Pendahuluan : Kedokteran Islami



Apakah yang dimaksud dengan kedokteran islami? Apakah ia merupakan cabang ilmu kedokteran yang tunduk pada kehendak Allah secara total. Atau teknik pengobatan yang berhasil ditempuh kaum muslimin secara sempurna. Atau ilmu kedokteran modern yang bersumber dari ajaran-ajaran Tuhan dan penerapannya sesuai dengan sumber-sumber tersebut?

Pada Muktamar Internasional Kedokteran Islami pertama di Kuwait tahun 1981 ditetapkan enam karakteristik dasar kedokteran islami, yaitu :
1. Kedokteran islami harus tunduk pada ajaran-ajaran dan etika Islam
2. Kedokteran islami harus rasional dan riil sehingga bisa diaplikasikan dengan baik
3. Kedokteran islami harus menyeimbangkan perhatiannya tehadap tubuh, akal, ruh, serta terhadap individu dan masyarakat.
4. Kedokteran islami harus bersifat universal sehingga bisa dipelajari oleh siapa saja dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua orang.
5. Metodologi kedokteran islami harus bisa dibuktikan secara ilmiah. Kesimpulan-kesimpulannya harus logis berdasarkan riset dan penelitian yang akurat.
6. Kedokteran islami harus unik dan istimewa, serta dapat mewujudkan apa yang tak dapat diwujudkan oleh teknik pengobatan lainnya.

Dalam muktamar itu juga disusun program penyembuhan terhadap berbagai penyakit yang tak bisa diobati. Dan pada 1986, program tersebut telah diaplikasikan di beberapa kota, diantaranya Panama, Florida, dan Dubai (Uni Emirat Arab).

Akhir-akhir ini bermunculan sejumlah penyakit yang dianggap sulit disembuhkan. Seperti kanker, penyakit kerapuhan kronis (chronic degeneration disease) yang menyerang persendian dan tulang, penyakit jantung, penyakit system saraf pusat, serta penyakit liver seperti hepatitis kronis dan cirrhosis dini. Selain itu, ada pula penyakit-penyakit seperti gangguan organ pernafasan, penyakit paru-paru kronis (chronic obstruction pulmonary disease), serta penyakit system kekebalan tubuh seperti rematik, arthritis, lupus, dan erythematic. Terakhir, ada sekelompok anak-anak yang menderita keterbelakangan mental dan beberapa gangguan genetik (genetic abnormality) lainnya.

Seluruh pasien yang menderita penyakit-penyakit di atas mengalami gejala yang sama, mereka gagal dalam merespons berbagai pengobatan medis modern. Sebagian malah ada yang tak bisa diobati sama sekali. Padahal pengobatan diatas mencakup berbagai bentuk dan teknik pengobatan, baik modern maupun alternatif.
Sebagaimana penderita kanker mendapatkan perawatan dengan menggunakan obat antikanker dan berbagai produk herbal yang menilai efek empiris melawan sel-sel kanker, maka kedokteran islami bertujuan untuk mengubah pola hidup pasien secara mendasar. Terutama dalam hal makanan, pikiran dan gaya hidup. Untuk itu, mereka harus dijauhkan dari berbagai dampak negative yang mungkin timbul akibat lingkungan yang buruk. Singkatnya, bagaimana mereka dapat menjalani kehidupan dengan cara yang lebih layak dan sesuai dengan ajaran-ajaran agama.

Dari beberapa petikan ayat Al-Qur’an dan hadits nabi, kami mendapatkan suatu pemahaman baru. Pemahaman tentang respon penyakit biologis dan mekanisme pengobatannya, dan pemahaman tentang hubungan antara penyakit kronis dan gangguan kekebalan tubuh. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi kekebalan tubuh beberapa pasien yang menderita penyakit kronis di Dubai dan Panama, ditemukan adanya gangguan pada kekebalan tubuh mereka. Kadar gangguan ini berbeda-beda antara satu pasien dengan yang lainnya.

Kami juga mendapatkan pemahaman tentang hubungan antara penyakit kronis dengan perasaan negatif pada diri seseorang. Setiap pasien yang menderita penyakit kronis-baik parah atau tidak-memiliki perasaan negatif yang berlebihan. Perasaan negative ini tampak sebelum pasien didiagnosis. Saat gejala penyakit kronis timbul, perasaan negatif yang terlihatpun semakin bertambah.

Berdasarkan studi yang kami lakukan, ternyata lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an memiliki efek langsung dalam mengurangi kegelisahan dan depresi. Bahkan secara langsung atau tidak, memiliki efek dalam merangsang sistem kekebalan tubuh sehingga membantu proses penyembuhan. Efek ini terjadi dengan cara mendengarkan beberapa ayat Al-Qur’an, walaupun tanpa memahaminya. Efeknya semakin bertambah jika mendengarkan bacaan Al-Quran disertai pemahaman akan maknanya.

Efek penyembuhan ini tampak jelas dalam meningkatkan system kekebalan tubuh. Apalagi jika digunakan secara rutin sebagai salah satu metode pengobatan yang diterapkan kepada setiap pasien, baik muslim maupun nonmuslim.

Demikian pula dengan hadits tentang pengaruh madu terhadap kesembuhan manusia. Berbagai riset menyimpulkan bahwa madu berkhasiat meningkatkan system kekebalan tubuh. Juga hadits tentang habbah sauda’ (jintan hitam) yang menyatakan tumbuhan ini mengandung obat segala penyakit, kecuali kematian.

Hadits tentang habbah sauda’ diatas memunculkan dua pertanyaan yang mungkin belum terjawab. Pertama, apakah efek penyembuhan tumbuhan ini juga berlaku pada semua penyakit yang memiliki karakteristik berbeda-beda dan sebab-sebab yang beragam? Kedua, pengecualian ‘kematian’ dalam hadits diatas. Apakah mungkin terjadi karena setiap orang yang sudah mati tentu tidak membutuhkan habbah sauda’?

Pertanyaan pertama sudah terjawab. Melalui berbagai riset yang dilakukan dalam rentang waktu antara 1986-1987 telah dibuktikan adanya pengaruh katalis habbah sauda’ terhadap kekebalan tubuh. Dengan demikian, tumbuhan ini dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Habbah sauda’ juga dapat memulihkan pasien pascaoperasi dan membantu meminimalkan gangguan-gangguan pascaoperasi.

Pertanyaan kedua juga telah berhasil dijawab beberapa tahun berikutnya. Disimpulkan bahwa selama masih ada sedikit fungsi pada salah satu jaringan atau organ yang terserang penyakit, berarti masih ada harapan untuk sembuh total atau parsial. Disisi lain, apabila jaringan atau organ tersebut mati total dan kehilangan fungsinya, maka tak ada lagi kesempatan dan harapan terhadap berbagai upaya pengobatan apapun.

Sumber :
buku pintar : Sains dalam Al-Qur’an karya Dr. Nadiah Thayyarah
READ MORE - Pendahuluan : Kedokteran Islami

12 Kaum yang dibinasakan Allah dalam Al-Qur'an




"Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?" Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi; yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim." (QS. Huud, 11:81-83).

Dalam al-Quran, banyak sekali diceritakan kisah umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang. Yang berikut adalah kaum-kaum yang dibinasakan.

Kaum Nuh
Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nuh (al-Ankabut: 14).

Kaum Nabi Hud
Nabi Hud diutus untuk kaum 'Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Lalu Allah mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar sampai mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (at-Taubah: 70, Al-Qamar: 18, Fushilat: 13, an-Najm: 50, Qaf: 13).

Kaum Nabi Saleh
Nabi Saleh diutus Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (al-Hijr: 80, Hud: 68, Qaf: 12).

Kaum Nabi Luth
Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan homoseksual dan lesbian, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis. Kendati pun sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (al-Syu'ara: 160, an-Naml: 54, al-Hijr: 67, al-Furqan: 38, Qaf: 12).

Kaum Syuaib
Syuaib diutus kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Ketika membeli, mereka minta dilebihkan dan ketika menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa udara panas yang teramat sangat. Kendatipun mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tidak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa. (At-Taubah: 70, al-Hijr: 78, Thaaha: 40, dan al-Hajj: 44).

Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang lapangan tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah). (Al-Hijr: 78, al-Syu'ara: 176, Shad: 13, Qaf: 14).

Firaun
Bani Israel sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun bahkan mengaku sebagai tuhan. Firaun akhirnya maut di Laut Merah dan jasadnya tidak hancur dan telah ditemukan oleh arkeolog modern. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (al-Baqarah: 50 dan Yunus: 92).

Ashab al-sabt
Mereka adalah sekelompok fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina (al-A'raf: 163).

Ashab al-Rass
Rass adalah nama sebuah sumur yang kering airnya. Nama al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Beberapa riwayat mengatakan, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (ada pula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibinasakan Allah (al-Furqan: 38 dan Qaf: 12).

Ashab al-Ukhdudd
Ashab al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman dilemparkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yang tengah menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (al-Buruj: 4-9).

Ashab al-Qaryah
Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Antaqiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (Yasin: 13).

Kaum Tubba '
Tubaa 'adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah sampai melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka sampai binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (ad-Dukhan: 37).

Kaum Saba
Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan bendungan Ma'rib dengan banjir besar (Al-Arim). (Saba: 15-19).
READ MORE - 12 Kaum yang dibinasakan Allah dalam Al-Qur'an

Pengaruh Peradaban Islam Terhadap Dunia Matematik

 



Pada awal kurun ke-7, satu tamadun baru muncul di tanah Arab. Dibawah pimpinan Muhammad s.a.w, dakwah yang bawa Rasulullah tersebar pesat dan luas menambat hati dan iman penduduk Semenanjung Arab. Kurang satu abad selepas kota Mekah dibuka semula pada tahun 630, kerajaan Islam telah berjaya menyebar luaskan agama Islam sehingga ke India dan hingga ke tengah benua Asia bagi bahagian timur.

Di bahagian barat, penyebaran agama Islam lebih cepat berlaku terutamanya dibahagian utara benua Afrika. Pada Tahun 711, Islam berjaya sampai ke Sepanyol. Hasil daripada penyebaran agama Islam hingga hampir dua per tiga dunia memberi perkembangan dan kemajuan kepada kerajaan Islam. Budaya Islam menjadi cara hidup manusia pada ketika itu.

Inilah titik permulaan kepada perkembangan ilmu pengetahuan. Agama Islam telah membawa satu budaya yakni budaya cintakan ilmu yang sangat besar peranannya kepada dunia ilmu pengetahuan. Itulah cantiknya Islam, tidak pernah menolak bulat-bulat ilmu pengetahuan di dalam kehidupan.



Sejarah Matematik Islam

Ahli sejarah dan Ahli Matematik barat lebih suka merujuk perkembangan sejarah Matematik ditanah Arab sebagai Matematik Islam kerana ia adalah kesinambungan daripada ajaran Islam yang bawa Rasulullah yang mementingkan soal ilmu pengetahuan. Perkembangan Ilmu pengetahuan banyak berlaku di zaman pemerintahan Abbasiyyah yang dalam masa yang sama Eropah masih di Zaman Gelap. Oleh itu ilmu lebih banyak terbudaya dikalangan orang Islam manakala orang Eropah disekat hak untuk berfikir. Jadi, Matematik Islam lebih sesuai dengan daripada Matematik Arab.

Pada tahun 766, Khalifah Al-Mansur membuka kota Baghdad yang selepas itu menjadi tempat perkembangan Ilmu termasyhur didunia. Cendiakawan dan cerdik pandai dialu-alukan kedatangan mereka ke Kota Baghdad. Khalifah Harun al-Rashid yang memerintah dari tahun 786 hingga 809 telah menubuhkan perpustakaan di Baghdad. Manuskrip-manuskrip dikumpulkan dari pelbagai bidang dan akademi-akademi di timur barat terutamanya dari tamadun Yunani termasuk manuskrip Matematik Yunani Klasik dan teks-teks saintifik. Kemudian ia diterjemahkan ke bahasa Arab. Penganti Harun al-Rashid, Khalifah Al-Ma'mun meneruskan usaha ini pada skala yang lebih besar dan sehingga tertubuhnya Baitul Hikmah yang bertahan selama 200 tahun. Ilmuan-ilmuan dari seluruh bahagian dalam pemerintahan dijemput untuk menterjemahkan bahasa Greek dan India dan juga menjalankan penyelidikan.

Pada akhir kurun ke-9, pelbagai kertas-kertas kerja cendiakawan seperti Euclid, Archimedes, Apollionius, Diophantus, Plotemy dan ramai lagi ahli matematik Yunani diterjemahkan kebahasa arab untuk kegunaan ilmuan-ilmuan disana. Ilmuan-ilmuan islam bukan hanya mengumpul kajian-kajian lama, bahkan mereka telah mengembangkan ilmu-ilmu kepada satu perspektit baru yang lebih releven. Ini kerana ahli matematik sebelum mereka mengunakan matematik untuk perkara-perkara yang tidak penting kepada manusia seperti menghitung cinta dan sebagainya. Di dalam Matematik Islam, ia lebih banyak digunakan untuk perkara-perkara yang praktikal dan berguna untuk manusia, dan juga disebut sebagai Sunnatullah. Para Ilmuan Islam mengkaji dan berakhir dengan bertemu dengan Kebesaran Allah. Inilah beza antara saintis Islam dan saintis. Tujuan mereka adalah Allah.

Ilmuan Islam sentiasa memulakan kerja dengan lafaz "Basmalah".

"The mathematicians responded by always invoking the name of God at the beginning and end of their works and even occasionally referring to Divine assistance throughout the texts" -(Victor J. Katz)

Terpegun membaca ayat ini. Subhanallah, begitulah akhlak ilmuan Islam dahulu yang sentiasa mengingati Allah dalam setiap perkerjaan yang mereka lakukan. Sentiasa memulakan dan mengakhiri dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, serta segala apa yang mereka berjaya hasilkan, mereka dikembalikan pujian hanya kepada Allah.

Tidak seperti ahli matematik Yunani, Ilmuan Islam tidak hanya berdasarkan teori, bahkan juga secara praktikal untuk memudahkan kehidupan seharian manusia, atau hari ini dikenali sebagai Applied Math atau matematik gunaan.

Hari ini, satu sejarah lengkap tentang Matematik Islam masih belum ditulis, kerana masih banyak tinggalan manuskrip Ilmuan Islam yang masih belum dikaji di perpustakaan seluruh dunia. Oleh kerana kepentingan politik yang memeningkan, akses kepada hasil kajian mereka yang penting disekat dan dilarang. Namun, fakta asas tentang dunia Matematik Islam masih diketahui. Antara sebab penyekatan ini adalah untuk mengelak umat Islam sedar yang tamadun Islam sangat banyak menyumbang kepada percambahan ilmu pengetahuan pada masa ini. Ia juga antara rancangan musuh Islam untuk melenyapkan kehebatan Islam dari pengetahuan umat Islam di Zaman ini.

Ahli matematik Islam banyak menyumbang untuk secara khususnya dalam penggunaan titik perpuluhan, dan juga mengembangkan topik Algebra secara tersusun dan juga dalam topik Geometri. Beberapa penambahbaikan dalam topik Trigonometri. Apabila Eropah keluar dari Zaman Gelap, mereka tidak memerlukan masa yang banyak untuk mengejar apa yang mereka terkebelakang kerana semuanya hampir lengkap. Hanya perlukan penjenamaan semula dan kembangkan ilmu itu.

(Olahan semula dari buku A History Of Mathematics: An Introduction; Victor J. Katz: Chapter The Mathematics of Islam)

Sejarah ditulis oleh pemenang

Hari ini, banyak formula-formula dan tajuk-tajuk matematik terabadi nama ilmuan barat didalamnya. Walaupun hakikatnya mereka hanya menjenamakan semula apa yang telah ada dalam dunia matematik Islam. Nama-nama ilmuan Islam tidak terabadi dalam sebarang teori-teori dan formula-formula matematik. Hanya nama-nama seperti Euclid, Newton, Einstein, Diophantus, Sarrus, Fibonacci dan sebagainya lebih banyak diabadikan. Mungkin nama-nama ilmuan Islam tidak diabadikan bertujuan untuk menjauhkan Islam daripada disebut dalam lecture dan supaya Islam dilihat tidak significant dengan Ilmu.Sekadar pandangan.

Ayuh budayakan semula budaya cintakan Ilmu supaya kita turut maju kehadapan dan kita hapuskan salah tanggapan dunia kepada Islam. Kembalilah kepada Islam. Hujung Akal, pangkal Agama. Ilmu ditimba diakhirnya bertemu dengan Kebesaran Allah, Tuhan Yang Mengetahui.

-Artikel iluvislam.com
READ MORE - Pengaruh Peradaban Islam Terhadap Dunia Matematik

Pandangan Islam Tentang Kesehatan



“Ya Tuhanku ampuni aku, kasihini aku, cukupkan aku, angkatlah derajatku, berikan aku rizki, beri aku petunjuk dan kesehatan, dan ampunilah aku.”

Merasa familiar atau asing dengan kata-kata tersebut? Ji

ka merasa asing, bagaimana kalau saya terjemahkan ke dalam bahasa arab.

“Rabbighfirli warhami wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa ‘afini wa’fu’anni,”

Ya, itu adalah bacaan yang selalu kita baca ketika shalat, khususnya ketika kita duduk diantara dua sujud. Setiap hari tanpa kita sadari kita sering meminta kepada Allah untuk diberikan kesehatan, tapi apakah kita sadar? Ataukah meskipun kita sadar, seberapa jauhkah kita berupaya untuk hidup sehat?

Agama kita sangat mengatur tentang kesehatan, karena islam merupakan agama yang kaffah (sempurna) yang mengatur semua lini kehidupan manusia, mulai dari bagaimana manusia beribadah, berakhlak, melakukan aktivitas sehari-hari, dan salah satunya bagaimana manusia tersebut berperilaku sehat.

Rasulullah SAW bersabda: “Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang. (HR. Ahmad)

Kesehatan merupakan sesuatu yang banyak dilalaikan oleh manusia. Kita bisa melihat, banyak orang yang mempersiapkan dirinya untuk urusan pendidikan, pekerjaan, hobi, atau lain sebagainya, tapi sedikit sekali orang yang mempersiapkan atau memikirkan tentang kesehatannya. Padahal, bila tanpa kesehatan, hidup kita ini seperti hampa. Banyak orang yang mengejar kehidupan dunianya dan melalaikan kesehatannya. Banyak orang yang kerja banting tulang siang dan malam untuk mencari makan, tapi malah tidak sempat makan. Banyak orang yang berlomba-lomba dalam membangun rumahnya, tapi mereka malah tidak bisa menikmati rumahnya karena lebih sering tergeletak di rumah sakit.

Saya lebih setuju bahwa islam dalam pengaplikasiaan kesehatannya lebih banyak berupa tindakan-tindakan preventif (pencegahan) daripada tindakan-tindakan yang sifatnya kuratif (pengobatan), yang memberikan perintah-perintah untuk menjaga kesehatan dan larangan-larangan yang bisa menimbulkan penyakit. Mengapa saya berpendapat seperti ini, karena tauladan kita, nabi besar Muhammad SAW, dalam beberapa riwayat, dari lahir sampai menutup usia hanya pernah mengalami sakit yang bisa dihitung oleh jari kita. Jadi model manusia sempurna ini tidak banyak mencontohkan bagaimana beliau mengobati penyakitnya, tapi lebih banyak memberikan kita contoh bagaimana cara hidup terjauh dari penyakit.

Tentu saja ini hubungannya dengan ajaran agama kita yang sempurna, yang telah disinggung di atas tadi. Manusia diciptakan oleh Allah seperti mesin yang diproduksi oleh pabrik. Mesin ketika telah diproduksi akan memiliki buku panduan penggunaanya yang nantinya akan berguna untuk mencegah mesin tersebut cepat rusak. Manusia juga memiliki pedoman yang luar biasa lengkap di dalam al-Quran dan as-Sunnah tinggal apakah kita bisa mengaplikasikannya atau tidak.

Saya akan mengambil contoh salah satu ayat dalam alqur’an, yaitu surat al baqarah ayat 173. “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Dari ayat ini, setidaknya Allah mengharamkan empat jenis makanan untuk kita konsumsi. Karena allah pasti tahu setiap makanan yang Allah haramkan pasti mempunyai mudharat (kerugian) bagi manusia. Sebenarnya apa saja kira-kira ke-mudharatan tiap makanan tersebut? khususnya tiga makanan yang disebutkan paling awal.

Bangkai, merupakan binatang yang mati dengan tidak melalui penyembelihan, bisa karena tercekik, terpukul, jatuh, ditanduk (QS almaidah: 3) ataupun karena sebab-sebab yang lainnya. Penyebab-penyebab kematian tersebut sebagian besar mengakibatkan darah tidak mengalir keluar dari tubuhnya, darah tersebut akan membeku di dalam tubuh dan menggumpal. Selain itu, bangkai juga mengandung racun yang nantinya akan tetap berada di dalam daging, Ini jelas berbeda jika kita menyembelih hewan tersebut secara syar’i, hewan akan mengeluarkan darahnya karena pembuluh darah di leher dipotong sehingga dagingnya segar dan terhindar dari zat-zat beracun.

Darah, merupakan cairan yang mengalir dalam pembuluh darah kita. Kita ketahui sendiri, banyak penyakit yang bisa menular dari darah, karena memang darah itu sendiri merupakan tempat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bakteri-bakteri. Sehingga dengan menghindari konsumsi darah, kita bisa menghindari tertular penyakit.

Babi, merupakan binatang yang tubuhnya dijadikan tempat paling subur untuk perkembangbiakan berbagai parasit (misalanya Taenia Solium) dan penyakit berbahaya. Dari penelitian di Cina dan Swedia-mayoritas penduduknya memakan daging babi-menunjukkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus. Presentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, berkebalikan di negara-negara islam yang presentasenya relatif rendah.

Itu merupakan salah satu contoh pengaplikasiaan ayat suci alqur’an dalam upaya kita untuk menjaga kesehatan, khususnya dalam hal makanan. Upaya ini dilakukan dengan cara preventif, sehingga kita bisa terhindar dari penyakit.

Selain itu, kita sering melihat kyai-kyai di sekitar kita atau yang biasa kita sebut dengan sesepuh yang taat beribadah kepada Allah memiliki umur yang lumayan panjang. Selanjutnya, ada sebuah penelitian yang lebih mencengangkan lagi, David B. Larson pernah meneliti antara orang yang taat beragama dan yang tidak, dan hasilnya, orang yang taat beragama menderita penyakit jantung 60% lebih sedikit, tingkat bunuh diri 100% lebih rendah , dan tekanan darah tinggi jauh lebih sedikit.

Kira-kira kenapa ini bisa terjadi? Kemungkinannya, orang yang taat beribadah berperilaku sesuai dengan tujuan penciptaannya, sesuai dengan buku pedomannya, yaitu Alqur’an. Jadi marilah kita sama-sama menjaga kesehatan ini dengan senantiasa berpegang teguh pada pedoman agama kita. Semoga dengan senantiasa berpegang teguh, kita selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.

Disamping itu semua, jika memang kita sudah tetap menjaga kesehatan tapi ditakdirkan oleh Allah Swt untuk sakit, maka sakit itu merupakan ujian kesabaran dari-Nya, apakah kita bisa melewatinya atau tidak. Keshalehan seseorang bukan merupakan patokan kesehatannya. Seorang nabi Ayub-pun diberi ujian sakit oleh Allah swt, kita?

Wallahualam..

Husni Fauzal R. (FK UNTAN 09)
READ MORE - Pandangan Islam Tentang Kesehatan

Hikmah di Balik Spektrum Warna diwaktu Shalat




Ditanya Nabi SAW, apakah amalan yang sebaiknya, maka bersabda Nabi: Shalat di awal waktunya "(Riwayat oleh At-Tirmidzi dan Abu Daud, Al-Albani menshohihkannya)

Nabi SAW bersabda. Artinya: "tangguhlah sehing

ga dingin untuk shalat dhuhur, karena kekuatan panas (matahari) adalah dari panas neraka jahannam." (Hadits shohih riwayat Al-Bukhari)

Setiap peralihan waktu sholat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang bisa diukur dan dicerap melalui perubahan warna alam.



***



SUBUH

Waktu sholat subuh adalah dimulai setelah terbit fajar shadiq sampai terbitnya matahari.

Pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh memiliki rahasia terkait dengan penawar / rezeki dan komunikasi.

Mereka yang sering tertinggal waktu subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, akhirnya akan mengalami masalah komunikasi dan rezeki.

Ini karena energi alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang harus terjadi dalam kondisi roh dan jasad menyatu (keserentakan ruang dan waktu) - dalam arti kata lain jaga dari tidur.

Disini juga dapat kita cungkil akan rahasia diperintahkan sholat diawal waktu. Dimulainya saja azan Subuh, energi alam pada waktu itu berada pada tingkat optimal. Energi inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat subuhnya sebenarnya sudah mendapat tenaga yang tidak optimal lagi.



Zuhur

Waktu shalat zhuhur adalah dimulai sejak matahari tergelincir ke barat dan berakhir di saat bayangan sesuatu benda seperti kayu panjang itu sama benar panjangnya dengan kayu tersebut.

Warna alam berikutnya berubah ke warna hijau (isyraq & dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zhuhur. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan.

Warna kuning ini memiliki rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan mengalami masalah di perut dan hilang sifat cerianya.


ASAR

Waktu shalat asar adalah dimulai setelah waktu Zuhur berakhir, yaitu ketika bayangan sesuatu benda seperti kayu panjang, sama panjang dengan bendanya dan berakhir setelah matahari terbenam.

Warna alam akan berubah ke warna oranye, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang mencakup sistem reproduksi. Rahasia warna oranye ialah kreativitas.

Orang yang kerap tertinggal Ashar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Ashar ni jasad dan roh seseorang ini terpisah.Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Asar ni amat dibutuhkan organ reproduktif kita ;)



MAGHRIB

Waktu shalat mahgrib adalah dimulai setelah terbenamnya matahari dan berakhir saat mega merah telah hilang dan tidak terlihat.

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasehatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini berarti jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga karena mereka resonan dengan alam.

Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (sholat Maghrib dulu la ...) karena banyak interferensi (difraksi) terjadi pada waktu ini yang dapat menyesatkan mata kita. Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.



ISYA

Waktu isya adalah dimulai setelah hilangnya mega merah sampai terbitnya fajar shadiq yaitu subuh.

Ketika masuk waktu Isya, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fase Kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kontrol otak.

Mereka yang sering ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam. Tidur pada waktu ini disebut tidur delta dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam istirahat.

Setelah tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana itu bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus.

Tubuh seharusnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini disebut Qiamullail.




***




Begitulah secara ringkas keterkaitan waktu shalat dengan warna alam. Manusia kini memang telah sadar akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor adanya bermacam-macam metode meditasi yang dibuat seperti taichi, qi-gong dan sebagainya.

Semuanya dibuat untuk menyerap energi-energi alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di'kurniakan 'syariat sholat oleh Allah swt tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini.

Hakikat ini seharusnya menginsafkan kita bahwa Allah mewajibkan shalat ke atas hambanya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta karena Dia tahu hamba-Nya ini amat-amat membutuhkannya.


Disalin dan sedikit dimodifikasi dari: http://4ayesha.blogspot.com/2008/08/solat-dan-kesihatan.html dan
http://www.waktusolat.com.my/
READ MORE - Hikmah di Balik Spektrum Warna diwaktu Shalat

Kisah Elang dan Lebah

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia". kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl : 68-69)


Di pagi yang cerah, di antara rindangnya pepohonan, tampak seekor burung elang sedang bermalas-malasan beristirahat di dahan sebatang pohon. Selama beberapa hari burung elang berulang kali hinggap di dahan pohon yang sama karena tertarik mengamati kegiatan segerombolan tawon (lebah) yang terlihat sibuk bekerja bersama-sama membuat sarang yang berjuntai di dahan sebatang pohon.
Tampak seekor tawon sebentar terbang hinggap di antara bunga-bunga hutan yang mekar, mengisap sari madu, dan terbang kembali ke dahan memberikan sari madu ke sarangnya, dan begitu seterusnya. Burung elang dengan tidak sabar menegur seekor tawon yang sedang terbang di dekatnya, "Hai tawon kecil, kamu sibuk terbang dari satu bunga ke tempat sarangmu, memangnya apa yang sedang kamu kerjakan?" 
Tawon pun menjawab: "Aku dan kawan-kawan sedang membuat sarang." 
"Untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur tawon kan sangat pendek. Sudahlah...,tidak perlu susah-susah bekerja! Santai-santai saja dan nikmati kehidupanmu yang singkat itu."Demikian burung elang menasihati si tawon. 
"Umurku memang tidak sepanjang umurmu burung elang. Tapi justru karena pendeknya waktu yang aku punya, aku tidak boleh menyia-nyiakan nya. Aku harus bekerja giat dan lebih rajin agar sarang kami bisa selesai sesingkat umur kami," 
jawab tawon. "Untuk apa sarangmu harus diselesaikan cepat-cepat, toh kamu akan segera mati," elang menanggapi dengan cepat. "Maka, kamu pun tidak bisa menikmati sarang yang telah dibuat dengan susah payah,"
"Hahaha, tuan elang yang gagah dan berumur panjang, kasihan sekali caramu berpikir.Justru umur kami yang singkat inilah yang harus kami hargai dengan sungguh-sungguh. Kami memang makhluk kecil dan berumur pendek tetapi kami bangga dan bahagia karena bisa berarti bagi makhluk lain yaitu dengan memberi semua hasil kerja keras yang telah dilakukan seumur hidup kami. Itulah arti keberadaan kami," pungkas tawon kecil sambil terbang berlalu. 
Mendengar ucapan tawon kecil, si burung elang terdiam. Ia tidak mampu berkata-kata lagi dan bersombong diri. Ternyata di balik penampilan makhluk yang kecil dan berumur pendek, kehidupan mereka pun memiliki arti tersendiri. 
Seberapa pun panjang dan pendeknya sebuah kehidupan, itu adalah misteri alam dari Allah Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, kita tidak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir. Tetapi jika di setiap penggal waktu yang kita punya, kita punya dedikasi untuk melakukan yang terbaik serta mampu bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri, apalagi juga bermanfaat bagi orang lain, niscaya tiap tiap hari yang kita jalani adalah hari yangpenuh gairah , gembira, optimis, produktif, dan dinamis! 

Sumber : Abatasa
READ MORE - Kisah Elang dan Lebah