak kita duga dan kadang tampak menyeramkan. Berikut adalah tanaman yang unik di alam semesta kita, namun saking unik dan langkanya, bentuknya terlihat menyeramkan, tetapi masih segar bila dipandang.
READ MORE - Tanaman Tanaman Langka dan Menakjubkan yang Jarang Kita Lihat

Karakteristik Hutan Di Indonesia


Indonesia adalah negara tropis yang memiliki berbagai jenis hutan. Kedudukan hutan menjadi sangat penting mengingat fungsinya sebagai pencegah erosi, tempat tinggal makhluk hidup seperti tumbuhan dan binatang, penghijauan, tempat rembesan air hujan, dan penghasil bahan bangunan serta kebutuhan manusia lainnya.
Salah satu jenis hutan yang unik dari negara dengan dua musim ini adalah hutan musim. Unik karena tumbuhan yang hidup di sana terlihat mampu beradaptasi dengan musimnya.
READ MORE - Karakteristik Hutan Di Indonesia

Sansevieria, Tanaman Hias Penyerap Ratusan Jenis Racun di Udara

http://www.peacefulresources.org/wp-content/uploads/2010/09/Sansevieria.jpg
Sebuah fakta menarik, bahwa Lembaga Penerbangan Antariksa AS (NASA) menanam ribuan sansevieria di dekat instalasi nuklirnya. Lokasi penanaman ini hanya berjarak sekitar 10-25 meter dari instalasi nuklir tersebut. Apabila suatu saat terjadi kebocoran, maka ribuan sansevieria tersebut akan meredamnya.

Ya, ternyata tanaman hias Sansevieria atau dikenal juga dengan sebutan Lidah Mertua adalah tanaman antipolutan dan juga penangkal radiasi.
READ MORE - Sansevieria, Tanaman Hias Penyerap Ratusan Jenis Racun di Udara

Inilah Tanaman Tanaman Anti Polusi untuk 2011 mendatang


Walau tanaman hijau diklaim dapat memperbaiki lingkungan, namun ada beberapa tanaman yang memiliki nilai lebih. Misalnya dapat menghambat polusi, mendatangkan burung-burung, atau menunjukkan tingkat polusi udara. Berikut ini beberapa tanaman anti polusi : 
READ MORE - Inilah Tanaman Tanaman Anti Polusi untuk 2011 mendatang

Mahasiswa ITS Ciptakan Mobil Berbahan Lemon


Berita menggembirakan datang dari para mahasiswa kita, kali ini datang dari empat Mahasiswa Jurusan teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang telah berhasil membuat mobil berbahan bakar sari lemon.
Mobil yang diciptakan khusus untuk acara Taiwan 2010 Chemical Engineering Car Competition (Chem-E Car Competition) ini juga telah diuji coba pada hari kamis yang lalu.
READ MORE - Mahasiswa ITS Ciptakan Mobil Berbahan Lemon