Showing posts with label Hadist. Show all posts
Showing posts with label Hadist. Show all posts

Proses Penyerbukan (Polinasi) Tumbuhan dalam Al-Qur’an dan Hadits

 Foto: = Proses Penyerbukan (Polinasi)  Tumbuhan dalam Al-Qur’an dan Hadits =

“Dan kami tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, dan kami beri minum kamu dengan air itu…”. (Surat al-Hijr: 22)

Jauh pada abad ke 6 lalu, proses penyerbukan atau dikenal dengan istilah “Polinasi” telah diketahui oleh bangsa arab berikut juga dengan mekanisme penyerbukan buatan yang hingga sekarang kita pelajari di Sekolah Menengah Hingga Perguruan Tinggi.

Imam Muslim dan Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Abi ‘Awanah dan simak dari Musa bin Thalhah berikut ini :

“ Dari Thalhah bin Abdullah, dia berkata, ‘ Aku berjalan bersama Rasulullah SAW di kebun kurma kemudian beliau melihat sekumpulan orang sedang melakukan penyerbukan. Beliau bertanya, ‘ Sedang apa mereka ?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka sedang melakukan penyerbukan kurma.’ Mereka mengambil benang sari kemudian meletakkannya di putik sehingga terjadi penyerbukan. Rasulullah SAW berkata,’ Aku kira itu tidaklah berguna’. Akhirnya, merekapun turun dari pohon. Ternyata, buahnya berjatuhan(Menjadi buah yang tidak layak makan). Kemudian, berita tersebut sampai kepada Rasulullah SAW. Beliau langsung bersabda, ‘ Sesungguhnya, itu adalah sebuah dugaan. Jika itu berguna, gunakanlah oleh kalian. Dugaan itu bisa benar bisa juga salah dan tentu kalian lebih mengetahui perkara/urusan dunia kalian, tapi sungguh aku tidak mengatakan kepada kalian, “Allah Berfirman”, Karena aku takkan pernah berbohong kepada Allah” (HR.Musim)

 “ Mereka mengambil benang sari kemudian meletakkannya di putik sehingga terjadi penyerbukan”

Potongan hadits tersebut secara detail menjelaskan bagaimana terjadinya penyerbukan atau lebih
khususnya penyerbukan dengan bantuan manusia (Antropogami)  pada tumbuhan. Subhanallah !
Tentunya hadits ini telah diucapkan jauh sebelum Gregor Johann Mendel  melakukan percobaan persilangan tanaman kacang ercisnya pada abad ke 19 seperti yang dipelajari di buku-buku biologi.

Selain itu, Allah SWT juga telah menjelaskan bagaimana penyerbukan di dalam Al-Qur’an yang merupakan petunjuk dan pedoman bagi manusia serta induk dari segala ilmu.

“Dan kami tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, dan kami beri minum kamu dengan air itu…”. (Surat al-Hijr: 22) 

Dalam Tafsir Departemen Agama Indonesia , dijelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT Menghembuskan angin yang menerbangkan tepung sari dari beragam bunga. Maka hinggaplah tepung sari jantan pada putik bunga, sehingga terjadilah perkawinan yang memunculkan bakal buah, dan buah-buahan menjadi masak terasa yang lezat dan nikmat bagi manusia serta bijinya dapat tumbuh dan berbuah pula di tempat lain. Menurut kajian ilmiah, ayat diatas nampaknya memberikan isyarat tentang proses fenomena botanik yang dikenal dengan penyerbukan atau persarian. Pada tumbuhan berbijji terbuka (Gymnospermae) maka penyerbukan atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (Polen) pada liang bakal biji (Microphyl) yang berhubungan langsung dengan bakal biji. Sedangkan pada jenis  tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae), maka penyerbukan atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (Pollen) dari benang sari (Stamen) ke kepala putik (Stigma). Penyerbukan kemudian diikuti dengan pembuahan atau fertilisasi. Inilah proses perkawinan di dunia botani (Tumbuh-tumbuhan). Penyerbukan memerlukan perantara atau vector. Berdasarkan perantanya atau vector , maka proses penyerbukan dikelompokkan menjadi penyerbukan oleh angin, air, atau hewan/serangga. Kalimat dalam ayat diatas yang berbunyi ‘Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan’ mengisyaratkan peristiwa penyerbukan dengan perantaraan angin,yang dalam bahasa ilmiah dikenal dengan Anemophily atau Anemogami.

Sungguh begitu sempurna pedoman umat islam, yakni Al-Qur’an dan Hadits yang mengandung berbagai nilai-nilai dan aturan di segala aspek kehidupan, termasuk perkara ilmu sains yang membuktikan begitu sempurna ciptaan Allah SWT beserta Hikmah yang terkandung di dalamnya. Dan sungguh beruntunglah orang-orang yang disebutkan dalam Al-Qur’an :

“ Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” 
(QS. Ali-Imran : 191)

Haitsam Al-Ghazi
 
“Dan kami tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, dan kami beri minum kamu dengan air itu…”. (Surat al-Hijr: 22)

Jauh pada abad ke 6 lalu, proses penyerbukan atau dikenal dengan istilah “Polinasi” telah diketahui oleh bangsa arab berikut juga dengan mekanisme penyerbukan buatan yang hingga sekarang kita pelajari di Sekolah Menengah Hingga Perguruan Tinggi.

Imam Muslim dan Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Abi ‘Awanah dan simak dari Musa bin Thalhah berikut ini :

“ Dari Thalhah bin Abdullah, dia berkata, ‘ Aku berjalan bersama Rasulullah SAW di kebun kurma kemudian beliau melihat sekumpulan orang sedang melakukan penyerbukan. Beliau bertanya, ‘ Sedang apa mereka ?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka sedang melakukan penyerbukan kurma.’ Mereka mengambil benang sari kemudian meletakkannya di putik sehingga terjadi penyerbukan. Rasulullah SAW berkata,’ Aku kira itu tidaklah berguna’. Akhirnya, merekapun turun dari pohon. Ternyata, buahnya berjatuhan(Menjadi buah yang tidak layak makan). Kemudian, berita tersebut sampai kepada Rasulullah SAW. Beliau langsung bersabda, ‘ Sesungguhnya, itu adalah sebuah dugaan. Jika itu berguna, gunakanlah oleh kalian. Dugaan itu bisa benar bisa juga salah dan tentu kalian lebih mengetahui perkara/urusan dunia kalian, tapi sungguh aku tidak mengatakan kepada kalian, “Allah Berfirman”, Karena aku takkan pernah berbohong kepada Allah” (HR.Musim)

“ Mereka mengambil benang sari kemudian meletakkannya di putik sehingga terjadi penyerbukan”

Potongan hadits tersebut secara detail menjelaskan bagaimana terjadinya penyerbukan atau lebih
khususnya penyerbukan dengan bantuan manusia (Antropogami) pada tumbuhan. Subhanallah !
Tentunya hadits ini telah diucapkan jauh sebelum Gregor Johann Mendel melakukan percobaan persilangan tanaman kacang ercisnya pada abad ke 19 seperti yang dipelajari di buku-buku biologi.

Selain itu, Allah SWT juga telah menjelaskan bagaimana penyerbukan di dalam Al-Qur’an yang merupakan petunjuk dan pedoman bagi manusia serta induk dari segala ilmu.

“Dan kami tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, dan kami beri minum kamu dengan air itu…”. (Surat al-Hijr: 22)

Dalam Tafsir Departemen Agama Indonesia , dijelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT Menghembuskan angin yang menerbangkan tepung sari dari beragam bunga. Maka hinggaplah tepung sari jantan pada putik bunga, sehingga terjadilah perkawinan yang memunculkan bakal buah, dan buah-buahan menjadi masak terasa yang lezat dan nikmat bagi manusia serta bijinya dapat tumbuh dan berbuah pula di tempat lain. Menurut kajian ilmiah, ayat diatas nampaknya memberikan isyarat tentang proses fenomena botanik yang dikenal dengan penyerbukan atau persarian. Pada tumbuhan berbijji terbuka (Gymnospermae) maka penyerbukan atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (Polen) pada liang bakal biji (Microphyl) yang berhubungan langsung dengan bakal biji. Sedangkan pada jenis tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae), maka penyerbukan atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (Pollen) dari benang sari (Stamen) ke kepala putik (Stigma). Penyerbukan kemudian diikuti dengan pembuahan atau fertilisasi. Inilah proses perkawinan di dunia botani (Tumbuh-tumbuhan). Penyerbukan memerlukan perantara atau vector. Berdasarkan perantanya atau vector , maka proses penyerbukan dikelompokkan menjadi penyerbukan oleh angin, air, atau hewan/serangga. Kalimat dalam ayat diatas yang berbunyi ‘Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan’ mengisyaratkan peristiwa penyerbukan dengan perantaraan angin,yang dalam bahasa ilmiah dikenal dengan Anemophily atau Anemogami.

Sungguh begitu sempurna pedoman umat islam, yakni Al-Qur’an dan Hadits yang mengandung berbagai nilai-nilai dan aturan di segala aspek kehidupan, termasuk perkara ilmu sains yang membuktikan begitu sempurna ciptaan Allah SWT beserta Hikmah yang terkandung di dalamnya. Dan sungguh beruntunglah orang-orang yang disebutkan dalam Al-Qur’an :

“ Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”
(QS. Ali-Imran : 191)

Haitsam Al-Ghazi
READ MORE - Proses Penyerbukan (Polinasi) Tumbuhan dalam Al-Qur’an dan Hadits

Kebenaran Ilmiah Hadis “Jarak Antara Dua Pintu Surga”


Foto: ‎Kebenaran Ilmiah Hadis “Jarak Antara Dua Pintu Surga”

Eramuslim - Pada 2012, Seorang Ilmuwan Islam, Syekh Abdul Majid Az-Zindany mengumumkan sebuah Kebenaran Mukjizat Ilmiah (Ijazul Ilmy), dari  sabda  seorang Nabi disampaikan 14 abad yang lalu, dalam Hadist Abu Hurairah Bahwa Sabda Rasululullah Saw (dalam Hadist yang panjang):

والذينفسمحمدبيدهإنمابينالمصراعينمنمصاريعالجنةلكمابينمكةوهجرأوكمابينمكةوبصرى

“.. Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu (yang ada daun pintunya) dari pintu-pintu surga seperti antara Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bushra.” (HR. Muslim no. 287)

Ilmuwan itu mengatakan pengukuran yang dilakukan dilapangan (secara daratan) tidak sepenuhnya bisa diandalkan, maka dari itu harus diukur  secara mengudara agar yang tidak terhalangi oleh hambatan medan di tanah, dan model pengukuran mustahil terdapat di masa Rasulullah Saw. Namun setelah  pesawat terbang dan satelit ditemukan pada abad kedua puluh, Manusia telah mampu mengukur  jarak antara Makkah dan Hajar dan jarak antara Makkah dan Bushra, memalui Google Earth membuktikan kebenaran ilmiah Hadist tersebut bahwa  jarak Makkah-Hajar  sama tepatnya dengan jarak Makkah-Bushra, dimana keduanya memiliki jarak yang sama yaitu 1.272 km, Subhanallah !

Sekali lagi kebenaran Mujizat baginda  Rasullullah SAW telah terbuktikan secara ilmiah melalui teknologi  teknologi zaman sekarang sama sekali tidak dikenal di masa beliau, sungguh benar Firman Allah Swt: “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. ( An-Najam 3-5)

Translator By Amri Hatta

Sumber: 

http://egyptrevolution-2011.blogspot.com/2012/07/blog-post_610.html‎
 
Eramuslim - Pada 2012, Seorang Ilmuwan Islam, Syekh Abdul Majid Az-Zindany mengumumkan sebuah Kebenaran Mukjizat Ilmiah (Ijazul Ilmy), dari sabda seorang Nabi disampaikan 14 abad yang lalu, dalam Hadist Abu Hurairah Bahwa Sabda Rasululullah Saw (dalam Hadist yang panjang):

والذينفسمحمدبيدهإنمابينالمصراعينمنمصاريعالجنةلكمابينمكةوهجرأوكمابينمكةوبصرى

“.. Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu (yang ada daun pintunya) dari pintu-pintu surga seperti antara Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bushra.” (HR. Muslim no. 287)

Ilmuwan itu mengatakan pengukuran yang dilakukan dilapangan (secara daratan) tidak sepenuhnya bisa diandalkan, maka dari itu harus diukur secara mengudara agar yang tidak terhalangi oleh hambatan medan di tanah, dan model pengukuran mustahil terdapat di masa Rasulullah Saw. Namun setelah pesawat terbang dan satelit ditemukan pada abad kedua puluh, Manusia telah mampu mengukur jarak antara Makkah dan Hajar dan jarak antara Makkah dan Bushra, memalui Google Earth membuktikan kebenaran ilmiah Hadist tersebut bahwa jarak Makkah-Hajar sama tepatnya dengan jarak Makkah-Bushra, dimana keduanya memiliki jarak yang sama yaitu 1.272 km, Subhanallah !

Sekali lagi kebenaran Mujizat baginda Rasullullah SAW telah terbuktikan secara ilmiah melalui teknologi teknologi zaman sekarang sama sekali tidak dikenal di masa beliau, sungguh benar Firman Allah Swt: “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. ( An-Najam 3-5)

Translator By Amri Hatta

Sumber:

http://egyptrevolution-2011.blogspot.com/2012/07/blog-post_610.html

READ MORE - Kebenaran Ilmiah Hadis “Jarak Antara Dua Pintu Surga”

Neraka Padam Dengan Sholat ?






Jika kita mau mengoleksi hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan sholat, maka terlalu banyak. Namun disini kami mau ingatkan bahwa ada hadits lemah dalam hal ini, yaitu hadits yang berbunyi:

إِنَّ لِلّهِ تَعَالَى مَلَكًا يُنَادِيْ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ : يَا بَنِيْ آدَمَ قُوْمُوْا إِلَى نِيْرَانِكُمْ الَّتِيْ أَوْقَدْتُمُوْهَا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَأَطْفِئُوْهَا بِالصَّلاَةِ

"Sesungguhnya Allah -Ta’ala- memiliki seorang malaikat yang memanggil setiap kali sholat, "Wahai anak Adam, bangkitlah menuju api (neraka) kalian yang telah kalian nyalakan bagi diri kalian, maka padamkanlah api itu dengan sholat". [HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Ausath (9452) dan Ash-Shoghir (1135), Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah (3/42-43), dan lainnya]

Hadits ini lemah , karena ada seorang rawi bernama Yahya bin Zuhair Al-Qurosyiy. Dia adalah seorang majhul (tak dikenal). Olehnya, Syaikh Al-Albaniy -rahimahullah- melemahkan hadits ini dalam Adh-Dho’ifah (3057) 
 
Namun, Semoga hal ini dapat menjasi pacuan ataupun dorongan bagi kita semua agar selalu menjaga sholat, baik itu solat fardhu ataupun sunnah. Serta mencapai Ridha Allah SWT.. Amin..

Sumber :
http://almakassari.com/artikel-islam/hadits/padamk
READ MORE - Neraka Padam Dengan Sholat ?

Masuk Surga Tanpa Hisab Tanpa Adzab (1)



Dalil yang menandaskan tentang keutamaan itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhori dan Muslim dari sahabat Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma. Bahwasanya Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
عرضتُ عَلَي الأممِ، فَرَأَيْتُ الَنِبي وَمَعَهُ الرَهْطُ، والَنِبي وَمَعَهُ الرَّجل والرجلان، والنبي وليس معه أحد، إذ رفع لي سواد عظيم، فظننت أنهم أمتي، فقيل لي: هذا موسى وقومه، فنظرت فإذا سواد عظيم، فقيل لي: هذه أمتك ومعهم سبعون ألفاً يدخلون الجنة بغير حساب ولا عذاب

"Telah ditampakkan umat-umat kepadaku.Maka Aku melihat seorang nabi yang bersamanya beberapa orang (berjumlah sepuluh atau kurang), seorang nabi yang bersamanya satu dua orang saja dan seorang nabi yang tak seorang pun bersamanya. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku serombongan besar (yang terlihat dari kejauhan). Aku pun mengira bahwa mereka adalah umatku. tetapi dikatakan kepadaku, “Ini adalah Musa bersama kaumnya”. Kemudian aku melihat serombongan besar yang lain. Maka dikatakan kepadaku, “Ini adalah umatmu, bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab”.

Selanjutnya beliau bangkit dan segera masuk ke rumahnya. orang-orang pun memperbincangkan tentang siapakah mereka itu. Sebagian orang berkata, “Barangkali mereka adalah para sahabat Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam”. Sedangkan sebagian yang lain berkata, “barangkali mereka adalah orang-orang yang dilahirkan pada masa Islam. Sehingga mereka tak pernah berbuat syirik kepada Allah sedikitpun”. Berikutnya mereka menyebutkan beberapa kemungkiunan lain.

mereka memberitahukan perkaranya kepada Rosulullah shallallahu’alaihi wasallam tatkala beliau keluar . Maka beliau bersabda,

هم الذين لا يسترقون ولا يكتوون ولا يتطيرون وعلى ربهم يتوكلون

“Mereka itu adalah orang-orang yang tidak meminta di ruqyah, tidak meminta di kay, tidak melakukan tathayyur dan hanya bertawakkal kepada Robb mereka”.

Lalu 'Ukasyah bin Mihshan berdiri dan berkata, “Mohonlah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka.

Beliau menjawab,
“Engkau termasuk golongan mereka.”

Kemudian seseorang ikut berdiri dan berkata, “Mohonlah kepada Allah agar aku juga termasuk golongan mereka”.

Beliau menjawab, “Engkau telah kedahuluan 'Ukasyah".

Hadits yang mulia ini mengandung banyak pelajaran penting yang bisa kita ambil. Marilah kita menyimak uraiannya satu persatu dengan mengharap wajah allah.

Sabda Rosulullah shallallahu’alaihi wasallam,


عُرِضْتُ عَلَي الأممِ
“Ditampakkan umat-umat kepadaku”

Allah yang maha tahu kapan yang demikan ditampakkan kepada beliau. Maksud pernyataan beliau bahwa Allah memperlihatkan kepadanya perumpamaan saat para nabi datang bersama pengikutnya di hari kiamat nanti. (lihat qurrotul ‘uyun karya syaikh Abdurrahman Alus syaikh hal.27)

Sabda Rosulullah shallallahu’alaihi wasallam,

فَرَأَيْتُ الَنِبي وَمَعَهُ الرَهْطُ، والَنِبي وَمَعَهُ الرَّجل والرجلان، والنبي وليس معه أحد
“Maka Aku melihat seorang nabi yang bersamanya beberapa orang (berjumlah sepuluh atau kurang), seorang nabi yang bersamanya satu dua orang saja dan seorang nabi yang tak seorang pun bersamanya.”

Pernyataan beliau diatas mengabarkan bahwa yang selamat dari setiap umat hanya berjumlah sedikit. Mayoritas mereka lebih cenderung mengikuti tabiat manusia berupa pengingkaran kepada para Rosul. akhirnya mereka binasa. Allah berfirman,
(1)

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (Al-An`am:116)

(2)

“Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.” (Al-A’rof:102)

(3)

“Katakanlah: "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)".” (Ar-Ruum : 42)

Banyak ayat-ayat yang senada dengan beberapa firman Allah di atas dalam Al-quran.

Orang-orang yang selamat pada hari kiamat nanti walaupun berjumlah sedikit tetapi mereka disebut dengan nama As-sawadul A’zhom (golongan yang besar). Sebab mereka memiliki nilai yang besar di sisi Allah meskipun berjumlah sedikit. Maka hendaknya seorang muslim berhati-hati agar jangan terpedaya dengan jumlah mayoritas. Berapa banyak orang yang terpedaya dengan jumlah mayoritas. Sampai sebagian orang yang mengaku berilmu meyakini masalah agama seperti keyakinan orang-orang yang bodoh dan sesat. Mereka tidak mau menoleh kepada firman Allah dan sabda Rosul-Nya, (sehingga mereka hanya mengukur kebenaran dengan jumlah mayoritas semata). (Lihat Qurrotul ‘Uyun hal.27-28)
Kebenaran Tidak Diukur dengan Jumlah Mayoritas

Hadits diatas menceritakan tentang seorang nabi yang dibangkitkan pada hari kiamat namun tak seorang pun bersamanya. Maksudnya nabi itu tidak memiliki seorang pengikut pun tatkala Allah mengutusnya kepada suatu kaum. Allah hendak menegakkan hujjah kepada manusia dengan mengutusnya. Dengan demikian Allah mengangkat seluruh alasan sebab Allah telah menegakkan hujjah atas mereka. (lihat Al-qoulul Mufid karya Ibnu Utsaimin 1/94-95)

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kebenaran sering berpihak kepada jumlah minoritas dan menjauh dari jumlah mayoritas. Rosulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

لا تزال طائفة من أمتي علي الحق ظاهرين, لا يضرهم من خالفهم, و لا من خذلهم حتي يأتي أمر الله و هم علي ذلك

“Senantiasa sekelompok kecil dari umatku tampak nyata diatas kebenaran. Mereka tidak dibahayakan oleh orang yang menyelisihi dan menghinakan mereka, sampai datang perintah allah dalam keadaan mereka tetap demikian.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim dari Mu`awiyah radhiyallahu `anhu)

Syaikh Abdur rahman bin Hasan Alus-syaikh berkata: “sabda Rosulullah shallallahu’alaihi wasallam:

Maka Aku melihat seorang nabi yang bersamanya beberapa orang (berjumlah sepuluh atau kurang), seorang nabi yang bersamanya satu dua orang saja dan seorang nabi yang tak seorang pun bersamanya.

Ini merupakan bantahan terhadap orang-orang yang menjadikan jumlah mayoritas sebagai argumen (kebenaran).” (lihat Fathul Majid karya beliau hal.83)

Pembahasan ini mengingatkan kita kepada sebuah kesesatan yang tertanam pada sistem demokrasi. Yaitu menetapkan kebenaran segala sesuatu dengan suara mayoritas. Ini adalah kesesatan yang nyata tanpa dapat diragukan lagi. Terlalu banyak dalil dari Al-quran dan As-sunnah yang menegaskan kesesatan prinsip demokrasi ini. Diantaranya sebagaimana yang telah kita sebutkan diatas. Ukuran kebenaran adalah wahyu yang Allah turunkan kepada nabinya baik berupa Al-quran maupun As-sunnah. Allah berfirman,
(4)

“Kebenaran itu adalah dari Robbmu, maka jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Al-Baqoroh:147)

Dalam ayat lain,
(5)

“Ikutilah wahyu yang diturunkan kepada kalian dari Robb kalian dan janganlah kalian mengikuti wali-wali selainnya.” (Al-A’raaf:3)

Sebaliknya dalam Al-Quran justru Allah melarang untuk mengikuti kebanyakan orang,

(6)

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (Al-An’am:116)

Allah tidak memerintahkan kita untuk mengikuti suara mayoritas. Akan tetapi Allah memerintahkan kita untuk mengikuti kebenaran yang datang dari sisinya walaupun hanya segelintir orang yang berpihak kepadanya. Kita berharap semoga kaum muslimin mau meninggalkan sistem demokrasi yang sesat ini, demi kebahagian hidup mereka didunia sebelum akherat. Allahul Musta`an

Wallahu a’lam bis shawab


Bersambung...
Sumber : http://www.ahlussunnah-jakarta.com
READ MORE - Masuk Surga Tanpa Hisab Tanpa Adzab (1)

Perbedaan Air Mani, Madzi & Wadi

 
 
>Assalamualaikum wr. wb.
>saya masih ragu tentang apakah perbedaan air mani, mazi dan wadi dan 
>apakah faktor - faktor penyebabnya dan juga apakah semuanya wajib mandi 
>besar ( adus ) menurut hukum islam.
>sekian pertanyaan saya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
>
>Wassalam.

Jawaban:

Ass wr wb

Mazi adalah lendir putih dari kemaluan ketika syahwat 
seseorang terangsang sedangkan Wadi adalah lendir putih 
yang keluar sehabis buang air kecil atau karena letih. 

Tentang hukumnya, ulama fikih sepakat menyatakan bahwa 
keduanya adalah najis. Alasan mereka berdasarkan hadis 
Nabi riwayat dari Ali bin Abi Thalib ketika ia menyuruh 
Miqdad bin al-Aswad untuk menanyakan status mazi dan wadi 
kepada Rasulullah SAW. ketika itu Rasul menjawab, 
"Padanya (jika mazi dan wadi keluar) wajib berwudhu'. 

Dalam hadis lain dari Sahl bin Hanif dikatakan, 
"Saya sering mengeluarkan mazi apabila dalam keadaan 
lelah, sehingga saya sering mandi wajib. lalu saya 
sampaikan hal ini kepada Rasul. Rasul bersabda, 
"sesungguhnya untuk itu engkau cukup berwudhu'."

Kemudian saya tanyakan lagi, "Bagaimana jika Mazi 
itu mengenai pakaian saya?" 

Rasulullah menjawab, "Cukup engkau ambil air dengan 
tanganmu, lalu engkau bersihkan pakaian yang kena mazi 
(HR. al-Tirmizi, Ibnu Majah, dan Abu Dawud).

Mengenai Mani, para ulama berbeda pendapat apakah mani 
termasuk najis atau bukan. Sebelumnya harus disebutkan 
bahwa para ulama sepakat bahwa seseorang yg mengeluarkan 
mani wajib mandi besar (adus?) untuk kembali dalam keadaan 
suci. Mazhab Syafi'i memiliki tiga pendapat soal najis 
atau tidaknya mani ini. Mayoritas dari ulama Syafi'iyah 
menyatakan hukumnya suci, baik yg berasal dari laki-laki 
maupun wanita. Sebagian mengatakan najis seluruhnya dan 
sebagian ulama lagi dari kalangan syafi'iyah berpendapat
mani lelaki adalah suci dan mani wanita adalah najis.

Mazhab Hanafi dan pendapat Mazhab Maliki yang mu'tamad 
sepakat bahwa mani manusia adalah najis. Alasan mereka 
adalah sebuah riwayat dari Aisyah yang mengatakan bahwa, 
"Saya mencuci pakaian Nabi SAW yang terkena mani, 
kemudian beliau pergi shalat..." (HR. Bukhari). 
Hadis ini menunjukkan bahwa mani itu harus dicuci 
karena tentu Aisyah tidak perlu mencucinya kalau itu tidak 
najis.

Akan tetapi kalangan Syafi'iyah yang mengatakan mani 
itu suci berpegang pada hadis lain, yaitu hadis dari 
Ibn Abbas yg mengatakan bhw Rasul ditanya oleh orang 
ttg mani yg lengket di pakaian. Rasul menjawab, 
"Mani itu ibarat air ludah, cukup engkau hapus saja 
dengan tangan atau dengan ranting kayu kecil." 
(HR. al-Tirmizi). Menurut mereka Hadis Aisyah yg mencuci 
pakaian Nabi itu tidak menunjukkan mani itu najis 
karena Rasul tidak menyebutkan demikian. Yang dilakukan 
Aisyah hanyalah anjuran bukan perintah.
Catatan dari Halaqahan saya, Mani itu Suci, tapi mengeluarkannya
itulah yang membuat kita berstatus junub dan perlu untuk dibersihkan
dengan mandi junub.
sekian dari saya
afwan jika ada salah


al-Haq min Allah!

Raga n ==nadir==


READ MORE - Perbedaan Air Mani, Madzi & Wadi

Benarkah Bentuk Semesta Seperti Terompet yang Akan Ditiup Sebagai Sangkakala Saat Kiamat?

“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung. Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala malaikat Isrofil itu?

Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).

Lihat gambar bentuk alam semesta dibawah ini:





Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :
“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”

Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”

Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”

Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama-rama yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :
“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, lalu sebesar apa si peniupnya dan lebih dashsyat lagi, bagaimana dengan Sang Penciptanya? Allahu Akbar!

Wallahua'lam Bisshowa.

Sumber :
alisaid.wordpress.com
READ MORE - Benarkah Bentuk Semesta Seperti Terompet yang Akan Ditiup Sebagai Sangkakala Saat Kiamat?

Do'a Pembuka Hati

 01. Allahumma nawwir quluubana binuuri hidayatika liyakuunal ghodhoba wal ’ajaba walhasada muhawwalaa ila nuuri rohmatika wahidaayatika
01. Yaa Allah, Terangilah hati kami dengan cahaya petunjukMU, supaya kemarahan, kesombongan dan sifat kedengkian berubah menjadi cahaya rahmatMU dan petunjukMU.
02. Allahumma awzi’ naa anna ’iba bi annal ’afwa huwasabiiluttaqorrubi ilaika, wahdi quluubanaa linas-hula lanaa anna’ fuwa kulla man akhtho a fiinaa
02. Yaa Allah, Berilah kami pemahaman bahwa sesungguhnya memberi maaf adalah jalan untuk mendekatkan diri kepadaMU & berilah petunjuk pada hati kami agar mudah bagi kami untuk memberi maaf pada orang yang salah pada kami.
03. Allahumma innaka ghofuururrohiim, faghfir lijami ‘i man akhthoa fiinaa fainnahum laa ya’ lamuun. Wahdinaa binuuri hidaayatika liyakuuna suu al akhlaaqi muhawwalaa ila nuurika
03. Yaa Allah, Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang, ampunilah setiap orang yang berbuat salah kepada kami, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui-nya. Dan tunjukilah kami dengan cahaya petunjukMU agar akhlaq kami yang buruk berubah menjadi cahayaMU (petunjukMU).
04. Allahummaghfirlanaa djunuubanaa wabaa ’id bainanaa wabaina khothooyaanaa fainnahuu laa yaghfirudj djunuubana illaa anta
04. Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa kami dan jauhilah kami dari kesalahan karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.
05. Robbanaghfirlanaa djunuubanaa maa ’alimnaa minhaa, wamaa lam na’ lam
05. Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa kami baik yang kami ketahui (sengaja) maupun yang tidak kami ketahui (tidak sengaja).
06. Allahummathmainna quluubanaa liyakuunaal khoufu wal hammu wal khosy-yatu haa ribatan sinnaa
06. Ya Allah, Berilah ketenangan pada hati kami  agar ketakutan, kesedihan dan kekhawatiran  jauh dari kami.
07. Allahumma nawwir quluubanaa hatta, nastathi ’a annufarriqolhaqqo minal baathil
07. Ya Allah, Terangilah hati kami hingga kami dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil.
08. Allahumma baariklanaa wanawwir quluubanaa linastathi ’a annasy ‘uro anna hidaayatika taskunu fii quluubinaa
08. Ya Allah, Berilah keberkatan kepada kami dan terangilah hati kami untuk dapat merasakan petunjukMU didalam hati kami.
09. Allahumma nawwir quluubanaa linasy ‘uro annaka man ba ’urrohmati walmaghfiroti fiddunyaa wal aakhiroti
09. Ya Allah, Terangilah hati kami agar kami merasakan sesungguhnya Engkau pemberi rahmat dan ampunan di dunia dan di akhirat.
10. Allahummaj ’al nuuroka yunawwirus samawaati wal ardho wa jamii ’a harokaatinaa kamaa tardho
10. Ya Allah, Jadikanlah cahayaMU menerangi langit dan bumi dan setiap gerakan kami menurut yang Engkau ridhoi.
11. Robbanaftah hikmataka lijamii ‘i makhluuqoo tis samawaati wal ardhi liyakuunuu minal muhtadiin
11. Ya Allah, Ya Tuhan Kami, Bukakanlah pintu hikmahMU  (kebijaksanaanMU) untuk semua makhluk yang di langit dan di bumi agar tergolong kepada orang-orang yang mendapat petunjuk.
12. Allahumma baa ’idnaa min djhulmisy syaithooni wasyarrihi kamaa baa ’ad ta bainal masyriqi wal maghribi
12. Ya Allah, Jauhkanlah kami dari kezholiman syaiton dan keburukannya, seperti engkau menjauhkan antara timur dan barat.
13. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanataw wafil aakhiroti hasanataw waqinaa ‘adjaabannaar
Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin
Perkenankanlah ya Tuhan sekalian alam


Diterjemahkan oleh Prof.Dr. H. Hasballah Thaib, MA
Disadur Oleh : Dr. Amus Bradley
READ MORE - Do'a Pembuka Hati

Kekuatan Istighfar Yang Dahsyat


Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai’.” (TQS. Nuh: 10-12).
Anif Sirsaeba dalam bukunya “Berani Kaya, Berani Takwa” memberikan penjelasan tentang ayat yang saya kutip diatas. Mari kita belajar bersama.

Beliau mengutip pernyataan Imam al-Qurthubi rahimahullah tentang ayat diatas, “Dalam ayat itu terdapat bukti-bukti yang jelas bahwa memohon ampun adalah salah satu penyebab turunnya rizki dan hujan.”
Juga Imam al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah, beliau berkata, “Ayat itu menunjukkan, jika anda bertobat pada Allah, memohon ampun kepada-Nya, dan mematuhi perintah-Nya, maka rizki anda akan bertambah, dan anda akan diberi makan dari berkah-berkah dari langit (hujan), dan buah-buahan dari bumi yang tumbuh untuk anda, dan hasil-hasil panen yang akan tumbuh, dan tetek sapi akan penuh susunya, semuanya untuk anda! Dan Dia akan memberikan kepada anda harta benda, kekayaan dan anak-anak. Dia juga akan memberi anda kebun-kebun dari segala macam buah-buahan, dan mengadakan didalamnya sungai-sungai kecil.”
Begitulah tafsir dari dua imam besar tentang ayat Allah diatas. Allah dengan sangat gamblang melalui lisan Nabi Nuh ‘alaihissalam menunjukkan kunci sukses kehidupan kita, di akhirat dan juga di dunia, yaitu dengan selalu memohon ampun kepada-Nya. Dengan istighfar, pintu rezeki dari bumi dan langit akan terbuka, rahmat dan barakah akan mendatangi kita. Luar biasa!
Mari kita simak beberapa cerita dari salafush shalih berikut, yang menunjukkan begitu hebatnya kekuatan istighfar.
Suatu hari Umar ibn Khaththab radhiyallahu ‘anhu memanggil orang-orang agar berkumpul di lapangan. Saat itu musim paceklik lagi dahsyat-dahsyatnya. Penderitaan terjadi dimana-mana. Karena itulah khalifah mengumpulkan mereka. Mereka diajak menunaikan shalat Istisqa’ bersama-sama. Dalam shalat istisqa’ itu, semua orang memohon ampun pada Allah subhanahu wa ta’ala atas dosa-dosa mereka. Saat semua orang memohon ampun itu, Umar berdoa, “Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” Dan Maha Besar Allah, tak selang berapa lama, hujan pun turun dari langit.
Ada lagi cerita lain yang juga menarik. Suatu hari ada seseorang datang pada Imam Hasan al-Bashri rahimahullah. Ia mengeluh tentang musim paceklik. “Mohon ampunlah pada Allah agar musim paceklik cepat berlalu,” kata Hasan al-Bashri rahimahullah menasihati.
Di lain hari, ada lagi orang yang datang padanya, dan memintanya berdoa pada Allah agar menganugerahinya seorang anak. “Mohon ampunlah pada Allah agar kau segera punya anak,” jawab Hasan al-Bashri rahimahullah.
Di hari berikutnya, ada lagi orang ketiga yang datang padanya. Orang itu berkeluh kesah tentang tanamannya yang tak kunjung berbuah. Apa kata Imam Hasan al-Bashri rahimahullah? Dengan tegas beliau menasihati, “Mohon ampunlah pada Allah agar tanamanmu cepat berbuah.”
Mengamati jawaban-jawaban Imam Hasan al-Bashri rahimahullah itu, salah satu murid beliau bertanya, “Wahai guru kami, ada tiga orang yang berbeda datang kepadamu dengan keluh kesah yang berbeda pula, tetapi mengapa anda masih saja menjawab mereka dengan jawaban yang sama, yakni, mohon ampunlah pada Allah!?”
Imam Hasan al-Bashri rahimahullah langsung menjawab, “Aku tidak menjawab hal itu dari diriku sendiri. Allah telah berfirman dalam Surah Nuh, ‘Maka aku katakan kepada mereka, Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’”
Di akhir tulisan ini, marilah kita simak sabda Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.
Barangsiapa yang senantiasa memohon ampun, Allah akan membuatkan untuknya, untuk setiap duka cita, sebuah kebahagiaan, dan untuk setiap situasi yang sulit, sebuah jalan keluar, dan Dia akan menambahnya dengan makanan dari tempat yang tiada ia sangka-sangka datangnya.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).
READ MORE - Kekuatan Istighfar Yang Dahsyat

Tempat Tempat Favorit Mangkalnya Setan


1. Tempat peristirahatan unta.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yg disebutkan di dlm "Majmu Fatawa" (19/41) ketika menjelaskan tentang penyebab dilarangnya shalat di tempat peristirahatan Unta. Yang benar bahwa penyebab (dilarangnya shalat) di kamar mandi, tempat peristirahatan unta dan yang semisalnya adalah krna itu adalah tempat-tempat para setan.

2. Tempat buang air besar & kecil
Dalam hadits Zaid bin Arqam radiyallohu ‘anhu, dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad (4/373), Ibnu Majah (296), Ibnu Hibban ( 1406), Al Hakim (1/187) dan selainnya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan, pen), maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan." Kebanyakan kasus orang yg terkena gangguan jin adalah di tempat-tempat buang hajat.

3. Lembah-lembah.
Sesungguhnya jin & setan ditemukan di lembah-lembah & tidak ditemukan di pegunungan. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dlm "Majmu Fatawa" (19/33) : "Lembah-lembah adalah tempatnya kaum jin karena sesungguhnya mereka lebih banyak ditemukan di lembah-lembah daripada di dataran tinggi."

4. Tempat sampah & kotoran.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dlm "Majmu Fatawa"(19/41) : "(Setan) ditemukan di tempat-tempat bernajis seperti kamar mandi dan WC, tempat sampah, kotoran serta pekuburan."

5. Pekuburan.
Telah datang dari hadits Abu Said Al Khudri radiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Permukaan bumi itu semuanya masjid (bisa dijadikan tempat untuk shalat, pen) kecuali pekuburan & kamar mandi." (HR. Ahmad (3/83), Abu Daud (492),Tirmidzi (317), Ibnu Hibban (1699), Al Hakim (1/251) serta yang lainnya).

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dlm "Majmu Fatawa" (19/41) ketika berbicara tentang tempat-tempat jin: "Pada pekuburan itu terdapat sarana menuju kesyirikan sebagaimana pekuburan juga menjadi tempat mangkalnya para syaitan Para syaitan menuntut orang yang hendak menjadi tukang sihir untuk selalu tinggal di pekuburan. Dan disanalah syaitan turun mendatanginya dan tukang sihir itu bolak balik ke tempat ini. Para syaitan menuntutnya untuk memakan sebagian orang-orang mati.

6. Tempat yang telah rusak & kosong.
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam "Al Adab Al Mufrad" (579) dari Tsauban radiyallohu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, berkata kepadaku : "Janganlah kamu tinggal di tempat yg jauh dari pemukiman karena tinggal di tempat yg jauh dari pemukiman itu seperti tinggal di kuburan."

Hadits ini hasan. Berkata lebih dari satu ulama bahwa Al Kufuur adalah tempat yg jauh dari pemukiman manusia & hampir tidak ada seorang pun yg lewat di situ. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana yang disebutkan dalam "Majmu Fatawa" (19/40-41) ketika berbicara tentang jin: "Oleh karena itu, (syaitan) banyak ditemukan di tempat yg telah rusak & kosong."

7. Lautan
Dalam hadits Jabir radiyallohu ‘anhu berkata: Bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam:
"Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas lautan dalam riwayat lain di atar air dan kemudian dia pun mengutus pasukannya. (HR. Muslim: 2813).

Dan juga datang dari hadits Abu Musa radiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan yang lainnya dan hadits ini shahih. Sebagian ulama menyebutkan bahwa lautan yg dimaksud adalah samudera "Al Haadi" karena di sanalah tempat berkumpulnya semua benua.

8. Lubang dan Celah-celah di bukit.
Hadits Ibnu Sarjis radiyallohu‘anhu dia berkata: bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam: "Janganlah salah seorang diantara kalian kencing di lubang…" Mereka berkata kepada Qatadah: "Apa yg menyebabkan dibencinya kencing di lubang?", dia berkata : "Disebutkan bahwa itu adalah tempat tinggalnya jin". Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (5/82), Abu Daud (29), An Nasaai (34), Al Hakim (1/186) dan Al Baihaqi (1/99). Lebih dari satu ulama yang membenarkan bahwa Qatadah mendengar dari Abdullah bin Sarjis radiyallohu ‘anhu. Lihat kitab "Jami' At Tahshiil."

Hadits ini dishahihkan Al Walid Al Allamah Al Wadi'i dalam "Ash Shahih Al Musnad Mimma Laisa fii Ash Shahihain" (579).

9. Tempat-tempat kesyirikan, bid'ah & kemaksiatan
Syetan ditemukan di tempat yg di dalamnya manusia melakukan kesyirikan, bid'ah & kemaksiatan. Tidaklah dilakukan kebid'ahan dan penyembahan kepada selain Allah Subhaanahu wat’ala, kecuali syaitan memiliki andil yang cukup besar di dalamnya & terhadap para pelakunya.

10. Rumah-rumah yg di dalamnya dilakukan kemaksiatan
Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasalla bersabda: "Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yg di dalamnya terdapat anjing & gambar." (HR. Al Bukhari: 3226 dan Muslim : 2106 dari hadits Abu Thalhah dan Aisyah Radhiyallahu 'anhuma dan datang pula dari para sahabat yang lain).

Jika malaikat tidak masuk ke dalam rumah, maka syaitanlah yang masuk adalah syaitan karena malaikat adalah tentara-tentara Allah Subhanahu wa ta’ala yang diutus untuk menjaga kaum mukminin dan menolak kemudharatan dari mereka. Termasuk kebodohan adalah jika seorang muslim mengusir malaikat dari rumahnya yang menyebabkan masuknya jin dan setan ke dalamnya. Maka makmurkanlah rumah itu dengan dzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala, ibadah & membaca Al Qur'an.

Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sprti kuburan karena sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surat Al Baqarah." (HR. Muslim (780), Ahmad (2/337), Tirmidzi (2877) dan selainnya).

11. Pasar-pasar
Dari Salman radiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (2451) dan selainnya berkata: “Janganlah engkau menjadi orang pertama yg masuk pasar jika engkau mampu & jangan pula menjadi orang paling terakhir yg keluar darinya pasar karena pasar itu adalah tempat peperangan para syaitan dan disanalah ditancapkan benderanya."

Oleh karena itu, pasar merupakan tempat yg dibenci oleh Allah Subhanahu wata’ala. Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tempat yang paling disukai oleh Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar."

12.Jin dan setan berkeliaran di jalan-jalan & lorong-lorong.
Dalam hadits Riwayat Bukhari (3303) & Muslim (2012) dari Jabir radiyallohu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika telah datang malam, maka cegahlah anak-anak kalian untuk keluar karena sesungguhnya jin itu berkeliaran & melakukan penculikan. Matikan lentera di saat tidur karena sesungguhnya binatang fasik (tikus) itu kadang menarik sumbu lampu sehingga membakar penghuni rumah tersebut".
READ MORE - Tempat Tempat Favorit Mangkalnya Setan

Menyingkap Keberadaan Dajjal Lewat Hadits


Asal-Usul Keluarganya:
Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apajua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya “MinalMunzharin”.

Seperti halnya Nabi Isa as (Yesus) yg di angkat oleh Allah swt ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula keatas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah AlMunawwarah. Sama juga halnya dgn Iblis yg di tangguhkan kematiannya sehingga hari kiamat nanti.

Ayah Dajjal seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung. Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya. Menurut Imam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahwa asal keturunan bapaknya ialah seorang Dukun Yahudi yg di kenali dgn “syaqq” manakala ibunya adalah dari bangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan dengan makhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa kecil tidak diketahui dgn jelas.

Sifat Badannya:
Hadis Huzaifah r.a katanya: Rasulullah s.a.w. telah bersabda: "Dajjal ialah orang yang buta matanya sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga dan Neraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka" (Hadis Sahih Muslim)

Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis Rasulullah saw, diantaranya: Seorang yg kelihatannya masih muda; Berbadan Besar dan agak kemerah-merahan; Rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahan kayu yg rimbun.

Dan tandanya yg paling ketara sekali ada dua:
1. Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut, manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-kelip laksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat.
2. Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap org Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak. Mengikut hadis riwayat At-Thabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tanda yg terakhir ini belum ada pada dirinya.

Tempat Tinggalnya Sekarang:
Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dlm kitab “Shahih Muslim”, bahwa Dajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan ditunggu oleh seekor binatang yg bernama “Al-Jassasah”. Terdapat hadis mengenainya.. (tetapi terlalu panjang utk ditulis.. anda boleh membaca terus dari buku). Daripada Hadis ini jelaslah bagi kita bahwa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Allah swt untuk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu ialah disebelah Timur bukan di Barat.

Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya:
Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini, selama empat puluh hari. Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dgn setahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satu minggu dan hari-hari selanjutnya sama seperti hari-hari biasa.

Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia akan tinggal di muka bumi ini? Nabi saw, menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hari yg pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yg masih tinggal lagi (iaitu 37hari) adalah sama seperti hari kamu yg biasa.

Lalu kami bertanya lagi: Wahai Rasulullah saw! Di hari yg panjang seperti setahun itu, apakah cukup bagi kami hanya sembahyang sehari sahaja (iaitu 5 waktu sahaja). Nabi saw menjawab: Tidak cukup. Kamu mesti mengira hari itu dgn menentukan kadar yg bersesuaian bagi setiap sembahyang..”

Maksud Sabdaan Rasulullah saw, ini ialah supaya kita mengira jam yg berlalu pada hari itu. Bukan mengikut perjalanan matahari seperti biasanya kita lakukan. Misalnya sudah berlalu tujuh jam selepas sembahyang Subuh pada hari itu maka masuklah waktu sembahyang Zohor, maka hendaklah kita sembahyang Zohor, dan apabila ia telah berlalu selepas sembahyang Zohor itu tiga jam setengah misalnya, maka masuklah waktu Asar, maka wajib kita sembah yang Asar.

Begitulah seterusnya waktu Sembahyang Maghrib, Isyak dan Subuh seterusnya hingga habis hari yg panjang itu sama panjangnya dgn masa satu tahun dan bilangan sembahyang pun pada sehari itu sebanyak bilangan sembahyang setahun yg kita lakukan. Begitu juga pada hari Kedua dan ketiga.

Fitnah Dajjal:
Dajjal telah diberi peluang oleh Allah swt utk menguji umat ini. Oleh kerana itu, Allah memberikan kepadanya beberapa kemampuan yg luar biasa. Di antara kemampuan Dajjal ialah:

1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya.
Benda-benda beku akan mematuhinya. Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dgn kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung.

Umat akan dilanda kebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Maka daerah mana yg percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada org yg bersekutu dgn Dajjal. Manakala penduduk yg tidak mahu bersukutu dgn Dajjal..mereka akan tetap berada dlm kebuluran dan kesusahan.

Dan ada diriwayatkan penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan org yg tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran. Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah s.a.w. bertanya:”Jadi apa yg dimakan oleh org Islam yg beriman pada hari itu wahaiRasulullah?” Nabi menjawab:”Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” H.R IbnuMajah

2. Ada bersamanya seumpamanya Syurga dan Neraka:
Di antara ujian Dajjal ialah kelihatan bersama dengannya seumpama syurga dan neraka dan juga sungai air dan sungai api. Dajjal akan menggunakan kedua-duanya ini untuk menguji iman org Islam kerana hakikat yg benar adalah sebalik dari apa yg kelihatan. Apa yg dikatakan Syurga itu sebenarnya Nerakadan apa yg dikatakannya Neraka itu adalah Syurga.

3. Kepantasan perjalanan dan Negeri-Negeri yang tidak dapat dimasukinya:
Kepantasan yg dimaksudkan ini tidak ada pada kendaraan org dahulu. Kalau hari ini maka bolehlah kita mengatakan kepantasan itu seperti kepantasan jet-jet tempur yg digunakan oleh tentara udara atau lebih pantas lagi daripada kenderaan tersebut sehinggakan beribu-ribu kilometer dapat ditempuhdalam satu jam”… Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana kepantasan perjalanannya diatas muka bumi ini? Nabi menjawab:”Kepantasan perjalanannya adalah seperti kepantasan “Al Ghaist” (hujan atau awan) yang dipukul oleh angin yang kencang.” H.R Muslim

Namun demikian, Dajjal tetap tidak dapat memasuki dua Bandar suci umat Islamia itu Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah.

4. Bantuan Syaitan-Syaitan untuk memperkukuhkan kedudukannya:
Syaitan juga akan bertungkus-lumus membantu Dajjal. Bagi syaitan, inilah masa yg terbaik utk menyesatkan lebih ramai lagi anak cucu Adam a.s.
READ MORE - Menyingkap Keberadaan Dajjal Lewat Hadits

Lepasnya Setan dari Belenggu??

“Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu sorga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” [HR. Muslim]
Hadist di atas paling terkenal kalau lagi bulan ramadhan gini, tapi kemarin pas liat acaa pengajian di TV ada pertanyaan yang unik dan sering sekali di tanyakan (tapi tetep unik), pertanyaannya gini: “Kalau setan-setan di belenggu di bulan ramadhan, trus kok masih ada ya orang yg berbuat tidak baik? apa setannya lepas?”
lebih unik lagi, pas ustadznya jawab: “setannya g lepas, dan setannya tetep dibelenggu sesuai dengan hadist tersebut, tapi yg bikin jahat bin ma’siat itu adalah kader-kader didikan setan” serempak audiens tertawa mendengar jawaban sang ustadz.
yap kawan, bulan ramadhan setan emang dibelenggu tapi kader-kader didikan setan yg udah dilatih selama 11 bulan tidak dibelenggu, so tetep ati2 sama setan yah, meski di bulan ramadhan.

BELAJAR DARI MYELIN

Ada sebuah konsep menarik tentang Myelin yang mungkin bisa menjelaskan bagaimana kader-kader didikan setan ini bisa eksis. Myelin merupakan selubung yang menyelimuti sel saraf kita, nah selubung ini terdiri atas lapisan-lapisan, semakin banyak kita melatih suatu keterampilan, atau melakukan suatu kebiasaan, maka lapisan selubung inipun akan semakin tebal, dan kitapun menjadi semakin mudah dan semakin terlatih melakukan hal tersebut.
Misalnya seorang atlet lompat indah, semakin sering ia beratih, myelinnya semakin tebal dan semakin terampil ia melakukan lompatan indah, bahkan ia bisa melakukan gerakan lompat indah seara refleks. Nah tampaknya begitu pula yang dilakukan oleh setan2 selama 11 bulan ini terhadap diri kita. Setan-setan itu melatih dan membiasakan kita dengan kegiatan2 buruk dan sia-sia, sehingga kegitan dan kebiasaan buruk itu terekam di dalam myelin kita, naaah pas bulan ramadhan, meskipun para setan terbelenggu, myelin kita secara refleks terus mengajak untuk tetap melakukan hal-hal buruk tadi….. jadi deh kader-kader setan (yg tak terbelenggu meskipun bulan ramadhan). :D
moga bermanfaat.

Sumber : iqbalali.com
READ MORE - Lepasnya Setan dari Belenggu??

Imam Ghazali, 40 Jilid Kitabnya Musnah Dibakar



Di kalangan para sufi, Imam Ghazali adalah ikon tersendiri. Ia sangat produktif, sementara karya-karyanya sungguh luar biasa. Dalam beberapa tulisannya, tasawuf disuguhkan dalam penalaran dan argumentasi yang sungguh mencengangkan. Hampir semua karyanya menjadi rujukan dan bahan penelitian hingga kini.
Bagi Ghazali, tasawuf merupakan himpunan antara akidah, syariat dan akhlak. Baginya perjalanan spritual seseorang mampu menjernihkan hati secara berkesinambungan sehingga mencapai tingkat Musyahadah (kesaksian).
READ MORE - Imam Ghazali, 40 Jilid Kitabnya Musnah Dibakar

Imam Ghazali, Filsuf Besar dan Sufi Brilian Berilmu Tinggi


Ia pembaharu tasawuf dan filsafat dalam Islam. Gagasan dan karya-karya Hujatul Islam ini, menjadi rujukan sampai sekarang.
Dalam rak-rak di sebuah toko buku, tampak berjejer buku-buku tentang sufi. Tetapi ada hal yang mencolok. Buku-buku karya Al-Ghazali begitu dominan. Hampir dua puluh buku karya ulama besar ini banyak diminati calon pembeli. Karya Imam Al-Ghazali memang menarik. Tulisannya tidak hanya memikat, tetapi juga selalu aktual sepanjang zaman. Tidak salah jika gagasan dan pikirannya tentang Tasawuf banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Imam Ghazali adalah ulama yang mampu mendiskripsikan tasawuf, syari’at dan Akhlak dengan jelas dan argumentatif.
READ MORE - Imam Ghazali, Filsuf Besar dan Sufi Brilian Berilmu Tinggi