Showing posts with label sains. Show all posts
Showing posts with label sains. Show all posts

Inilah Beda Janin Ibu Merokok dan Tidak Merokok.



GAMBAR atas adalah janin sehat yang terlihat di dalam rahim. Gambar bawah janin di dalam rahim yang ibunya merokok.

Apa bedanya?

Dalam satu penelitian menarik terhadap ibu hamil ditemukan, janin dari ibu merokok tampak menggerak-gerakan mulutnya dan menyentuh dirinya secara aktif dibanding janin yang ibunya tidak merokok.

Penelitian melibatkan 20 ibu hamil, yang empat orang di antaranya merokok rata-rata 14 batang sehari. Dr Nadja Reissland mempelajari scan gambar bergerak 4D dan mencatat ribuan gerakan kecil di dalam rahim.

Janin biasanya menggerakan mulut mereka dan menyentuh diri. Tetapi menjelang mendekati kelahiran, gerakan janin berkurang menunjukkan ia sudah dapat mengendalikan dirinya.

Tetapi dalam penelitian ini menunjukkan, janin dari ibu perokok menunjukkan kelambatan perkembangan sistem syaraf pusat.

Penelitian yang dilakukan oleh Durham dan Lancaster University ini diterbitkan dalam jurnal Acta Paediatrica, kemudian dilansir laman Metro, Senin (23/3/2015).

Dr Reissland dari Departemen Psikologi Durham, mengatakan: “Studi lebih lanjut yang intensif diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil ini dan untuk menyelidiki efek tertentu, termasuk interaksi ibu dalam kondisi stres dan merokok.”
Dia meyakini, gambar perbedaan perkembangan janin pra-kelahiran bisa membantu ibu untuk berhenti merokok.

Peneliti pendamping Profesor Brian Francis dari Lancaster University, menambahkan: “Penggunaan teknologi telah memperlihatkan apa yang sebelumnya tersembunyi, mengungkapkan bagaimana merokok mempengaruhi perkembangan janin tanpa kita sadari.
“Kita belum mendapatkan bukti lebih lanjut dari efek negatif merokok pada kehamilan,” katanya.
Para peneliti berharap akan memperluas penelitiannya.*

Sumber : Hidayatullah.com
READ MORE - Inilah Beda Janin Ibu Merokok dan Tidak Merokok.

Kebenaran Ilmiah Hadis “Jarak Antara Dua Pintu Surga”


Foto: ‎Kebenaran Ilmiah Hadis “Jarak Antara Dua Pintu Surga”

Eramuslim - Pada 2012, Seorang Ilmuwan Islam, Syekh Abdul Majid Az-Zindany mengumumkan sebuah Kebenaran Mukjizat Ilmiah (Ijazul Ilmy), dari  sabda  seorang Nabi disampaikan 14 abad yang lalu, dalam Hadist Abu Hurairah Bahwa Sabda Rasululullah Saw (dalam Hadist yang panjang):

والذينفسمحمدبيدهإنمابينالمصراعينمنمصاريعالجنةلكمابينمكةوهجرأوكمابينمكةوبصرى

“.. Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu (yang ada daun pintunya) dari pintu-pintu surga seperti antara Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bushra.” (HR. Muslim no. 287)

Ilmuwan itu mengatakan pengukuran yang dilakukan dilapangan (secara daratan) tidak sepenuhnya bisa diandalkan, maka dari itu harus diukur  secara mengudara agar yang tidak terhalangi oleh hambatan medan di tanah, dan model pengukuran mustahil terdapat di masa Rasulullah Saw. Namun setelah  pesawat terbang dan satelit ditemukan pada abad kedua puluh, Manusia telah mampu mengukur  jarak antara Makkah dan Hajar dan jarak antara Makkah dan Bushra, memalui Google Earth membuktikan kebenaran ilmiah Hadist tersebut bahwa  jarak Makkah-Hajar  sama tepatnya dengan jarak Makkah-Bushra, dimana keduanya memiliki jarak yang sama yaitu 1.272 km, Subhanallah !

Sekali lagi kebenaran Mujizat baginda  Rasullullah SAW telah terbuktikan secara ilmiah melalui teknologi  teknologi zaman sekarang sama sekali tidak dikenal di masa beliau, sungguh benar Firman Allah Swt: “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. ( An-Najam 3-5)

Translator By Amri Hatta

Sumber: 

http://egyptrevolution-2011.blogspot.com/2012/07/blog-post_610.html‎
 
Eramuslim - Pada 2012, Seorang Ilmuwan Islam, Syekh Abdul Majid Az-Zindany mengumumkan sebuah Kebenaran Mukjizat Ilmiah (Ijazul Ilmy), dari sabda seorang Nabi disampaikan 14 abad yang lalu, dalam Hadist Abu Hurairah Bahwa Sabda Rasululullah Saw (dalam Hadist yang panjang):

والذينفسمحمدبيدهإنمابينالمصراعينمنمصاريعالجنةلكمابينمكةوهجرأوكمابينمكةوبصرى

“.. Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu (yang ada daun pintunya) dari pintu-pintu surga seperti antara Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bushra.” (HR. Muslim no. 287)

Ilmuwan itu mengatakan pengukuran yang dilakukan dilapangan (secara daratan) tidak sepenuhnya bisa diandalkan, maka dari itu harus diukur secara mengudara agar yang tidak terhalangi oleh hambatan medan di tanah, dan model pengukuran mustahil terdapat di masa Rasulullah Saw. Namun setelah pesawat terbang dan satelit ditemukan pada abad kedua puluh, Manusia telah mampu mengukur jarak antara Makkah dan Hajar dan jarak antara Makkah dan Bushra, memalui Google Earth membuktikan kebenaran ilmiah Hadist tersebut bahwa jarak Makkah-Hajar sama tepatnya dengan jarak Makkah-Bushra, dimana keduanya memiliki jarak yang sama yaitu 1.272 km, Subhanallah !

Sekali lagi kebenaran Mujizat baginda Rasullullah SAW telah terbuktikan secara ilmiah melalui teknologi teknologi zaman sekarang sama sekali tidak dikenal di masa beliau, sungguh benar Firman Allah Swt: “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. ( An-Najam 3-5)

Translator By Amri Hatta

Sumber:

http://egyptrevolution-2011.blogspot.com/2012/07/blog-post_610.html

READ MORE - Kebenaran Ilmiah Hadis “Jarak Antara Dua Pintu Surga”

Pendahuluan : Kedokteran Islami



Apakah yang dimaksud dengan kedokteran islami? Apakah ia merupakan cabang ilmu kedokteran yang tunduk pada kehendak Allah secara total. Atau teknik pengobatan yang berhasil ditempuh kaum muslimin secara sempurna. Atau ilmu kedokteran modern yang bersumber dari ajaran-ajaran Tuhan dan penerapannya sesuai dengan sumber-sumber tersebut?

Pada Muktamar Internasional Kedokteran Islami pertama di Kuwait tahun 1981 ditetapkan enam karakteristik dasar kedokteran islami, yaitu :
1. Kedokteran islami harus tunduk pada ajaran-ajaran dan etika Islam
2. Kedokteran islami harus rasional dan riil sehingga bisa diaplikasikan dengan baik
3. Kedokteran islami harus menyeimbangkan perhatiannya tehadap tubuh, akal, ruh, serta terhadap individu dan masyarakat.
4. Kedokteran islami harus bersifat universal sehingga bisa dipelajari oleh siapa saja dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua orang.
5. Metodologi kedokteran islami harus bisa dibuktikan secara ilmiah. Kesimpulan-kesimpulannya harus logis berdasarkan riset dan penelitian yang akurat.
6. Kedokteran islami harus unik dan istimewa, serta dapat mewujudkan apa yang tak dapat diwujudkan oleh teknik pengobatan lainnya.

Dalam muktamar itu juga disusun program penyembuhan terhadap berbagai penyakit yang tak bisa diobati. Dan pada 1986, program tersebut telah diaplikasikan di beberapa kota, diantaranya Panama, Florida, dan Dubai (Uni Emirat Arab).

Akhir-akhir ini bermunculan sejumlah penyakit yang dianggap sulit disembuhkan. Seperti kanker, penyakit kerapuhan kronis (chronic degeneration disease) yang menyerang persendian dan tulang, penyakit jantung, penyakit system saraf pusat, serta penyakit liver seperti hepatitis kronis dan cirrhosis dini. Selain itu, ada pula penyakit-penyakit seperti gangguan organ pernafasan, penyakit paru-paru kronis (chronic obstruction pulmonary disease), serta penyakit system kekebalan tubuh seperti rematik, arthritis, lupus, dan erythematic. Terakhir, ada sekelompok anak-anak yang menderita keterbelakangan mental dan beberapa gangguan genetik (genetic abnormality) lainnya.

Seluruh pasien yang menderita penyakit-penyakit di atas mengalami gejala yang sama, mereka gagal dalam merespons berbagai pengobatan medis modern. Sebagian malah ada yang tak bisa diobati sama sekali. Padahal pengobatan diatas mencakup berbagai bentuk dan teknik pengobatan, baik modern maupun alternatif.
Sebagaimana penderita kanker mendapatkan perawatan dengan menggunakan obat antikanker dan berbagai produk herbal yang menilai efek empiris melawan sel-sel kanker, maka kedokteran islami bertujuan untuk mengubah pola hidup pasien secara mendasar. Terutama dalam hal makanan, pikiran dan gaya hidup. Untuk itu, mereka harus dijauhkan dari berbagai dampak negative yang mungkin timbul akibat lingkungan yang buruk. Singkatnya, bagaimana mereka dapat menjalani kehidupan dengan cara yang lebih layak dan sesuai dengan ajaran-ajaran agama.

Dari beberapa petikan ayat Al-Qur’an dan hadits nabi, kami mendapatkan suatu pemahaman baru. Pemahaman tentang respon penyakit biologis dan mekanisme pengobatannya, dan pemahaman tentang hubungan antara penyakit kronis dan gangguan kekebalan tubuh. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi kekebalan tubuh beberapa pasien yang menderita penyakit kronis di Dubai dan Panama, ditemukan adanya gangguan pada kekebalan tubuh mereka. Kadar gangguan ini berbeda-beda antara satu pasien dengan yang lainnya.

Kami juga mendapatkan pemahaman tentang hubungan antara penyakit kronis dengan perasaan negatif pada diri seseorang. Setiap pasien yang menderita penyakit kronis-baik parah atau tidak-memiliki perasaan negatif yang berlebihan. Perasaan negative ini tampak sebelum pasien didiagnosis. Saat gejala penyakit kronis timbul, perasaan negatif yang terlihatpun semakin bertambah.

Berdasarkan studi yang kami lakukan, ternyata lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an memiliki efek langsung dalam mengurangi kegelisahan dan depresi. Bahkan secara langsung atau tidak, memiliki efek dalam merangsang sistem kekebalan tubuh sehingga membantu proses penyembuhan. Efek ini terjadi dengan cara mendengarkan beberapa ayat Al-Qur’an, walaupun tanpa memahaminya. Efeknya semakin bertambah jika mendengarkan bacaan Al-Quran disertai pemahaman akan maknanya.

Efek penyembuhan ini tampak jelas dalam meningkatkan system kekebalan tubuh. Apalagi jika digunakan secara rutin sebagai salah satu metode pengobatan yang diterapkan kepada setiap pasien, baik muslim maupun nonmuslim.

Demikian pula dengan hadits tentang pengaruh madu terhadap kesembuhan manusia. Berbagai riset menyimpulkan bahwa madu berkhasiat meningkatkan system kekebalan tubuh. Juga hadits tentang habbah sauda’ (jintan hitam) yang menyatakan tumbuhan ini mengandung obat segala penyakit, kecuali kematian.

Hadits tentang habbah sauda’ diatas memunculkan dua pertanyaan yang mungkin belum terjawab. Pertama, apakah efek penyembuhan tumbuhan ini juga berlaku pada semua penyakit yang memiliki karakteristik berbeda-beda dan sebab-sebab yang beragam? Kedua, pengecualian ‘kematian’ dalam hadits diatas. Apakah mungkin terjadi karena setiap orang yang sudah mati tentu tidak membutuhkan habbah sauda’?

Pertanyaan pertama sudah terjawab. Melalui berbagai riset yang dilakukan dalam rentang waktu antara 1986-1987 telah dibuktikan adanya pengaruh katalis habbah sauda’ terhadap kekebalan tubuh. Dengan demikian, tumbuhan ini dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Habbah sauda’ juga dapat memulihkan pasien pascaoperasi dan membantu meminimalkan gangguan-gangguan pascaoperasi.

Pertanyaan kedua juga telah berhasil dijawab beberapa tahun berikutnya. Disimpulkan bahwa selama masih ada sedikit fungsi pada salah satu jaringan atau organ yang terserang penyakit, berarti masih ada harapan untuk sembuh total atau parsial. Disisi lain, apabila jaringan atau organ tersebut mati total dan kehilangan fungsinya, maka tak ada lagi kesempatan dan harapan terhadap berbagai upaya pengobatan apapun.

Sumber :
buku pintar : Sains dalam Al-Qur’an karya Dr. Nadiah Thayyarah
READ MORE - Pendahuluan : Kedokteran Islami

Hikmah Sujud



Firman Allah SWT yang artinya: - "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat Kami adalah orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhan dan mereka tidak menyombongkan diri" (Surah As-Sajadah ayat 15).

Sujud bukan saja mendekatkan kita dengan Allah SWT tetapi dari sudut medis pun ada hikmahnya. Antara hikmah sujud menurut keterangan medis adalah: -

1. Memperbaiki ginjal yang keluar sedikit dari tempat asalnya.

2. Memperbaiki pundi peranakan yang jatuh.

3. Melegakan sakit hernia.

4. Mengurangi sakit senggugut ketika haid.

5. Melegakan bagian paru-paru dari ketegangan.

6. Mengurangi sakit pada apendiks atau limpa.

7. Meringankan bagian pelvis.

8. Menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut, punggung ketika akan sujud.

9. Gerakan otot-otot ini menjadi lebih kuat dan elastis, secara otomatis memastikan kelancaran darah.

10. Bagi wanita gerakan otot ini membuat buah dadanya lebih baik dan mudah berfungsi untuk menyusui.

11. Gerakan bagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal.

12. Mengurangi kegemukan.

13. Otak manusia (organ terpenting) menerima banyak pasokan darah dan oksigen.

14. Peringkat sujud paling baik untuk beristirahat dan keseimbangan lingkungan bagian belakang tubuh.

15. Memberi dorongan untuk mudah tidur.


Selain itu efek sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang bisa menghindari pusing dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekaligus menguatkan mentalitas kita (terutama ketika sujud waktu shalat Subuh).


KELEBIHAN SUJUD DALAM SHOLAT sesuai KAJIAN ILMU

shalat apabila kita mengetahui kelebihan setiap gerakan dalam shalat akan menjadikan shalat yang kita lakukan itu lebih bermakna.
misalnya sujud => jumlah sujud dalam sehari (5 waktu)

* Shalat 4 rakaat => 4 × 2 = 8 => kita ada 3 kali shalat 4 rakaat (dhuhur, ashar n Isha ') => 8 × 3 = 24 kali

* Sholat 3 rakaat => 3 × 2 = 6 => kita ada sekali shalat 3 rakaat (Maghrib) => 6 kali

* Shalat 2 rakaat => 2 × 2 = 4 => kita sekali shalat 2 rakaat (subuh) => 4 kali

* Total => 24 +6 +4 = 34 kali sujud sehari



Dalam satu penelitian ilmiah oleh seorang prof. (Bukan Islam) dalam bidang bialogi di salah sebuah universitas di US, dia menyatakan bahwa kondisi sujud bisa menyebabkan aliran darah ke otak secara menyeluruh.

Ia memungkinkan otak kita bekerja sesuai fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah. (Setelah membuat penelitian ini prof. Tersebut telah memeluk Islam) ... amin

Dalam penelitian yang sama dia menyatakan tindakan kita melakukan sebanyak 34 kali sujud bisa meningkatkan daya ingat, menghapus kemungkinan penyakit gila sebelum usia 40thn dan penyakit nyanyok.

disalin dari: http://www.ehoza.com/v4/forum/religious-talk-muslim-section/43497-kelebihan-sujud.html

Dari segi medis, efek sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang bisa menghindari pusing dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekaligus menguatkan mentalitas seseorang. Menurut penelitian, ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah sedangkan setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal dan sempurna.

Disalin dari: http://aleasmktd08.blogspot.com/2009/02/hikmah-sujud.html
READ MORE - Hikmah Sujud

Kalimah Allah dalam susunan surah-surah Al Quran dan bilangan ayat dalam surah


 
.

Susunan Surah & Jumlah Ayat

S001-Al Fatihah-7
S002-Al Baqarah-286
S003-Ali-'Imran-200
S004-An-Nisa'-176
S005-Al-Maidah-120
S006-An'aam-165
S007-A'raaf-206
s008-al-anfal-75
s009-at-taubah-129
s010-yunus-109
s011-hud-123
s012-yusuf-111
s013-ar-rad-43
s014-ibrahim-52
s015-al-hijr-99
s016-an-nahl-128
s017-al-isra-111
s018-al-kahf-110
s019-maryam-98
s020-ta-ha-135
s021-al-anbiya-112
s022-al-hajj-78
s023-al-mukminun-118
s024-an-nur-64
s025-al-furqan-77
s026-ash-shuara-227
s027-an-naml-93
s028-al-qasas-88
s029-al-ankabut-69
s030-ar-rum-60
s031-luqman-34
s032-as-sajdah-30
s033-al-ahzab-73
s034-saba-54
s035-fatir-45
S036-Yaasin-83
s037-as-saffat-182
s038-sad-88
s039-az-zumar-75
s040-ghafir-85
s041-fussilat-54
s042-ash-shura-53
s043-az-zukhruf-89
s044-ad-dukhan-59
s045-al-jathiyah-37
s046-al-ahqaf-35
s047-muhammad-38
s048-al-fath-29
s049-al-hujurat-18
s050-qaf-45
s051-adh-dhariyat-60
s052-at-tur-49
s053-an-najm-62
s054-al-qamar-55
S055-Ar-Rahmaan-78
S056-Al-Waaqi'ah-96
S057-Al-Hadiid-29
S058-Al-Mujaadalah-22
S059-Al-Hasy-r-24
S060-Al-Mumtahanah-13
s061-as-saff-14
S062-Al-Jumu'ah-11
S063-Al-Munaafiquun-11
S064-At-Taghaabun-18
S065-At-Talaaq-12
S066-At-Tahriim-12
S067-Al-Mulk-30
S068-Al-Qalam-52
S069-Al-Haaqqah-52
S070-Al-Ma'aarij-44
S071-Nuh-28
S072-Al-Jinn-28
S073-Al-Muzzammil-20
S074-Al-Muddathir-56
S075-Al-Qiaamah-40
S076-Al-Insan-31
S077-Al-Mursalaat-50
S078-An-Naba'-40
S079-An-Naazi'aat-46
S080-'Abasa-42
S081-At-Takwiir-29
S082-Al-Infitaar-19
S083-Al-Mutaffiffin-36
S084-Al-Insyiqaaq-25
S085-Al-Buruuj-22
S086-At-Taariq-17
S087-Al-A'laa-19
S088-Al-Ghaasyiyah-26
S089-Al-Fajr-30
S090-Al-Balad-20
S091-Asy-Syams-15
S092-Al-Lail-21
S093-Adh Dhuha-11
S094-Asy Syarh-8
S095-At Tin-8
S096-Al 'Alaq-19
S097-Al Qadr-5
S098-Al Bayyinah-8
S099-Az Zalzalah-8
S100-Al 'Adiyaat-11
S101-Al Qaari'ah-11
S102-At Takaathur-8
S103-Al 'Asr-3
S104- Al Humazah-9
S105-Al Fiil-5
S106-Quraisy-4
S107-Al Maa'uun-7
S108-Al Kauthar-3
S109-Al Kaafiruun-6
S110-An Nasr-3
S111-Al Masad-5
S112-Al Ikhlas-4
S113-Al Falaq-5
S114-An Naas-6

Berdasarkan grafik diatas, kita dapat gambaran nama Allah yang tersusun atas titik titik dari letak kordinat antara jumlah ayat dalam surat dan surat ke berapa dalam Al-Qur'an. Apakah ini sebuah kebetulan ? ataukah ini merupakan suatu rancangan Maha Agung sang pencipta ?

Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia. (Surat An-Nahl: 40)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.


READ MORE - Kalimah Allah dalam susunan surah-surah Al Quran dan bilangan ayat dalam surah

Kisah Asad dan Kupu-Kupu Warna-Warni



Di akhir pekan, Asad berkunjung ke kakeknya. Dua hari berlalu begitu cepat, dan sebelum Asad mengetahuinya, Ayahnya telah tiba untuk membawanya pulang. Asad mengucapkan selamat tinggal pada kakeknya dan duduk di dalam mobil.
Ia melihat keluar jendela, menanti Ayahnya mengumpulkan barang-barangnya. Seekor kupu-kupu hinggap di sebuah bunga tak jauh darinya, mengibaskan-ngibaskan sayap, dan terbang ke jendela mobil.

“Kamu mau pulang ke rumah, Asad?” tanya kupu-kupu itu dengan suara kecil.
Asad sangat terkejut. “Kamu tahu siapa diriku?” tanyanya.
“Tentu saja aku tahu,” senyum kupu-kupu mengembang. “Aku mendengar kakekmu menceritakan dirimu pada tetangga-tetangga.”
“Mengapa tidak dari dulu kamu datang dan bicara denganku?” Asad ingin tahu.
“Aku tak bisa, karena aku berada dalam sebuah kepompong di atas pohon dalam taman,” kupu-kupu itu menjelaskan.
“Sebuah kepompong? Apa itu?” tanya Asad, yang senantiasa ingin tahu.
“Mari kujelaskan semua dari awalnya,” kata kupu-kupu itu sambil menghirup udara dang-dalam.

“Kami, kupu-kupu, menetaskan telur menjadi ulat-ulat kecil. Kami memberi makan diri kami dengan mengerumuti dedaunan. Kemudian, kami gunakan cairan yang keluar dari tubuh kami seperti benang, dan membungkus diri kami di dalamnya. Bungkusan kecil hasil tenunan kami disebut sebagai sebuah kepompong. Kami menghabiskan waktu beberapa lama di dalam bungkusan itu sambil tumbuh berkembang. Ketika kami bangun dan keluar dari kepompong, kami mempunyai sayap-sayap cerah berwarna-warni. Kami menghabiskan sisa hidup kami dengan terbang dan memberi makan diri kami dengan bunga-bungaan.”
Asad mengangguk-angguk penuh pemikiran.

“Maksudmu, semua kupu-kupu berwarna-warni itu dulunya adalah ulat-ulat, sebelum mereka menumbuhkan sayap?”
“Bisakah kau lihat ulat hijau di cabang itu?” tanya kupu-kupu.
“Ya, aku melihatnya. Ia sedang menggerogoti daun dengan kelaparan..”
“Itu adik lelakiku,” kata ulat bulu itu tersenyum. “Beberapa waktu lagi ia akan menenun sebuah kepompong, dan suatu hari akan menjadi kupu-kupu seperti aku.”

Asad punya banyak sekali pertanyaan yang ingin diajukannya pada teman barunya. “Bagaimana caramu merencanakan perubahan ini? Maksudku, kapan kamu keluar dari sebuah telur, berapa lama kamu menjadi seekor ulat bulu, dan bagaimana kamu membuat benang untuk menenun kepompongmu?”

“Aku tidak merencanakan apapun,” kupu-kupu itu dengan sabar menjelaskan. “Allah telah mengajari kami apa yang perlu kami lakukan, dan kapan kami harus melakukannya. Kami hanya bertindak sesuai dengan kehendak Allah.”

Asad benar-benar terkesan. “Pola-pola di sayapmu sangat indah. Semua kupu-kupu memiliki corak yang berbeda-beda, bukankah begitu? Mereka betul-betul berwarna-warni dan menarik perhatian!”

“Itulah bukti kesenimanan Allah yang tak tertandingi. Ia menciptakan kita satu demi satu, dengan kemungkinan cara yang paling indah,” temannya menjelaskan.

Asad menyetujuinya dengan antusias: “Tidak mungkin kita mengabaikan hal-hal indah yang telah Allah ciptakan. Ada ratusan contoh di sekeliling kita!”
Kupu-kupu setuju: “Kamu benar, Asad. Kita mesti berterimakasih pada Allah atas segala berkah ini.”
Asad melihat ke arah punggungnya. “Ayahku datang. Tampaknya kami akan segera berangkat. Luarbiasa sekali bisa bertemu denganmu. Bisakah kita berbicara lagi ketika aku datang minggu depan?”
“Tentu saja,” kupu-kupu mengangguk. “Semoga selamat di perjalanan sampai ke rumah.”

Segala sesuatu di langit dan bumi memuja Allah ... (Surat Al-Hadid, 1)

Tidakkah kalian melihat bahwa Allah mencurahkan air dari langit, dan dengannya Ia menumbuhkan buah-buahan beraneka jenis? Di pegunungan, terdapat lapisan-lapisan merah dan putih, bayang-bayang yang beranekaragam, dan batu-batu hitam legam. Manusia dan hewan, serta ternak, juga beraneka warna. Hanya pelayanNya yang berpengetahuan yang takut kepada Allah. Allah adalah Yang Maha Kuasa, Maha Memaafkan (Surat Fatir: 27-28).

Sumber : Harun Yahya
READ MORE - Kisah Asad dan Kupu-Kupu Warna-Warni

Mukjizat Al-Qur'an : Rahasia Besi

REPUBLIKA.CO.ID, Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Alquran. Dalam Surat Al-Hadid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut:

"…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia..." (QS Al-Hadid: 25)

Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

ni dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat.

Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Alquran diturunkan.

Read more: http://nuurislami.blogspot.com/2011/07/mukjizat-alquran-rahasia-besi.html#ixzz1mYspWNdH
READ MORE - Mukjizat Al-Qur'an : Rahasia Besi

Gelombang Adzan dan Dzikir



Frequensi Otak

Bila otak kita melakukan aktivitas ia menghasilkan gelombang. bahkan ilmuwan barat dan juga ilmuwan Jepang menggunakan otak monyet sebagai subjek untuk mengontrol pergerakan robot, sungguh membanggakan kan. sebenarnya gelombang otak manusia dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu: -

1) Sadar (Beta: 15-30Hz)
2) Bawah Sadar (Alpha :9-14Hz)
3) Bawah Sadar (Theta: 4-8Hz)
4) Tidak Sadar (Delta: 1-3Hz)

Sebenarnya frekuensi ini adalah cetusan elektrokimia yang terjadi di dalam otak ketika kita berpikir. Ia melibatkan neuron otak untuk mengirim signal-signal ketika proses berpikir terjadi. Inilah yang dimaksud dengan penilaian kegiatan otak yaitu penilaian cetusan elektrokimia (signal) dalam sesaat yang terjadi di dalam otak. Banyak berpikir, lagi banyak cetusan elektrokimia dan makin laju tingkat cetusan per detik (frekuensi). dengan kata lain ia adalah aktivitas dari otak.



1. Gelombang Beta 15-30Hz (Sadar)

Di tingkat ini, kita berada di dalam kondisi sadar. Segala analisis, pilihan dan semua aktivitas yang melibatkan kita berpikir berada di bawah frekuensi beta. Dengan kata lain, ketika kita banyak berpikir secara sadar, kita berada di frekuensi ini.

Tingkat pikiran di frekuensi ini merupakan realitas pikiran. Kita akan memikirkan sesuatu itu berdasarkan apa yang kita nampak dan rasakan sesuai daya pemikiran kita saat itu.

Jika kita memberi petunjuk kepada mereka yang berada di frekuensi ini, petunjuk tersebut akan dianalisis terlebih dahulu sesuai pendapat orang yang menerimanya. Sebab itu agak sulit untuk memberi perintah seperti apa yang kita inginkan kepada orang yang berada di frekuensi ini.

Sebab itu ketika kita ingin menasihati seseorang, kita harus hindari menasihat mereka ketika mereka berada di dalam kondisi beta.

Contoh yang jelas adalah ketika Anda pertama belajar mengendarai mobil. Saudara pasti berpikir sebelum menekan pedal gas, pedal break, mengganti gear dan sebagainya. Ketika ini berkendara menjadi agak sulit karena Anda harus berpikir sebelum melakukan sesuatu.



2. gelombang Alpha 9-14Hz (Bawah Sadar)

Di tingkat ini, kita berada di dalam kondisi bawah sadar atau dengan nama lain sedang dalam kondisi asyik dan fokus. Ini adalah frekuensi terbaik ketika belajar.

Di tingkat ini, kita hanya bisa menerima tapi tidak mampu membuat reaksi. Semua petunjuk yang diberikan akan kita ikuti tanpa membuat analisis terlebih dahulu. Jika disebut pada artikel Realiti Musik dan Realitas Pikiran, kita seolah-olah tidak filter luar dan dalam.

Tahap ini memiliki kebaikan dan keburukan. Kebaikan adalah karena di saat ini, apa yang masuk ke pikiran tidak lagi dikelola oleh pikiran kita. Jika kita memberi nasihat kepada seseorang dalam kondisi ini, ia terus akan masuk ke dalam pikiran orang itu dan terus diingat.

Jika kita berada di frekuensi ini, kita berada di dalam kondisi tenang dan tenteram. Pikiran tidak celaru dan berserabut karena otak kita tidak banyak berpikir saat ini.

Contoh yang jelas adalah ketika kita sudah pandai mengemudi mobil. Kita tidak perlu berpikir untuk mengganti gear, menekan pedal gas atau menekan break. Kita dapat lakukan tanpa kita sadari. Segalanya terjadi secara otomatis.

Keburukan di frekuensi ini adalah, Anda seolah-olah dipukau ketika ini. Orang yang menjalankan pemasaran dan juga penjualan dari rumah ke rumah atau di pasar-pasar raya akan mencoba menurunkan frekuensi saudara ke tingkat ini.

Kemudian ketika Anda sudah berada di tingkat ini, Anda tidak berdaya untuk berbuat apa-apa karena setiap instruksi akan saudara ikuti tanpa banyak bicara. Saudara tidak mampu untuk melakukan apa-apa reaksi sehingga Anda tidak sadar mengulurkan segala uang Anda kepada vendor yang berhasil memukau saudara.

Pastikan Anda berada di dalam kondisi Beta ketika belanja atau berada di tempat publik. Jika tidak, Anda akan dipukau di dalam kondisi terjaga.



3. Gelombang Theta 4-8Hz (Bawah Sadar)

Di tingkat ini, kita masih terjaga tetapi kita sangat asyik dan dikatakan khusyuk. Khusyuk di dalam shalat harus berada frekuensi ini. Ketika ini kita tidak mampu menganalisis atau menafsirkan apa-apa pun.

Jika frekuensi Alpha, kita hanya menerima dan bisa menafsir tetapi tidak bisa merespon. Frekuensi Theta pula kita hanya menerima tetapi tidak mampu menafsir apalagi untuk merespon.

Ketika ini, kita tidak sadar apa yang terjadi disekeliling kita akibat terlalu khusyuk dengan satu hal. Jika kita shalat, yang ada saat ini adalah perasaan CINTA pada Allah dan hanya Allah yang hadir saat ini. Tidak ada yang lain.

Sebab itu di zaman Rasullullah, sahabat yang terkena panah di betis hanya melakukan shalat sunat saja disamping sahabat lain mencabut anak panah tersebut. Khusyuknya sehingga tidak merasa apa-apa pun sakit.

Jika kita berada di dalam frekuensi ini, kita akan merasa sangat tenang.



4. Gelombang Delta 1-3Hz (Tidak Sadar)

Tahap ini merupakan tahap tidak sadar di mana kita berada di dalam kondisi tidur. Namun tidur ini adalah tidur yang dikatakan tidur mati. Kita tidak bermimpi. Tidur yang sangat puas dan cukup. Meskipun mungkin 10 menit tetapi kita akan rasakan cukup segar setelah bangun.

Jika kita tidur tetapi kita bermimpi, kita sebenarnya masih berada di dalam kondisi Beta dan bukannya Delta. Ini berarti otak masih berpikir. Sebab itulah datangnya mimpi yang mengarut. Kita menjadi sangat penat saat bangun jika kita tidur tetapi masih di dalam Beta.



Menurut Dr Azhar Sarip yang telah membuat penelitian tentang adzan yang berkumandang. Menurut beliau Adzan yang dilaungkan memiliki frekuensi gelombang Theta.

Orang yang selalu shalat di sepertiga malam yang menyerahkan 100% jiwa dan raga pada Allah dengan penuh rasa CINTA mampu tidur dalam kondisi delta. Tidur mereka sedikit tetapi puas dan tidak mengantuk di siang harinya. Begitu juga dengan mereka yang sering melakukan tafakur cara Islam.

Bukan saja adzan tetapi bacaan ayat-ayat suci Al-Quran jugak memiliki gelombang ini yaitu gelombang Theta. menurut beliau kita selalu menghasilkan gelombang Beta. gelombang Beta ini menyebabkan dunia kita tidak sehat. jadi kehadiran adzan menghasilkan gelombang Theta. Gelombang ini bertindak sebagai penyeimbang atau 'stabilizer' ke dunia kita. jadi adzan telah menyeimbangkan dunia kita ini.


Firman Allah dalam surat Al-Jumu'ah, ayat pertama yang berarti

"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi selalu bertasbih kepada Allah. Maha Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana" (Al-Jumu'ah, 62:1)


Semua makhluk Allah yang berada di dunia ini bertasbih kepada Allah. seperti yang telah jelaskan tadi, tasbih ini akan menghasilkan gelombang Theta yang menyeimbangkan dunia ini. pohon-pohon, tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan di hutan semuanya bertasbih kepada Allah. akan tetapi perbuatan manusia yang lupa pada tangungjawab mereka sebagai khalifah di muka bumi ini telah menghancurkan alam kita. bukan saja mereka telah menyebabkan pemanasan global, bahkan telah mengurangi jumlah makhluk Allah yang bertasbih. mengurangi sumber penghasilkan gelombang Theta.



Kesimpulan

Semua frekuensi ini dapat dicapai dengan cara sengaja atau dengan kata lain menurut kehendak kita. Ia membutuhkan banyak latihan dan kita mampu mencapai di mana saja tingkat frekuensi yang kita inginkan.

Sebab itu, apabila kita mampu untuk berada di mana-mana frekuensi, maka dengan mudah kita dapat berada di tingkat khusyuk ketika shalat.

Khusyuk ketika shalat adalah sangat tenang. Sebab itu mereka yang merasainya selalu tenang, ceria dan sebagainya.

Komunikasilah dengan Allah agar kita dimudahkan untuk berdaya berada di frekuensi yang kita inginkan. Banyak sangat kebaikannya. Ketika inilah kita mampu untuk menyerahkan 100% jiwa dan raga kita pada Allah SWT. Selalu ingat dan sebut nama Tuhanmu.



FAKTA TAMBAHAN

Selain indikator masuk waktu solatm, adzan juga sering dilaungkan ketika

1. Meletusnya perang

2. Bayi yang baru lahir (adzan di telinga kanan, iqamat telinga kiri)

3. Orang yang histeris atau disampuk jin

4. Pergaduhan

5. Sebelum dimulainya perjalanan

6. Kapan terjadinya kebakaran

7. Sesat di dalam hutan

8. Terjadi ribut kuat

Wallaua'lam



Disalin dengan sedikit modifikasi dari:
http://musafircyber.blogspot.com/2010/05/fenomena-sahutan-azan-di-seluruh-dunia.html#ixzz0uzBGtS6S

http://musafircyber.blogspot.com/2010/05/jenis-jenis-gelombang-otak.html#ixzz0uzB8DHaP

http://www.carigold.com/portal/forums/archive/index.php/t-32287.html
READ MORE - Gelombang Adzan dan Dzikir

Pemikiran Para Filsuf Islam


Pengertian Filsafat Islam. Filsafat Islam adalah hasil pemikiran filsuf tentang ajaran ketuhanan, kenabian, manusia, dan alam yang disinari ajaran Islam dalam suatu aturan pemikiran yang logis dan sistematis. Sedangkan menurut Ahmad Fu¡¦ad al-Ahwani filsafat Islam ialah pembahasan tentang alam dan manusia yang disanari ajaran Islam.

Sejarah singkat timbulnya Filsafat Islam. Cara pemikiran Filsafat secara teknis muncul pada masa permulaan jayanya Dinasti Abbasiyah. Di bawah pemerintahan Harun al ¡Vrasyid, dimulailah penterjemahan buku-buku bahasa Yunani kedalam bahasa Arab. Orang-orang banyak dikirim ke kerajaan Romawi di Eropa untuk membeli manuskrip. Awalnya yang dipentingkan adalah pengetahuan tentang kedokteran, tetapi kemudian juga pengetahuan-pengatahuan lain termasuk filsafat.

Penterjemahan ini sebagian besar dari karangan Aristoteles, Plato, serta karangan mengenai Neoplatonisme, karangan Galen, serta karangan mengenai ilmu kedokteran lainya, yang juga mengenai ilmu pengetahuan Yunani lainnya yang dapat dibaca alim ulama Islam. Tak lama kemudian timbulah para filosof-filofof dan ahli ilmu pengetahuan terutama kedokteran di kalam umat Islam.

Tujuan dan manfaat mempelajarinya. Tujuan mempelajari filsafat Islam ialah mencintai kebenaran dan kebijaksanaan. Sedangkan manfaat mempelajarinya ialah :
1. Dapat menolong dan menididk, menbangun diri sendiri untuk berfikir lebih mendalam dan menyadari bahwa ia mahluk Tuhan
2. Dapat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan

2. Pengaruh Filsafat Islam terhadap berbagai studi keislaman, khususnya dalam bidang tasawuf, teologi, dan fiqih

Filsafat Islam dengan Ilmu Tasawuf
Tasawuf sebagai suatu ilmu yang mempelajari cara dan bagaimana seorang muslim berada dekat, sedekat mungkin dengan Allah. Tasawuf terbagi dua, yaitu Tasawuf Amali dan Tasawuf Falsafi. Dari pengelompokan tersebut tergambar adanya unsur-unsur kefilsafatan dalam ajaran tasawuf, seperti penggunaan logika dalam menjelaskan maqamat (al-fana, al-baqa, ittihad, hulul, wahdat al- wujud).

Filsafat Islam dengan Ilmu Kalam (Teologi)
Setelah abad ke-6 Hijriah terjadi percampuran anatara filsafat dengan ilmu kalam, sehingga ilmu kalam menelan filsafat secara mentah-mentah dan dituangkan dalam berbagai bukti dengan mana Ilmu Tauhid. Yaitu pembmahasan problema ilmu kalam dengan menekankan penggunanaan semantic (logika) Aristoteles sebagai metode, sama dengan metode yang ditempuh para filosof. Kendatipun Ilmu Kalam tetap menjadikan nash-nash agama sebagai sumber pokok, tetapi dalam kenyataannya penggunaan dalil naqli yang tampak pada perbincangan mutakalimin. Atas dasar itulah sejumlah pakar memasukkan Ilmu Kalam dalam lingkup Filsafat Islam.

Filsafat Islam dengan Ilmu Fiqh
Dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur¡¦an yang berkenaan dengan hokum diperlukan ijtihad, yaitu suatu usaha dengan mempergunakan akal dan prinsip kelogisan untuk mengeluarkan ketentuan-ketentuan hukum dari sumbernya. Syaikh Mustafa ¡¥Abdurrazaq dalam bukunya yang berjudul Tauhid Li Tarikhul Falsafatil Islamiyah (pengantar sejarah Islam) menyatakan, bahwa Ilmu Ushul Fiqh sepenuhnya diciptakan dan diletakkan dasar-dasar oleh Asy-Syafi¡¦ie, tentu akan melihat dengan jelas adanya berbagai gejala pemikiran filsafat.

3. Filsafat Al ¡V Kindi
Al Kindi berusaha memadukan anatara filsafat dan agama. Filsafat berdasarkan akal pikiran adalah pengetahuan yang benar (knowledge of truth), al Qur¡¦an yang membawa argument-argumen yang lebih meyakinkan dan benar tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran yang dihasilkan filsafat. Karena itu mempelajari filsafat dan berfilsafat tidak dilarang, bahkan berteologi adalah bagian dari filsafat, sedangkan Islam mewajibkan mempelajari Teologi

Bertemunya filsafat dan agama dalam kebenaran deamn kebaikan sekaligus menjadi tujuan dari keduanya. Agama disamping wahyu mempergunakan akal dan filsafat juga mempergunakan akal. Yang benar pertama (the first Truth) bagi Al kindi ialah Tuhan.
Keselarasan antara filsafat dan agama didasarkan pada tiga hal yaitu :
1. Ilmu agama merupakan bagaian dari filsafat
2. Wahyu yang diturunkan kepada Nabi dan filsafat, saling berkesuaian
3. Menuntut ilmu, secara logika diperintahkan dalam agama

Filsafat Metafisika
Tuhan dalam filsafat al kindi tidak mempunyai hakiakat dalam arti aniah atau mahaniah. Tidak aniah karena kerena Tuhan tidak termasuk dealam benda-benda yang ada dalam alam, bahkan Ia adalah pencipta alam. Ia tidak tersususn dari materi dan bentuk, juga tidak mempunya hakiakat dalam bentuk mahaniah, karena Tuhan bukan merupakan gensus dan species. Tuhan hanya satu, tidak ada yang serupa dengan-Nya. Tuhan adalah unik, Ia semata-mata satu. Hanya Ia lah yang satu dari pada-Nya mengandung arti banyak

Filsafat Jiwa
Menurut Al Kindi, roh itu tidak tersususn, mempunyai arti penting, sempurna dan mulia. Substansi roh berasal dari substansi Tuhan. Hubungan roh dengan Tuhan sama dengan hubungan cahaya dengan matahari. Selain itu jiwa bersifat spiritual, Ilahiah, terpisah sdan berbeda dari tubuh. Roh adalah lain dari badan dan mempunyai wujud sendiri. Keadaan badan (jasmanni) mempunyai hawa nafsu dan sifat pemarah (passion). Roh menentang keinginan hawa nafsu dan passion.

4. Filsafat Al-Farabi
Al Farabi berusaha memadukan beberapa aliran filsafat fal safah al taufiqhiyah atau wahdah ala falsafah yang bebrkembang sebelumnya, terutama pemikiran Plato, Aristoteles, dan Plotinus, juga antara agama dan filsafat.

Talfiq
Dalam ilmu logika dan fisika Ia dipengaruhi oleh Aristoteles, dalam masal;ah akhlak dan politik ia dipengaruhi oleh Plato, sedangkan dalam persoalan metafisika ia di pengaruhi oleh Plotinus. Al farabi berpandapat bahwa pada hakikatnya filsafat itu adalah satu kesatuan, oleh karena itu para filosof besar harus menyatujui bahwa satu-satunya tujuan adalah mencari kebenaran.

Metafisika
Wajib al wujud a dalah tidak boleh tidak ada, ada dengan sendirinya, esensi dan wujudnya adalah sama dan satu. Ia adalah wujud yang sempurna selamanya dan tidak didahului oleh tiada.jika wujud ini tidak ada, maka timbul kemustahilan, karena wujud lain untuk adanya tergantung kepadanya. Inilah yang disebut dengan Tuhan. Sedangkan mumkin al wujud adalah sesuatu yang sama antara berwujud dan tidaknya. Mumkin al wujud tidak akan berubah menjadi actual tanpa adanya wuijud yang menguatkan, dan dan yang menguatkan itu bukan dirinya tetapi wajib al wujud.

Jiwa
Pendapat al Farabi tentang jiwa dip[engaruhi oleh filsafat Plato, Aristoteles, dan Plotinus. Jiwa bersifat rohani, bukan materi, terwujud setelah adanya badan dan jiwa, tidak berpindah-pindah dari sutau badan ke badan yang lainnya. Jiwa manusia disebut al nafs al nathiqoh, yang bersal dari alam ilahi, sedangkan jasad berasal dari alam khalaq, berbentuk, berupa, berkadar, dan bergerak. Jiwa dicuiptakan tatkala jasad siap menerimanya.

Politik
Pemikiran al Farabi tentang politik yang amat penting ialah tentang politik yang dia tuangkan kedalam dua karyanya, al siyasah al madaniyyah (pemerintahan politik) dan ara¡¦ ala madinah al fadhilah (pendapaf-pendapat tentang Negara utama). Menurut al Farabi yang terpenting dalam Negara adalah pimpanan atau penguasanya, bersama sama bawahannya sebagaimana halnya jantung dan organ tubuh yahng lebih rendah secara berturut-turut.

Moral
Al Farabi menekankan empat jenis sifat utama yang harus menjadi perhatian untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi bangsa-bangsa dan setiap warga Negara. Yakni :
1. keutamaan teoritis yaitu prinsip-prinsip pengetahuna yang diperoleh sejak awal tanpa diketahui cara dan asalnya, juga yang diperoleh dengan cara kontemplasi, penelitian,dan melalui belajar dan mengajar.
2. keutamaan pemikiran yaitu yang memungkinkan orang mengetahui hal-hal yang bermanfaat dalam tujuan.
3. keutamaan akhlak , bertujuan mencari kebaikan
4. kautamaan amaliyah, diperoleh dengan dua cara, yaitu pernyataan-pernyataan yang memuaskan dan merangsang.

Teori Kenabian
Teori kenabian yang di ajukan al Farabidi motifisir pemikiran filosof pada masanya yang mengingkari kesistensi kenabian oleh Ahmad ibn Ishaq al Ruwandi yang berkebangsaan yahudidab Abu baker Muhammad ibn Zakariya al Razi. Menurut mereka para sufi berkemampuan untruk mengadakan komunikasi dengan aql Fa¡¦al.


5. Filsafat Ibn Sina

Tentang Wujud
Dari Tuhanlah kemajuan yang mesti, mengalir intelegensi pertama sendirian karena hanya dari yang tunggal. Yang mutlak, sesuatu yang dapat mewujud. Tetapi sifat ontelegensi pertama tidak selamanya mutlak satu, karena ia bukan ada dengan sendirinya, ia hanya mungkin dan kemungkinannnya itu diwujudkan oleh Tuhan. Berkat kedua sifat itu, yang sejak saat itu melingkupi seluruh ciptaan di dunia, intelgensi pertama memunculkan dua kewujudan yaitu :
a. Intelegensi kedua melalui kebaikan ego tertinggi dari adanya aktualitas.
b. Lingkungan pertama dan tertingi berdasarkan segi terendah adanya, kemungkinan alamiyah. Dua proses pamancaran inii berjalan terus sampai kita mencapai intelegensi kesepuluh yang mengatur dunia ini, yang oleh kebanyakan filosuf muslim disebut sebagai malaikat Jibril.

Al Tawfiq (rekonsiliasi) antara Agama dan Filsafat
Sebagaimana Al Farabi, Ibn Sina juga mengusahakan pemanduan antara agama dan filsafat. Menurutnya nabi dan filsof menerima kebenaran dari sumber yang sama, yakni malaikat Jibril yang disebut juga sebagai akal kesepuluh atau akal aktif. Perbedaannya hanya terletak pada cara memperolehnya. Bagi nabi, tejadinya hubungan dengan malaikat Jibril melalui akal materiil, yang disebut hads (kekuatan suci, qudsiyyat), sedangkan filosof melalui akal mustafad.

Emanasi
Emanasi Ibn Sina menghasilkan sepuluh akal dan sembilan planet, sembilan akal mengurusi sembilan planet dan akal kesepuluh mengurusi bumi. Berbeda dengan pendahulunya Al Farabi, masing-masing jiwa berfungsi sebagai penggerak satu planet, karena akal (immateri) tidak bisa langsung menggerakan planet yang bersifat materi. Akal pertama adalah malaikat tertinggi dan akal ke sepuluh adalah malaikat Jibril yang bertugas mengatur bumi beserta isinya.

Jiwa
Secara garis besar pembahasan Ibn Sina tentang jiwa terbagi sebagai berikut :
a. Jiwa tumbuh-tumbuhan, mempunya tiga daya : makan, tumbuh , dan berkembang biak.
b. Jiwa binatang, mempunyai dua daya : gerak (al-mutaharrikat) dan menangkap (al-mudriakt).
c. Jiwa manusia, mempunyai dua daya : praktis (yang berhubungan dengan badan), teoritis (yang hubungannya dengan hal-hal abstrak)

Kenabian
Sejalan dengan teori kenabian dan kemukjizatan, Ibn Sina membagi manusia dalam empat kelompok : mereka yang kecakapan teoritisnya sudah mencapai tingkatan penyempurnaan yang sedemikian rupa sehingga tidak membutuhkan lagi guru sebangsa manusia, sedangkan kecakapan praktisnya telah mencapai suatu puncak yang sedemikian rupa sehingga berkat kecakapan imajinatif mereka yang tajam, mereka mengambil bagian secara langsung pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa masa kini dan akan datang dan kemampun menimbulkan gejala-gejala aneh di dunia. Kemudian ia mempunyai daya kekuatan intuitif, tetapi tidak mempunyai daya imajinatif. Lalu orang yang mengungguli sesamanya hanya dengan ketajaman daya praktis mereka.

Tasawuf
Ibnu Sina memulai tasawufnya dengan akal yang dibantu oleh hati. Dengan kebersihan hati dan pancaran akal, lalu akal akan menerima ma¡¦rifat dari akal af¡¦al. Dalam pemahaman Ibn Sina jiwa-jiwa manusia tidak beda dengan lapangan ma¡¦rifahnya dan ukuran persiapannya untuk berhubungan dengan akal af¡¦al.

Mengenai Tuhan dengan manusia, bertempatnya Tuhan dihati manusia tidak diterima oleh Ibn Sina, karena manusia tidak bisa langsung kepada Tuhannya, tetapi melalui perantara untuk menjaga kesucian perhubungan antara manusia dengan Tuhan saja. Karena manusia mendapat sebagian pencaran dari hubungan tersebut. Pancaran dan sinar ini tidak langsung kaluar dari Allah, tetapi melalui akal af¡¦al.

6. Filsafat Al-Ghazali

Epistimologi
Pada mulanya ia berangggapan bahwa pengetahuan itu adalah hal-hal yang dapat ditangkap oleh panca indra. Tetapi kemudian ternyata bahwa baginya panca indra juga berdusta. Karena tidak percaya pada panca indra, al Ghazali kemudian meletakan kepercayaannya kepada akal. Alasan lain yang membuat al Ghazali terhadap akal goncang, karena ia melihat bahwa aliran-aliran yang mengunakan akal sebagai sumber pengetahuan, ternyata menghasilkan pandangan-pandangan yang bertentangan, yang sulit diselesaikan dengan akal.

Lalu al Ghazali mancari ilm al yaqini yang tidak mengandung pertentangan pada dirinya. Tiga bulan kemudian Allah memberikan nur yang disebut juga oleh Al Ghazali sebagai kunci ma¡¦rifat ke dalam hatinya. Dengan demikian bagi Al Ghazali intuisi lebih tinggi dan lebih dipercaya daripada akal untuk menangkap pengetahuan yang betul-betul diyakini.

Metafisika
Lain halnya dengan lapangan metafisika (ketuhanan) al Ghazali memberikan reaksi keras terhadap neo platonisme Islam, menurutnya banyak sekali terdapat kesalahan filsuf, karena mereka tidak teliti seperti halnya dalam lapangan logika dan matematika. Menurut al Ghazali, para pemikir bebas tersebut ingin menanggalkan keyakinan-keyakinan Islam dan mengabaikan dasar-dasar pemuajan ritual dengan menganggapnya sebagai tidak berguna bagi pencapaian intelektual mereka.

Menurut Al Ghazali ilmu Tuhan adalah suatu tambahan atau pertalian dengan zat, artinya lain dari zat, kalau terjadi tambahan atau pertalian dengan zat, zat Tuhan tetap dalam keadaannya.
Al Ghazali membagi manusia kepada tiga golongan, yaitu :
a. kaum awam, yang cara berfikirnya sederhana sekali.
b. kaum pilihan, yang akalnya tajam dan berfikirnya secara mendalam.
c. kaum penengkar.

Moral
Ada tiga teori penting mengenai tujuan mempelajari ahklak, yaitu
a. Mempelajari akhlak sebagai studi murni teoritis.
b. Mempelajari akhlak sehingga akan meningkatkan sikap dan prilaku sehari-hari.
c. Karena akhlak merupakan subjek teoritis yang berkenaan dengan usaha menemukan kebenaran tentang hal-hal moral.

Kebahagiaan di surga ada dua tingkat, yang rendah dan yang tinggi. Yang rendah terdiri dari kesengan indrawi seperti makan dan minum, sedangkan yang tertingi ialah berada dekat dengan Allah dan menatap wajah-Nya yang Agung senantiasa.

Jiwa
Jiwa berada di alam spiritual, sedangkan jasad di alam materi. Setelah kematian jasad musnah tapi jiwa tetap hidup dan tidak terpengaruh dengan kematian tersebut, kecuali kehilangan wadahnya. Adapun hubungan jiwa dan jasad dari segi pandangan moral adala setiap jiwa diberi jasad, sehingga dengan bentuannya jiwa bisa mendapatkan bekal hidup kekalnya. Jiwa merupakan inti hakiki manusia dan jasad hanyalah alat baginya untuk utnuk mencari bekal dan kesempurnaan, karena jasad sangat diperlukan oleh jiwa maka ia haus dirawat baik-baik. Menurut al Ghazali setiap perbuatan akal menimbulkan pengaruh pada jiwa, yakni membentuk kualiatas jiwa, asalkan perbuatan itu dilakukan dengan sadar.

7. Filsafat Ibnu Thufail

Filsafat dan Agama
Menurutnya filsafat dan agama adalah selaras, bukan merupakan gambaran dari hakikat yang satu. Yang dimaksud agama disini adalah batin dan syari¡¦at. Ia juga menyadari adanya perbedaan tingkat pemahaman pada manusia. Ia menganggap tidak semua orang dapat mencapai kepada wajib al wujud dengan jalan berfilsafat seperti yang ditempuh oleh hayy. ¡¥Asal¡¦ ¡¥salaman¡¦ dan masyarakat awam tidak mungkin mengetahui al haqq, karena keterbatasan akalnya.

Metafisika
Bagi Ibn Thufail, dalil adanya Allah adalah gerak alam. Sesuatu yang bergerak tidak mungkin terjadi sendiri tanpa ada yang penggerak di luar alam, dan berbeda dengan yang digerakkan. Penggerak itu adalah Allah.
Ibn Thufail membagi sifat Allah kepada dua macam :
a. sifat yang menetapkam wujud zat Allah, seperti ilmu, qudrat dan sifat-sifat ini adalah zat-Nya sendiri.
b. Sifat yang menfikan hal kebendaan dari zat Allah, sehingga Allah maha suci dari ikatan hal kebendaan.

Epistimologi
Ibn Thufail menunjukkan jalan untuk sampai kepada objek pengetahuan yang maha tingi atau Tuhan. Jalan pertama melalui wahyu, dan jalan kedua adalah melalui filsafat. Ma¡¦rifat melalui akal ditempuh dengan jalam keterbukaan, mengamati, meneliti, mancari, mencoba, membandingkan, klasifikasi, generalisasi dan menyimpulkan. Jadi ma¡¦rifah adalah sesuatu yang dilatih mulai dari yang kongkrit berlanjut kepada yang abstrak. Dan khusus menuju global. Seterusnya dilanjutkan dengan perenungan yang terus menerus. Ma¡¦rifah melalui agama terjadi lewat pemahaman wahyu dan memahami segi batinnya dzauq. Hasilnya hanya bisa dirasakan, sulit untuk dikatakan. Tidak heran kalau muncul syatahat dari mulut seorang sufi. Jadi proses yang dilalui ma¡¦rifat semacam ini tidak mengikuti deduksi atau induksi, tetapi bersifat intuitif lewat cahaya suci.

Jiwa
Ada tiga kategori jiwa, yaitu :
a. jiwa fadhilah, yakni kekal dalam kebahagiaan karena menganal Tuhan dan terus mengerahkan perhatian dan renungan kepadanya. kelak jiwa ini akan di tempakan di sorga.
b. Jiwa fasiqah, yakni jiwa yang kekal dalam kesengsaraan dan tempatnya dineraka. Karena pada mulanya jiwa ini telah menganal Allah, tetapi kemudian melupakannya dengan melakukan berbagai maksiat.
c. Jiwa jahiliyyah, yakkni jiwa yang musnah karena tidak pernah menganal Allah sama sekali, jiwa ini sama halnya dengan hewan melata.
Ibn Thufail menawarkan tiga jenis amaliyah yang harus diterapkan dalam hidup :
„« amaliyah yang menyerupai hewan (amaliyah yang dibutuhkan dan juga dapat menjadi penghalang untuk meningkatkan amaliyah berikutnya yang lebih tinggi).
„« Amaliyah yang menyerupai benda angkasa, yakni melakukan hubungan baik dengan dibawahnya, dengan dirinya, dengan Tuhannya.
„« Amaliyah yang menyerupai al wajib al wujud, amaliyah ini akan mampu mengantar kepada kebahagiaan abadi sebagai sarana akhir dari prinsip moral.

8. Filsafat Ibn Rusyd
Aliran filsafat Ibn Rusyd adalah rasional. Ia menjunjung tinggi akal fikiran dan menghargai peranan akal, karena dengan akal fikiran itulah manusia dapat menafsirkan alam maujud. Akal fikiran bekerja atas dasar pengertian umum (ma¡¦ani kulliyah) yang didalamnya tercakup semua hal ihwal yang bersifat partial (juz¡¦iyah). Ia menjelaskan bahwa kuliyyat adalah gambaran akal, tidak berwujud kenyataan diluar akal.
Metode-metode pembuktian kebenaran

Metode-metode yang dapat dilakukan manusia untuk membuktikan kebenaran ada tiga macam :
a. Metode Demonstrasi (al burhaniah)
b. Metode Dialektik (al Jadaliyyah)
c. Metode Retorika (al khatabiyyah)

Metafisika
Dalam masalah ketuhanan ia berpendapat bahwa Allah adalah penggerak pertama (muharik al awal). Sifat positif kepada Allah adalad akal dan ma¡¦qul. Wujud Allah aialah esa-Nya. Wujud dan keesaannya tidak berbeda dari zat-Nya. Sebagai orang berfikir rasional, ibn Rusyd menafsirkan agama pun dengan penafsiran rasional. Namun ia tetap berpegang kepada sumber agama, yakni al Qur¡¦an. Dalam mengenal sang pencipta tidak mungkin berhasil kecuali dengan melakukan pengamatan terhadap wujud yang diciptakan Allah.

Kenabian
Ibn Rusyd tdak mengatakan bahwa nabi Muhammad saw tidak mengaku dirinya adalah nabi dengan mengemukakan hal-hal yang menyimpang dari hukum alam (mukjizt) sebagai tantang terhadap lawan-lawannya. Maka Al Qur¡¦an merupakan mukjizat terbesar, karena syari¡¦at yang dimuatnya berupa kepercayaan dan amalan yang tidak mungkin bisa dicari dan pelajari kecuali dengan wahyu.

Ibn Rusyd mengadakan pemisahan anatara dua macam mukjizat. Pertama, mukjizat Iuaran (al barrani), yaitu yang tidak sesuai dengan sifat yang karenannya seorang nabi . kedua, mukjizat yang sesuai dengan (al-munasib) sifat kenabian tersebut, yaitu syari¡¦at yang yang dibawanya untuk kebahagiaan umat.

Tingkat Kemampuan Manusia
Pembenaran atau pembuktian sesuatu memang dipengaruhi oleh kapasitas individual. Diantaranya ada yang melakukan pembuktian (kebenaran) dengan cara burhan (demontrasi), ada juga lewat dialektik (jadali) seteguh ahli burhan melakukan demontrasi karena memang kemampuannya memang hanya sampai disitu, dam ada lagi melalui dalil retorik (khatabi) seteguh ahli burhan melakukan pembuktian dengan dalil-dalil demonstratif.

Alam semesta antara qadim dan hadits
Kondisi benda-benda wujud yang tertangkap indra, seperti air, udara, hewan, bumi, dan tumbuh-tumbuhan terbagi beberapa kondisi yaitu : wujud yang tercipta dari sesuatu di luar dirinya sendiri, tetapi berasal dari sesuatu yang berbeda, yaitu penyebab gerak (sebab fa¡¦il, Officent cause), tercipta dari bahan (materi) tertentu, dan bahwa wujud ini keberadaannya didahului oleh zaman. Tingkat wujud semacam ini telah disepakati oleh semua pihak, baik pengikut Asy¡¦ari maupun para filsuf klasik, untuk menyebutnya sebagai (muhdatsah) tercipta setelah tidak ada.

9. Filsafat Suhrowardi Al Maktul
- Pandangan Suhrowardi terhadap metafisika dan cahaya pada dasarnya tetap bersifat immaterial.
- Entitas yang pertama yang diciptakan Tuhan adalah akal pertama, kemudian melalui proses emanasi timbul akal kedua dan seterusnya.

Epistimologi
- Ia mengembangkan teori iluminasi dengan cara menggabungkan akal dan intuisi.
- Tujuan akhir pengetahuan iluminasi dan ma¡¦rifat yang merupakan puncak pengetahuan.

Derajat tauhid
a. Tak ada Tuhan kecuali Allah (tauhid orang awam).
b. Tak ada Dia kecuali Dia.
c. Tak ada Engkau kecuali Engkau.
d. Tak Aku kecuali Aku.
e. Tak wujud kecuali wujud ¡VNya.

Kosmologi
- Alam semesta adalah manisfestasi cahaya pertama (Tuhan).
- 4 tingkatan alam :
a. Alam akal (alam al uqlu)
b. Alam jiwa (alam an nufus)
c. Alam materi (alam al ajsam)
d. Alam mitsal (alam al mitsal)

Psikologi
- Disamping ada jiwa dan akal ada sumber lain pengetahuan yairtu persepsi batin.
- 5 tahap perkembangan spiritual :
1. aku. 2. engkau tak ada 3. aku tidak ada.
4. hanya engkau yang ada.


10. Filsafat Ibn ¡¥Arabi

Filsafat Ibn ¡¥Arabi tentang wujud (realitas) Tuhan, alam semesta, dan manusia.
- Pengertian Wahdat al wujud.
Wahdat al Wujud terdiri dari dua kata, yaitu : wahdat (sendiri, tunggal,kesatuan) sedangkan wujud (ada). Dengan demikian Wahdat al wujud berarti kesatuan wujud.
- Kata al wahdah digunakan pula oleh para ahli filsafat dan sufistik sebagai suatu kesatuan antara materi dan roh, substansi (hakikat) dan format (bentuk), antara yang nampak (lahir) dan yang batin, antara alam dan Allah, karena alam dari segi hakikatnya qadim dan berasal dari Tuhan.

Tuhan
- Tuhan yang sebenarnya adalah Allah yaitu yang Esa, mutlak, tak terbatas, dan wujud Nya meliputi segala sesuatu.
- Antara mahluk (manusia) dan al haqq (Tuhan) sebenarnya satu kesatuan dari wujud Tuhan, dan yang sebenarnya adalah wujud Tuhan itu.
- Pada benda-benda yang ada di alam ini Tuhan dapat melihat diri Nya.
- Pada benda-denda alam ini terdapat sifat-sifat Tuhan.
- Allah - Yang tak terbatas
- Tuhan - Cahaya
- Pencipta - Wujud
- Yang mutlak - Ada
- Yang sebenarnya

Alam semesta
- alam semesta terbagi atas tiga :
1. Tajalli (Penampakan Tuhan).
2. Ciptaan Allah.
3. Tanda kekuasaan Nya

Manusia
Manusia adalah Mahluk : - Ruhani - Jasmani
Manusia adalah mahluk ruhani yang menggunakan jasmaninya sebagai kendaraan dan alat untuk mencapai tujuannya yaitu kembali kepada Allah. Manusia adakah mahluk jasmani (wujud manusia hanyalah photocopy dari wujud Tuhan).


11. Filsafat Mulla Shadra

Epistimologi
- Tuhan bisa di capai pengetahuan
- Perjalanan akal menuju Tuhan melalui 4 tahap :
a. Dari mahkluk (halq) menuju hakikat kebenaran atau pencipta (haqq).
b. Dari hakiakat ke hakiakat dengan hakikat (min al haqq ila al haqq bi al haqq).
c. Dari hakikat kepada mahluk dengan hakikat (min al haqq ila al khalq bi al haqq).
d. Dari mahluk ke mahluk ke mahluk dengan hakikat (min al khalq ila al khalq bi al haqq)

Metafisika
- Metafisika Mulla Shadra dibangun atas tiga pilar :
1. Wahdah (unity).
2. Ashalah (wujud primer)
3. Tasykik (gradation/wujud)
- Semuanya adalah realitas tunggal (wujud itu satu)
- Wujud (realitas) itu satu tetapi berbeda intensitasnya
- Wujud Allah berdiri sendiri (qiyamuhu binafsihi)

Jiwa
- jiwa adalah entelechy badan jasmaniah yang bekerja melalui fakultas-fakultas yang disebut organ.
- Jiwa manggunakan badan untuk berpindah dari alam materi kealam spiritual.
- Jiwa manusia edan jiwa hewan sama-sam mamiliki kemampuan melepaskan dirinya dengan imaginasi akltual (khayal bi al fi¡¦l), sedangkan manusia dengan akal actual (¡¥aql bi al fi¡¦l)

Moral
- Untuk memperoleh kebahagiaan tertinggi manusia harus mengetahui petunnjuk Allah (Islam)
- Manusia sangat tergantung kepada kesempurnaan jiwa dalam proses inteleksi (ta¡¦aqqul).
- Pengetahuan dapat mengalih bentuk orang yang tahu dalam proses trans-substansi (harka jauharia) nya menuju kesempurnaan.

12. Filsafat Muhammad Iqbal

Agama dan Filsafat
- Agama ialah suatu konsep dari suatu pengalaman yang kompleks, sebagian bersifat rasional, etik, dan sebagian lagi bersifat spiritual.
- Agama bukan semata-semata hanya pikiran atau cuma perasaan juga bukan sekedar tindakan tetapi merupakan ekspresi manusia secara keseluruhan, karenanya agama tak bertentangan dengan filsafat, bahkan merupakan suatu segi yang penting dari pengalama total, tentang realitas yang harus dirumuskan oleh filsafat.

Alam dan Manusia
- Alam yang konkret dalam (al-qur¡¦an) merupakan satu realitas ciptaan, dimana yang katual dan yang ideal bergabung dan memperlihatkan adanya suatu pola rasional yang jelas.
- Manusia sebagai kekuatan yang sangat dinamis didalamnya (alam semesta) merupakan agen utama atau pekerja bersama Tuhan di dalam proses perealisasian potensi-potensi realitas yang tak terbatas.

Tuhan
- ia mendapatkan beberapa kesejajaran dengan konsep dinamis tentang
Tuhan sebagai kehendak atau energi yang kreatif yang terdapat dalan teori atomistic teologis al Asy¡¦ary.
- Tuhan sebagai ego yang tak terbatas yang immanen dalam akal, dan ditunjuk oleh Al Qur¡¦an sebagai yang awal dan yang akhir, yang lahir dan yang batin.
- iradah yang abadi (eternal will) dan kaindahan digolongkan menjadi salah satu sifat darinya, sikap yang meilingkupi nilai seni dan susila.

Ego/Khudi
- Bersifat maha pencipta, daya ciptanya tidak terbatas
- Bersifat maha mengetahui
- Bersifat maha kuasa
- Bersifat abadi
Sumber : http://oephe.multiply.com/journal/item/21?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
READ MORE - Pemikiran Para Filsuf Islam

Perbedaan Otak Manusia Dan Binatang






Dalam bahasa Arab ada ungkapan yang sangat terkenal, yakni Al insaanu hayawaan naatiq, yang bermakna: manusia adalah hewan yang berakal. Dengan kata lain, jika manusia tidak menggunakan akalnya akan menjadi seperti binatang. Itu pula yang disebut al Qur'an dalam QS. 7: 179, yakni orang-orang yang tidak menggunakan Hati (Qalb), penglihatan (bashar), dan pendengaran (sama') untuk memahami dan mengerti suatu masalah yang dihadapinya.

Maka dalam konteks pembahasan otak, kita lantas bisa mencari keterkaitan antara bagian-bagian otak dengan fungsi akal pada manusia. Binatang punya otak, manusia juga punya otak. Tetapi, kenapa binatang yang punya otak itu dikatakan tidak punya akal? Kalau begitu, tidak selalu makhluk yang punya otak disebut berakal. Jadi rupanya, fungsi akal itu terkait erat dengan keberadaan sesuatu di otak manusia yang tidak terdapat pada binatang. Apakah bagian di otak manusia yang tidak terdapat pada otak binatang?

Secara sederhana, perbedaan yang mendasar antara otak binatang dan manusia terdapat pada lapisan terluar otaknya. Inilah yang disebut sebagai Cortex Cerebri, atau sering disebut Cortex saja. Disinilah pusat aktifitas pikiran manusia berada. Dan, ternyata seluruh peradaban manusia dihasilkan oleh aktifitas kulit otak ini. Itu pula, kenapa dunia binatang tidak memiliki peradaban seperti manusia – tidak punya sains, teknologi, seni budaya, bahkan agama – karena mereka tidak mempunyai Cortex tersebut di otaknya.

Lebih jauh, adalah menarik mendapati kenyataan bahwa pusat penglihatan dan pendengaran manusia ternyata juga terdapat di Cortex-nya. Pusat penglihatan berada di kulit otak bagian belakang, sedangkan pusat pendengaran berada di bagian samping. Berarti, proses melihat dan mendengar itu sebenarnya identik dengan proses berpikir. Orang yang melamun, meskipun bisa melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga, dia tidak bisa memahami apa yang sedang dilihat dan didengarnya. Pada saat demikian, dia tidak sedang mengaktifkan daya pikir Cortexnya secara utuh, sehingga bisa disebut setara dengan binatang. Itulah orang yang disebut lalai oleh al Qur'an.

Penyetaraan manusia dengan binatang bukan hanya dikaitkan dengan fungsi melihat dan mendengar yang tanpa berpikir, melainkan juga terkait dengan merasakan getaran Qalb yang melahirkan kepahaman. Seperti sudah kita bicarakan, getaran Qalb yang ada di jantung merupakan resonansi getaran yang berasal dari Sistem Limbik di otak tengah. Dengan kata lain, Qalb merupakan cerminan apa yang terjadi di Sistem Limbik. Masalahnya, getaran apakah yang paling dominan sedang mengisi Sistem Limbik, maka itulah yang diresonansikan ke jantung.

Apakah Sistem Limbik hanya berisi getaran emosional yang bersumber dari Amygdala? Ternyata tidak, karena Sistem Limbik juga merujuk ke getaran rasional yang bersumber dari Hipocampus. Getaran yang muncul di otak tengah ini sebenarnya sudah merupakan perpaduan antara emosi dan rasio. Itulah yang dikenal sebagai perasaan yang kemudian menggetarkan jantung.

Pada kenyataannya, Hipocampus merupakan pusat memori yang menyimpan kesimpulan proses-proses rasional yang terjadi di Cortex. Secara fisiologis, Hipocampus terbentuk dari perluasan kulit otak yang melipat ke bagian dalam otak tengah. Bentuknya seperti huruf C. Dengan demikian, meskipun Hipocampus berada di bagian dalam otak, sebenarnya ia adalah bagian dari Cortex yang bekerja secara rasional, logis, dan analitis pula.

Maka, proses berpikir lewat penglihatan dan pendengaran yang terjadi di Cortex pun bakal masuk dan tersimpan di Hipocampus. Dan setelah dikoordinasikan dengan fungsi Amygdala, beserta komponen Sistem Limbik lainnya, ia akan menjadi getaran yang diteruskan ke jantung sebagai desiran Qalb. Saat itulah kita merasakan sensasi perasaan.

Sehingga, sungguh menarik memahami mekanisme otak terkait dengan yang disebut AKAL. Ternyata akal adalah PERPADUAN antara fungsi utama otak manusia yang ada di kulit luar alias Cortex, dengan emosi yang ada di dalam Amygdala, dan kemudian menimbulkan getaran perasaan yang terasa di jantung (Qalb). Dengan kata lain, di Cortex-lah terjadi proses berpikir, di Sistem Limbik terjadi percampuran antara pikiran rasional dan perasaan emosional, dan di jantunglah indikasi maksimum-tidaknya proses berakal tersebut.

Yang demikian ini diceritakan di dalam al Qur'an, bahwa orang-orang yang berakal adalah orang-orang yang memadukan fungsi antara pikiran (Cortex) dan perasaan (sistem limbik) secara maksimum, sehingga ketika memperoleh keyakinan (kesimpulan tertinggi berupa keimanan) bakal menggetarkan jantung-hati (Qalb), yang berada di dalam dada.


QS. Ali Imran (3): 191
(Orang yang berakal adalah) orang-orang yang mengingat (yadzkuruna) Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka berpikir (yatafakkaruna) tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

QS. Al Anfaal (8): 2
Sesungguhnya orang-orang yang beriman (yakin seyakin-yakinnya) itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati (Qalb) mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,


Maka apakah kesimpulan yang bisa diambil terkait dengan Akal dan Otak?
Ternyata peran akal sangat dipengaruhi oleh keberadaan kulit otak yang disebut sebagai Cortex. Otak binatang tidak memiliki bagian ini, sehingga dia tidak mempunyai akal. Sedangkan perasaan, muncul di otak tengah yang dikenal sebagai Sistem Limbik. Sistem ini tidak hanya terdiri dari emosi yang bersumber pada Amygdala belaka, melainkan juga dipengaruhi oleh pikiran-pikiran rasional yang berasal dari Hipocampus.

Karena itu, kita lantas mengenal adanya perasaan yang rasional dan perasaan yang emosional. Misalnya, ada perasaan sedih yang tidak jelas jluntrungannya, tetapi ada juga perasaan sedih yang jelas penyebabnya. Ada perasaan gembira yang tidak jelas asal-usulnya, tapi ada pula yang jelas penyebabnya. Ada perasaan takut dan khawatir yang muncul tiba-tiba, tapi ada yang didahului suatu peristiwa sebelumnya. Dan seterusnya. Namun, sangat jelas bahwa semua perasaan itu tetap saja muncul menjadi getaran Qalb di dalam dada kita...! (Bersambung)

Wallahu a'lam bishshawab
READ MORE - Perbedaan Otak Manusia Dan Binatang

Pengaruh Peradaban Islam Terhadap Dunia Matematik





Pada awal kurun ke-7, satu tamadun baru muncul di tanah Arab. Dibawah pimpinan Muhammad s.a.w, dakwah yang bawa Rasulullah tersebar pesat dan luas menambat hati dan iman penduduk Semenanjung Arab. Kurang satu abad selepas kota Mekah dibuka semula pada tahun 630, kerajaan Islam telah berjaya menyebar luaskan agama Islam sehingga ke India dan hingga ke tengah benua Asia bagi bahagian timur.

Di bahagian barat, penyebaran agama Islam lebih cepat berlaku terutamanya dibahagian utara benua Afrika. Pada Tahun 711, Islam berjaya sampai ke Sepanyol. Hasil daripada penyebaran agama Islam hingga hampir dua per tiga dunia memberi perkembangan dan kemajuan kepada kerajaan Islam. Budaya Islam menjadi cara hidup manusia pada ketika itu.

Inilah titik permulaan kepada perkembangan ilmu pengetahuan. Agama Islam telah membawa satu budaya yakni budaya cintakan ilmu yang sangat besar peranannya kepada dunia ilmu pengetahuan. Itulah cantiknya Islam, tidak pernah menolak bulat-bulat ilmu pengetahuan di dalam kehidupan.



Sejarah Matematik Islam

Ahli sejarah dan Ahli Matematik barat lebih suka merujuk perkembangan sejarah Matematik ditanah Arab sebagai Matematik Islam kerana ia adalah kesinambungan daripada ajaran Islam yang bawa Rasulullah yang mementingkan soal ilmu pengetahuan. Perkembangan Ilmu pengetahuan banyak berlaku di zaman pemerintahan Abbasiyyah yang dalam masa yang sama Eropah masih di Zaman Gelap. Oleh itu ilmu lebih banyak terbudaya dikalangan orang Islam manakala orang Eropah disekat hak untuk berfikir. Jadi, Matematik Islam lebih sesuai dengan daripada Matematik Arab.

Pada tahun 766, Khalifah Al-Mansur membuka kota Baghdad yang selepas itu menjadi tempat perkembangan Ilmu termasyhur didunia. Cendiakawan dan cerdik pandai dialu-alukan kedatangan mereka ke Kota Baghdad. Khalifah Harun al-Rashid yang memerintah dari tahun 786 hingga 809 telah menubuhkan perpustakaan di Baghdad. Manuskrip-manuskrip dikumpulkan dari pelbagai bidang dan akademi-akademi di timur barat terutamanya dari tamadun Yunani termasuk manuskrip Matematik Yunani Klasik dan teks-teks saintifik. Kemudian ia diterjemahkan ke bahasa Arab. Penganti Harun al-Rashid, Khalifah Al-Ma'mun meneruskan usaha ini pada skala yang lebih besar dan sehingga tertubuhnya Baitul Hikmah yang bertahan selama 200 tahun. Ilmuan-ilmuan dari seluruh bahagian dalam pemerintahan dijemput untuk menterjemahkan bahasa Greek dan India dan juga menjalankan penyelidikan.

Pada akhir kurun ke-9, pelbagai kertas-kertas kerja cendiakawan seperti Euclid, Archimedes, Apollionius, Diophantus, Plotemy dan ramai lagi ahli matematik Yunani diterjemahkan kebahasa arab untuk kegunaan ilmuan-ilmuan disana. Ilmuan-ilmuan islam bukan hanya mengumpul kajian-kajian lama, bahkan mereka telah mengembangkan ilmu-ilmu kepada satu perspektit baru yang lebih releven. Ini kerana ahli matematik sebelum mereka mengunakan matematik untuk perkara-perkara yang tidak penting kepada manusia seperti menghitung cinta dan sebagainya. Di dalam Matematik Islam, ia lebih banyak digunakan untuk perkara-perkara yang praktikal dan berguna untuk manusia, dan juga disebut sebagai Sunnatullah. Para Ilmuan Islam mengkaji dan berakhir dengan bertemu dengan Kebesaran Allah. Inilah beza antara saintis Islam dan saintis. Tujuan mereka adalah Allah.

Ilmuan Islam sentiasa memulakan kerja dengan lafaz "Basmalah".

"The mathematicians responded by always invoking the name of God at the beginning and end of their works and even occasionally referring to Divine assistance throughout the texts" -(Victor J. Katz)

Terpegun membaca ayat ini. Subhanallah, begitulah akhlak ilmuan Islam dahulu yang sentiasa mengingati Allah dalam setiap perkerjaan yang mereka lakukan. Sentiasa memulakan dan mengakhiri dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, serta segala apa yang mereka berjaya hasilkan, mereka dikembalikan pujian hanya kepada Allah.

Tidak seperti ahli matematik Yunani, Ilmuan Islam tidak hanya berdasarkan teori, bahkan juga secara praktikal untuk memudahkan kehidupan seharian manusia, atau hari ini dikenali sebagai Applied Math atau matematik gunaan.

Hari ini, satu sejarah lengkap tentang Matematik Islam masih belum ditulis, kerana masih banyak tinggalan manuskrip Ilmuan Islam yang masih belum dikaji di perpustakaan seluruh dunia. Oleh kerana kepentingan politik yang memeningkan, akses kepada hasil kajian mereka yang penting disekat dan dilarang. Namun, fakta asas tentang dunia Matematik Islam masih diketahui. Antara sebab penyekatan ini adalah untuk mengelak umat Islam sedar yang tamadun Islam sangat banyak menyumbang kepada percambahan ilmu pengetahuan pada masa ini. Ia juga antara rancangan musuh Islam untuk melenyapkan kehebatan Islam dari pengetahuan umat Islam di Zaman ini.

Ahli matematik Islam banyak menyumbang untuk secara khususnya dalam penggunaan titik perpuluhan, dan juga mengembangkan topik Algebra secara tersusun dan juga dalam topik Geometri. Beberapa penambahbaikan dalam topik Trigonometri. Apabila Eropah keluar dari Zaman Gelap, mereka tidak memerlukan masa yang banyak untuk mengejar apa yang mereka terkebelakang kerana semuanya hampir lengkap. Hanya perlukan penjenamaan semula dan kembangkan ilmu itu.

(Olahan semula dari buku A History Of Mathematics: An Introduction; Victor J. Katz: Chapter The Mathematics of Islam)

Sejarah ditulis oleh pemenang

Hari ini, banyak formula-formula dan tajuk-tajuk matematik terabadi nama ilmuan barat didalamnya. Walaupun hakikatnya mereka hanya menjenamakan semula apa yang telah ada dalam dunia matematik Islam. Nama-nama ilmuan Islam tidak terabadi dalam sebarang teori-teori dan formula-formula matematik. Hanya nama-nama seperti Euclid, Newton, Einstein, Diophantus, Sarrus, Fibonacci dan sebagainya lebih banyak diabadikan. Mungkin nama-nama ilmuan Islam tidak diabadikan bertujuan untuk menjauhkan Islam daripada disebut dalam lecture dan supaya Islam dilihat tidak significant dengan Ilmu.Sekadar pandangan.

Ayuh budayakan semula budaya cintakan Ilmu supaya kita turut maju kehadapan dan kita hapuskan salah tanggapan dunia kepada Islam. Kembalilah kepada Islam. Hujung Akal, pangkal Agama. Ilmu ditimba diakhirnya bertemu dengan Kebesaran Allah, Tuhan Yang Mengetahui.

-Artikel iluvislam.com
READ MORE - Pengaruh Peradaban Islam Terhadap Dunia Matematik