GAMBAR atas adalah janin sehat yang terlihat di dalam rahim. Gambar bawah janin di dalam rahim yang ibunya merokok.
Apa bedanya?
Dalam satu penelitian menarik terhadap ibu hamil ditemukan, janin
dari ibu merokok tampak menggerak-gerakan mulutnya dan menyentuh dirinya
secara aktif dibanding janin yang ibunya tidak merokok.
Penelitian melibatkan 20 ibu hamil, yang empat orang di antaranya
merokok rata-rata 14 batang sehari. Dr Nadja Reissland mempelajari scan
gambar bergerak 4D dan mencatat ribuan gerakan kecil di dalam rahim.
Janin biasanya menggerakan mulut mereka dan menyentuh diri. Tetapi
menjelang mendekati kelahiran, gerakan janin berkurang menunjukkan ia
sudah dapat mengendalikan dirinya.
Tetapi dalam penelitian ini menunjukkan, janin dari ibu perokok menunjukkan kelambatan perkembangan sistem syaraf pusat.
Penelitian yang dilakukan oleh Durham dan Lancaster University ini diterbitkan dalam jurnal Acta Paediatrica, kemudian dilansir laman Metro, Senin (23/3/2015).
Dr Reissland dari Departemen Psikologi Durham, mengatakan: “Studi
lebih lanjut yang intensif diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil ini dan
untuk menyelidiki efek tertentu, termasuk interaksi ibu dalam kondisi
stres dan merokok.” Dia meyakini, gambar perbedaan perkembangan janin pra-kelahiran bisa membantu ibu untuk berhenti merokok.
Peneliti pendamping Profesor Brian Francis dari Lancaster University,
menambahkan: “Penggunaan teknologi telah memperlihatkan apa yang
sebelumnya tersembunyi, mengungkapkan bagaimana merokok mempengaruhi
perkembangan janin tanpa kita sadari. “Kita belum mendapatkan bukti lebih lanjut dari efek negatif merokok pada kehamilan,” katanya. Para peneliti berharap akan memperluas penelitiannya.*
Eramuslim
- Pada 2012, Seorang Ilmuwan Islam, Syekh Abdul Majid Az-Zindany
mengumumkan sebuah Kebenaran Mukjizat Ilmiah (Ijazul Ilmy), dari sabda
seorang Nabi disampaikan 14 abad yang lalu, dalam Hadist Abu Hurairah Bahwa Sabda Rasululullah Saw (dalam Hadist yang panjang):
“.. Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua
pintu (yang ada daun pintunya) dari pintu-pintu surga seperti antara
Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bushra.” (HR.
Muslim no. 287)
Ilmuwan itu mengatakan pengukuran yang
dilakukan dilapangan (secara daratan) tidak sepenuhnya bisa diandalkan,
maka dari itu harus diukur secara mengudara agar yang tidak terhalangi
oleh hambatan medan di tanah, dan model pengukuran mustahil terdapat di
masa Rasulullah Saw. Namun setelah pesawat terbang dan satelit
ditemukan pada abad kedua puluh, Manusia telah mampu mengukur jarak
antara Makkah dan Hajar dan jarak antara Makkah dan Bushra, memalui
Google Earth membuktikan kebenaran ilmiah Hadist tersebut bahwa jarak
Makkah-Hajar sama tepatnya dengan jarak Makkah-Bushra, dimana keduanya
memiliki jarak yang sama yaitu 1.272 km, Subhanallah !
Sekali
lagi kebenaran Mujizat baginda Rasullullah SAW telah terbuktikan secara
ilmiah melalui teknologi teknologi zaman sekarang sama sekali tidak
dikenal di masa beliau, sungguh benar Firman Allah Swt: “Dan tiadalah
yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya,
ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang
diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. ( An-Najam 3-5)
Apakah
yang dimaksud dengan kedokteran islami? Apakah ia merupakan cabang ilmu
kedokteran yang tunduk pada kehendak Allah secara total. Atau teknik
pengobatan yang berhasil ditempuh kaum muslimin secara sempurna. Atau
ilmu kedokteran modern yang bersumber dari ajaran-ajaran Tuhan dan
penerapannya sesuai dengan sumber-sumber tersebut?
Pada Muktamar Internasional Kedokteran Islami pertama di Kuwait tahun
1981 ditetapkan enam karakteristik dasar kedokteran islami, yaitu : 1. Kedokteran islami harus tunduk pada ajaran-ajaran dan etika Islam 2. Kedokteran islami harus rasional dan riil sehingga bisa diaplikasikan dengan baik 3. Kedokteran islami harus menyeimbangkan perhatiannya tehadap tubuh, akal, ruh, serta terhadap individu dan masyarakat.
4. Kedokteran islami harus bersifat universal sehingga bisa dipelajari
oleh siapa saja dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua orang. 5.
Metodologi kedokteran islami harus bisa dibuktikan secara ilmiah.
Kesimpulan-kesimpulannya harus logis berdasarkan riset dan penelitian
yang akurat. 6. Kedokteran islami harus unik dan istimewa, serta
dapat mewujudkan apa yang tak dapat diwujudkan oleh teknik pengobatan
lainnya.
Dalam muktamar itu juga disusun program penyembuhan
terhadap berbagai penyakit yang tak bisa diobati. Dan pada 1986, program
tersebut telah diaplikasikan di beberapa kota, diantaranya Panama,
Florida, dan Dubai (Uni Emirat Arab).
Akhir-akhir ini
bermunculan sejumlah penyakit yang dianggap sulit disembuhkan. Seperti
kanker, penyakit kerapuhan kronis (chronic degeneration disease) yang
menyerang persendian dan tulang, penyakit jantung, penyakit system saraf
pusat, serta penyakit liver seperti hepatitis kronis dan cirrhosis
dini. Selain itu, ada pula penyakit-penyakit seperti gangguan organ
pernafasan, penyakit paru-paru kronis (chronic obstruction pulmonary
disease), serta penyakit system kekebalan tubuh seperti rematik,
arthritis, lupus, dan erythematic. Terakhir, ada sekelompok anak-anak
yang menderita keterbelakangan mental dan beberapa gangguan genetik
(genetic abnormality) lainnya.
Seluruh pasien yang menderita
penyakit-penyakit di atas mengalami gejala yang sama, mereka gagal dalam
merespons berbagai pengobatan medis modern. Sebagian malah ada yang tak
bisa diobati sama sekali. Padahal pengobatan diatas mencakup berbagai
bentuk dan teknik pengobatan, baik modern maupun alternatif.
Sebagaimana penderita kanker mendapatkan perawatan dengan menggunakan
obat antikanker dan berbagai produk herbal yang menilai efek empiris
melawan sel-sel kanker, maka kedokteran islami bertujuan untuk mengubah
pola hidup pasien secara mendasar. Terutama dalam hal makanan, pikiran
dan gaya hidup. Untuk itu, mereka harus dijauhkan dari berbagai dampak
negative yang mungkin timbul akibat lingkungan yang buruk. Singkatnya,
bagaimana mereka dapat menjalani kehidupan dengan cara yang lebih layak
dan sesuai dengan ajaran-ajaran agama.
Dari beberapa petikan
ayat Al-Qur’an dan hadits nabi, kami mendapatkan suatu pemahaman baru.
Pemahaman tentang respon penyakit biologis dan mekanisme pengobatannya,
dan pemahaman tentang hubungan antara penyakit kronis dan gangguan
kekebalan tubuh. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi
kekebalan tubuh beberapa pasien yang menderita penyakit kronis di Dubai
dan Panama, ditemukan adanya gangguan pada kekebalan tubuh mereka. Kadar
gangguan ini berbeda-beda antara satu pasien dengan yang lainnya.
Kami juga mendapatkan pemahaman tentang hubungan antara penyakit
kronis dengan perasaan negatif pada diri seseorang. Setiap pasien yang
menderita penyakit kronis-baik parah atau tidak-memiliki perasaan
negatif yang berlebihan. Perasaan negative ini tampak sebelum pasien
didiagnosis. Saat gejala penyakit kronis timbul, perasaan negatif yang
terlihatpun semakin bertambah.
Berdasarkan studi yang kami
lakukan, ternyata lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an memiliki efek
langsung dalam mengurangi kegelisahan dan depresi. Bahkan secara
langsung atau tidak, memiliki efek dalam merangsang sistem kekebalan
tubuh sehingga membantu proses penyembuhan. Efek ini terjadi dengan cara
mendengarkan beberapa ayat Al-Qur’an, walaupun tanpa memahaminya.
Efeknya semakin bertambah jika mendengarkan bacaan Al-Quran disertai
pemahaman akan maknanya.
Efek penyembuhan ini tampak jelas
dalam meningkatkan system kekebalan tubuh. Apalagi jika digunakan secara
rutin sebagai salah satu metode pengobatan yang diterapkan kepada
setiap pasien, baik muslim maupun nonmuslim.
Demikian pula
dengan hadits tentang pengaruh madu terhadap kesembuhan manusia.
Berbagai riset menyimpulkan bahwa madu berkhasiat meningkatkan system
kekebalan tubuh. Juga hadits tentang habbah sauda’ (jintan hitam) yang
menyatakan tumbuhan ini mengandung obat segala penyakit, kecuali
kematian.
Hadits tentang habbah sauda’ diatas memunculkan dua
pertanyaan yang mungkin belum terjawab. Pertama, apakah efek penyembuhan
tumbuhan ini juga berlaku pada semua penyakit yang memiliki
karakteristik berbeda-beda dan sebab-sebab yang beragam? Kedua,
pengecualian ‘kematian’ dalam hadits diatas. Apakah mungkin terjadi
karena setiap orang yang sudah mati tentu tidak membutuhkan habbah
sauda’?
Pertanyaan pertama sudah terjawab. Melalui berbagai
riset yang dilakukan dalam rentang waktu antara 1986-1987 telah
dibuktikan adanya pengaruh katalis habbah sauda’ terhadap kekebalan
tubuh. Dengan demikian, tumbuhan ini dapat membantu menyembuhkan
berbagai penyakit. Habbah sauda’ juga dapat memulihkan pasien
pascaoperasi dan membantu meminimalkan gangguan-gangguan pascaoperasi.
Pertanyaan kedua juga telah berhasil dijawab beberapa tahun
berikutnya. Disimpulkan bahwa selama masih ada sedikit fungsi pada salah
satu jaringan atau organ yang terserang penyakit, berarti masih ada
harapan untuk sembuh total atau parsial. Disisi lain, apabila jaringan
atau organ tersebut mati total dan kehilangan fungsinya, maka tak ada
lagi kesempatan dan harapan terhadap berbagai upaya pengobatan apapun.
Sumber : buku pintar : Sains dalam Al-Qur’an karya Dr. Nadiah Thayyarah
Firman Allah SWT yang artinya: - "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat Kami adalah orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhan dan mereka tidak menyombongkan diri" (Surah As-Sajadah ayat 15).
Sujud bukan saja mendekatkan kita dengan Allah SWT tetapi dari sudut medis pun ada hikmahnya. Antara hikmah sujud menurut keterangan medis adalah: -
1. Memperbaiki ginjal yang keluar sedikit dari tempat asalnya.
2. Memperbaiki pundi peranakan yang jatuh.
3. Melegakan sakit hernia.
4. Mengurangi sakit senggugut ketika haid.
5. Melegakan bagian paru-paru dari ketegangan.
6. Mengurangi sakit pada apendiks atau limpa.
7. Meringankan bagian pelvis.
8. Menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut, punggung ketika akan sujud.
9. Gerakan otot-otot ini menjadi lebih kuat dan elastis, secara otomatis memastikan kelancaran darah.
10. Bagi wanita gerakan otot ini membuat buah dadanya lebih baik dan mudah berfungsi untuk menyusui.
11. Gerakan bagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal.
12. Mengurangi kegemukan.
13. Otak manusia (organ terpenting) menerima banyak pasokan darah dan oksigen.
14. Peringkat sujud paling baik untuk beristirahat dan keseimbangan lingkungan bagian belakang tubuh.
15. Memberi dorongan untuk mudah tidur.
Selain itu efek sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang bisa menghindari pusing dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekaligus menguatkan mentalitas kita (terutama ketika sujud waktu shalat Subuh).
KELEBIHAN SUJUD DALAM SHOLAT sesuai KAJIAN ILMU
shalat apabila kita mengetahui kelebihan setiap gerakan dalam shalat akan menjadikan shalat yang kita lakukan itu lebih bermakna. misalnya sujud => jumlah sujud dalam sehari (5 waktu)
* Shalat 4 rakaat => 4 × 2 = 8 => kita ada 3 kali shalat 4 rakaat (dhuhur, ashar n Isha ') => 8 × 3 = 24 kali
* Sholat 3 rakaat => 3 × 2 = 6 => kita ada sekali shalat 3 rakaat (Maghrib) => 6 kali
* Shalat 2 rakaat => 2 × 2 = 4 => kita sekali shalat 2 rakaat (subuh) => 4 kali
* Total => 24 +6 +4 = 34 kali sujud sehari
Dalam satu penelitian ilmiah oleh seorang prof. (Bukan Islam) dalam bidang bialogi di salah sebuah universitas di US, dia menyatakan bahwa kondisi sujud bisa menyebabkan aliran darah ke otak secara menyeluruh.
Ia memungkinkan otak kita bekerja sesuai fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah. (Setelah membuat penelitian ini prof. Tersebut telah memeluk Islam) ... amin
Dalam penelitian yang sama dia menyatakan tindakan kita melakukan sebanyak 34 kali sujud bisa meningkatkan daya ingat, menghapus kemungkinan penyakit gila sebelum usia 40thn dan penyakit nyanyok.
Dari segi medis, efek sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang bisa menghindari pusing dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekaligus menguatkan mentalitas seseorang. Menurut penelitian, ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah sedangkan setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal dan sempurna.
Berdasarkan grafik diatas, kita dapat gambaran nama Allah yang
tersusun atas titik titik dari letak kordinat antara jumlah ayat dalam
surat dan surat ke berapa dalam Al-Qur'an. Apakah ini sebuah kebetulan ?
ataukah ini merupakan suatu rancangan Maha Agung sang pencipta ?
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami
menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka
jadilah ia. (Surat An-Nahl: 40)
Di akhir pekan, Asad berkunjung ke kakeknya. Dua hari berlalu begitu
cepat, dan sebelum Asad mengetahuinya, Ayahnya telah tiba untuk
membawanya pulang. Asad mengucapkan selamat tinggal pada kakeknya dan
duduk di dalam mobil. Ia melihat keluar jendela, menanti Ayahnya
mengumpulkan barang-barangnya. Seekor kupu-kupu hinggap di sebuah bunga
tak jauh darinya, mengibaskan-ngibaskan sayap, dan terbang ke jendela mobil.
“Kamu mau pulang ke rumah, Asad?” tanya kupu-kupu itu dengan suara kecil. Asad sangat terkejut. “Kamu tahu siapa diriku?” tanyanya. “Tentu saja aku tahu,” senyum kupu-kupu mengembang. “Aku mendengar kakekmu menceritakan dirimu pada tetangga-tetangga.” “Mengapa tidak dari dulu kamu datang dan bicara denganku?” Asad ingin tahu. “Aku tak bisa, karena aku berada dalam sebuah kepompong di atas pohon dalam taman,” kupu-kupu itu menjelaskan. “Sebuah kepompong? Apa itu?” tanya Asad, yang senantiasa ingin tahu. “Mari kujelaskan semua dari awalnya,” kata kupu-kupu itu sambil menghirup udara dang-dalam.
“Kami, kupu-kupu, menetaskan telur menjadi ulat-ulat kecil. Kami
memberi makan diri kami dengan mengerumuti dedaunan. Kemudian, kami
gunakan cairan yang keluar dari tubuh kami seperti benang, dan
membungkus diri kami di dalamnya. Bungkusan kecil hasil tenunan kami
disebut sebagai sebuah kepompong. Kami menghabiskan waktu beberapa lama
di dalam bungkusan itu sambil tumbuh berkembang. Ketika kami bangun dan
keluar dari kepompong, kami mempunyai sayap-sayap cerah berwarna-warni.
Kami menghabiskan sisa hidup kami dengan terbang dan memberi makan diri
kami dengan bunga-bungaan.” Asad mengangguk-angguk penuh pemikiran.
“Maksudmu, semua kupu-kupu berwarna-warni itu dulunya adalah ulat-ulat, sebelum mereka menumbuhkan sayap?” “Bisakah kau lihat ulat hijau di cabang itu?” tanya kupu-kupu. “Ya, aku melihatnya. Ia sedang menggerogoti daun dengan kelaparan..”
“Itu adik lelakiku,” kata ulat bulu itu tersenyum. “Beberapa waktu
lagi ia akan menenun sebuah kepompong, dan suatu hari akan menjadi
kupu-kupu seperti aku.”
Asad punya banyak sekali pertanyaan
yang ingin diajukannya pada teman barunya. “Bagaimana caramu
merencanakan perubahan ini? Maksudku, kapan kamu keluar dari sebuah
telur, berapa lama kamu menjadi seekor ulat bulu, dan bagaimana kamu
membuat benang untuk menenun kepompongmu?”
“Aku tidak
merencanakan apapun,” kupu-kupu itu dengan sabar menjelaskan. “Allah
telah mengajari kami apa yang perlu kami lakukan, dan kapan kami harus
melakukannya. Kami hanya bertindak sesuai dengan kehendak Allah.”
Asad benar-benar terkesan. “Pola-pola di sayapmu sangat indah. Semua
kupu-kupu memiliki corak yang berbeda-beda, bukankah begitu? Mereka
betul-betul berwarna-warni dan menarik perhatian!”
“Itulah
bukti kesenimanan Allah yang tak tertandingi. Ia menciptakan kita satu
demi satu, dengan kemungkinan cara yang paling indah,” temannya
menjelaskan.
Asad menyetujuinya dengan antusias: “Tidak mungkin
kita mengabaikan hal-hal indah yang telah Allah ciptakan. Ada ratusan
contoh di sekeliling kita!” Kupu-kupu setuju: “Kamu benar, Asad. Kita mesti berterimakasih pada Allah atas segala berkah ini.”
Asad melihat ke arah punggungnya. “Ayahku datang. Tampaknya kami akan
segera berangkat. Luarbiasa sekali bisa bertemu denganmu. Bisakah kita
berbicara lagi ketika aku datang minggu depan?” “Tentu saja,” kupu-kupu mengangguk. “Semoga selamat di perjalanan sampai ke rumah.”
Segala sesuatu di langit dan bumi memuja Allah ... (Surat Al-Hadid, 1)
Tidakkah kalian melihat bahwa Allah mencurahkan air dari langit, dan
dengannya Ia menumbuhkan buah-buahan beraneka jenis? Di pegunungan,
terdapat lapisan-lapisan merah dan putih, bayang-bayang yang
beranekaragam, dan batu-batu hitam legam. Manusia dan hewan, serta
ternak, juga beraneka warna. Hanya pelayanNya yang berpengetahuan yang
takut kepada Allah. Allah adalah Yang Maha Kuasa, Maha Memaafkan (Surat
Fatir: 27-28).
REPUBLIKA.CO.ID,
Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam
Alquran. Dalam Surat Al-Hadid, yang berarti "besi", kita diberitahu
sebagai berikut:
"…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia..." (QS Al-Hadid: 25)
Kata
"anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi
dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa
besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita
mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi
diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki
keajaiban ilmiah yang sangat penting.
ni
dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi
yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di
angkasa luar.
Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan
dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita
tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara
mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang
yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa
ratus juta derajat.
Ketika jumlah besi telah melampaui batas
tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi
menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut
"nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang
mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka
bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya
gravitasi benda angkasa.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi
tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang
meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi",
persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini
tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Alquran
diturunkan.
Bila otak kita melakukan aktivitas ia
menghasilkan gelombang. bahkan ilmuwan barat dan juga ilmuwan Jepang
menggunakan otak monyet sebagai subjek untuk mengontrol pergerakan
robot, sungguh membanggakan kan. sebenarnya gelombang otak manusia
dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu: -
1) Sadar (Beta: 15-30Hz) 2) Bawah Sadar (Alpha :9-14Hz) 3) Bawah Sadar (Theta: 4-8Hz) 4) Tidak Sadar (Delta: 1-3Hz)
Sebenarnya frekuensi ini adalah cetusan elektrokimia yang terjadi di
dalam otak ketika kita berpikir. Ia melibatkan neuron otak untuk
mengirim signal-signal ketika proses berpikir terjadi. Inilah yang
dimaksud dengan penilaian kegiatan otak yaitu penilaian cetusan
elektrokimia (signal) dalam sesaat yang terjadi di dalam otak. Banyak
berpikir, lagi banyak cetusan elektrokimia dan makin laju tingkat
cetusan per detik (frekuensi). dengan kata lain ia adalah aktivitas dari
otak.
1. Gelombang Beta 15-30Hz (Sadar)
Di
tingkat ini, kita berada di dalam kondisi sadar. Segala analisis,
pilihan dan semua aktivitas yang melibatkan kita berpikir berada di
bawah frekuensi beta. Dengan kata lain, ketika kita banyak berpikir
secara sadar, kita berada di frekuensi ini.
Tingkat pikiran di
frekuensi ini merupakan realitas pikiran. Kita akan memikirkan sesuatu
itu berdasarkan apa yang kita nampak dan rasakan sesuai daya pemikiran
kita saat itu.
Jika kita memberi petunjuk kepada mereka yang
berada di frekuensi ini, petunjuk tersebut akan dianalisis terlebih
dahulu sesuai pendapat orang yang menerimanya. Sebab itu agak sulit
untuk memberi perintah seperti apa yang kita inginkan kepada orang yang
berada di frekuensi ini.
Sebab itu ketika kita ingin menasihati
seseorang, kita harus hindari menasihat mereka ketika mereka berada di
dalam kondisi beta.
Contoh yang jelas adalah ketika Anda
pertama belajar mengendarai mobil. Saudara pasti berpikir sebelum
menekan pedal gas, pedal break, mengganti gear dan sebagainya. Ketika
ini berkendara menjadi agak sulit karena Anda harus berpikir sebelum
melakukan sesuatu.
2. gelombang Alpha 9-14Hz (Bawah Sadar)
Di tingkat ini, kita berada di dalam kondisi bawah sadar atau dengan
nama lain sedang dalam kondisi asyik dan fokus. Ini adalah frekuensi
terbaik ketika belajar.
Di tingkat ini, kita hanya bisa
menerima tapi tidak mampu membuat reaksi. Semua petunjuk yang diberikan
akan kita ikuti tanpa membuat analisis terlebih dahulu. Jika disebut
pada artikel Realiti Musik dan Realitas Pikiran, kita seolah-olah tidak
filter luar dan dalam.
Tahap ini memiliki kebaikan dan
keburukan. Kebaikan adalah karena di saat ini, apa yang masuk ke pikiran
tidak lagi dikelola oleh pikiran kita. Jika kita memberi nasihat kepada
seseorang dalam kondisi ini, ia terus akan masuk ke dalam pikiran orang
itu dan terus diingat.
Jika kita berada di frekuensi ini, kita
berada di dalam kondisi tenang dan tenteram. Pikiran tidak celaru dan
berserabut karena otak kita tidak banyak berpikir saat ini.
Contoh yang jelas adalah ketika kita sudah pandai mengemudi mobil. Kita
tidak perlu berpikir untuk mengganti gear, menekan pedal gas atau
menekan break. Kita dapat lakukan tanpa kita sadari. Segalanya terjadi
secara otomatis.
Keburukan di frekuensi ini adalah, Anda
seolah-olah dipukau ketika ini. Orang yang menjalankan pemasaran dan
juga penjualan dari rumah ke rumah atau di pasar-pasar raya akan mencoba
menurunkan frekuensi saudara ke tingkat ini.
Kemudian ketika
Anda sudah berada di tingkat ini, Anda tidak berdaya untuk berbuat
apa-apa karena setiap instruksi akan saudara ikuti tanpa banyak bicara.
Saudara tidak mampu untuk melakukan apa-apa reaksi sehingga Anda tidak
sadar mengulurkan segala uang Anda kepada vendor yang berhasil memukau
saudara.
Pastikan Anda berada di dalam kondisi Beta ketika
belanja atau berada di tempat publik. Jika tidak, Anda akan dipukau di
dalam kondisi terjaga.
3. Gelombang Theta 4-8Hz (Bawah Sadar)
Di tingkat ini, kita masih terjaga tetapi kita sangat asyik dan
dikatakan khusyuk. Khusyuk di dalam shalat harus berada frekuensi ini.
Ketika ini kita tidak mampu menganalisis atau menafsirkan apa-apa pun.
Jika frekuensi Alpha, kita hanya menerima dan bisa menafsir tetapi
tidak bisa merespon. Frekuensi Theta pula kita hanya menerima tetapi
tidak mampu menafsir apalagi untuk merespon.
Ketika ini, kita
tidak sadar apa yang terjadi disekeliling kita akibat terlalu khusyuk
dengan satu hal. Jika kita shalat, yang ada saat ini adalah perasaan
CINTA pada Allah dan hanya Allah yang hadir saat ini. Tidak ada yang
lain.
Sebab itu di zaman Rasullullah, sahabat yang terkena
panah di betis hanya melakukan shalat sunat saja disamping sahabat lain
mencabut anak panah tersebut. Khusyuknya sehingga tidak merasa apa-apa
pun sakit.
Jika kita berada di dalam frekuensi ini, kita akan merasa sangat tenang.
4. Gelombang Delta 1-3Hz (Tidak Sadar)
Tahap ini merupakan tahap tidak sadar di mana kita berada di dalam
kondisi tidur. Namun tidur ini adalah tidur yang dikatakan tidur mati.
Kita tidak bermimpi. Tidur yang sangat puas dan cukup. Meskipun mungkin
10 menit tetapi kita akan rasakan cukup segar setelah bangun.
Jika kita tidur tetapi kita bermimpi, kita sebenarnya masih berada di
dalam kondisi Beta dan bukannya Delta. Ini berarti otak masih berpikir.
Sebab itulah datangnya mimpi yang mengarut. Kita menjadi sangat penat
saat bangun jika kita tidur tetapi masih di dalam Beta.
Menurut Dr Azhar Sarip yang telah membuat penelitian tentang adzan yang
berkumandang. Menurut beliau Adzan yang dilaungkan memiliki frekuensi
gelombang Theta.
Orang yang selalu shalat di sepertiga malam
yang menyerahkan 100% jiwa dan raga pada Allah dengan penuh rasa CINTA
mampu tidur dalam kondisi delta. Tidur mereka sedikit tetapi puas dan
tidak mengantuk di siang harinya. Begitu juga dengan mereka yang sering
melakukan tafakur cara Islam.
Bukan saja adzan tetapi bacaan
ayat-ayat suci Al-Quran jugak memiliki gelombang ini yaitu gelombang
Theta. menurut beliau kita selalu menghasilkan gelombang Beta. gelombang
Beta ini menyebabkan dunia kita tidak sehat. jadi kehadiran adzan
menghasilkan gelombang Theta. Gelombang ini bertindak sebagai
penyeimbang atau 'stabilizer' ke dunia kita. jadi adzan telah
menyeimbangkan dunia kita ini.
Firman Allah dalam surat Al-Jumu'ah, ayat pertama yang berarti
"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi selalu bertasbih
kepada Allah. Maha Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa, Maha
Bijaksana" (Al-Jumu'ah, 62:1)
Semua makhluk Allah yang
berada di dunia ini bertasbih kepada Allah. seperti yang telah jelaskan
tadi, tasbih ini akan menghasilkan gelombang Theta yang menyeimbangkan
dunia ini. pohon-pohon, tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan di hutan
semuanya bertasbih kepada Allah. akan tetapi perbuatan manusia yang lupa
pada tangungjawab mereka sebagai khalifah di muka bumi ini telah
menghancurkan alam kita. bukan saja mereka telah menyebabkan pemanasan
global, bahkan telah mengurangi jumlah makhluk Allah yang bertasbih.
mengurangi sumber penghasilkan gelombang Theta.
Kesimpulan
Semua frekuensi ini dapat dicapai dengan cara sengaja atau dengan kata
lain menurut kehendak kita. Ia membutuhkan banyak latihan dan kita mampu
mencapai di mana saja tingkat frekuensi yang kita inginkan.
Sebab itu, apabila kita mampu untuk berada di mana-mana frekuensi, maka
dengan mudah kita dapat berada di tingkat khusyuk ketika shalat.
Khusyuk ketika shalat adalah sangat tenang. Sebab itu mereka yang merasainya selalu tenang, ceria dan sebagainya.
Komunikasilah dengan Allah agar kita dimudahkan untuk berdaya berada di
frekuensi yang kita inginkan. Banyak sangat kebaikannya. Ketika inilah
kita mampu untuk menyerahkan 100% jiwa dan raga kita pada Allah SWT.
Selalu ingat dan sebut nama Tuhanmu.
FAKTA TAMBAHAN
Selain indikator masuk waktu solatm, adzan juga sering dilaungkan ketika
1. Meletusnya perang
2. Bayi yang baru lahir (adzan di telinga kanan, iqamat telinga kiri)
Pengertian Filsafat Islam. Filsafat Islam adalah hasil
pemikiran filsuf tentang ajaran ketuhanan, kenabian, manusia, dan alam yang
disinari ajaran Islam dalam suatu aturan pemikiran yang logis dan sistematis.
Sedangkan menurut Ahmad Fu¡¦ad al-Ahwani filsafat Islam ialah pembahasan
tentang alam dan manusia yang disanari ajaran Islam.
Sejarah singkat timbulnya Filsafat Islam. Cara pemikiran Filsafat secara teknis
muncul pada masa permulaan jayanya Dinasti Abbasiyah. Di bawah pemerintahan
Harun al ¡Vrasyid, dimulailah penterjemahan buku-buku bahasa Yunani kedalam
bahasa Arab. Orang-orang banyak dikirim ke kerajaan Romawi di Eropa untuk
membeli manuskrip. Awalnya yang dipentingkan adalah pengetahuan tentang
kedokteran, tetapi kemudian juga pengetahuan-pengatahuan lain termasuk
filsafat.
Penterjemahan ini sebagian besar dari karangan Aristoteles, Plato, serta
karangan mengenai Neoplatonisme, karangan Galen, serta karangan mengenai ilmu
kedokteran lainya, yang juga mengenai ilmu pengetahuan Yunani lainnya yang dapat
dibaca alim ulama Islam. Tak lama kemudian timbulah para filosof-filofof dan
ahli ilmu pengetahuan terutama kedokteran di kalam umat Islam.
Tujuan dan manfaat mempelajarinya. Tujuan mempelajari
filsafat Islam ialah mencintai kebenaran dan kebijaksanaan. Sedangkan manfaat
mempelajarinya ialah : 1. Dapat menolong dan menididk, menbangun diri sendiri
untuk berfikir lebih mendalam dan menyadari bahwa ia mahluk Tuhan 2. Dapat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat
dan memecahkan persoalan
2. Pengaruh Filsafat Islam terhadap berbagai studi
keislaman, khususnya dalam bidang tasawuf, teologi, dan fiqih
Filsafat Islam dengan Ilmu Tasawuf Tasawuf sebagai suatu ilmu yang mempelajari cara dan
bagaimana seorang muslim berada dekat, sedekat mungkin dengan Allah. Tasawuf
terbagi dua, yaitu Tasawuf Amali dan Tasawuf Falsafi. Dari pengelompokan
tersebut tergambar adanya unsur-unsur kefilsafatan dalam ajaran tasawuf,
seperti penggunaan logika dalam menjelaskan maqamat (al-fana, al-baqa, ittihad,
hulul, wahdat al- wujud).
Filsafat Islam dengan Ilmu Kalam (Teologi) Setelah abad ke-6 Hijriah terjadi percampuran anatara
filsafat dengan ilmu kalam, sehingga ilmu kalam menelan filsafat secara
mentah-mentah dan dituangkan dalam berbagai bukti dengan mana Ilmu Tauhid.
Yaitu pembmahasan problema ilmu kalam dengan menekankan penggunanaan semantic
(logika) Aristoteles sebagai metode, sama dengan metode yang ditempuh para
filosof. Kendatipun Ilmu Kalam tetap menjadikan nash-nash agama sebagai sumber
pokok, tetapi dalam kenyataannya penggunaan dalil naqli yang tampak pada
perbincangan mutakalimin. Atas dasar itulah sejumlah pakar memasukkan Ilmu
Kalam dalam lingkup Filsafat Islam.
Filsafat Islam dengan Ilmu Fiqh Dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur¡¦an yang berkenaan
dengan hokum diperlukan ijtihad, yaitu suatu usaha dengan mempergunakan akal
dan prinsip kelogisan untuk mengeluarkan ketentuan-ketentuan hukum dari
sumbernya. Syaikh Mustafa ¡¥Abdurrazaq dalam bukunya yang berjudul Tauhid Li Tarikhul
Falsafatil Islamiyah (pengantar sejarah Islam) menyatakan, bahwa Ilmu Ushul
Fiqh sepenuhnya diciptakan dan diletakkan dasar-dasar oleh Asy-Syafi¡¦ie, tentu
akan melihat dengan jelas adanya berbagai gejala pemikiran filsafat.
3. Filsafat Al ¡V Kindi Al Kindi berusaha memadukan anatara filsafat dan agama.
Filsafat berdasarkan akal pikiran adalah pengetahuan yang benar (knowledge of
truth), al Qur¡¦an yang membawa argument-argumen yang lebih meyakinkan dan
benar tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran yang dihasilkan filsafat.
Karena itu mempelajari filsafat dan berfilsafat tidak dilarang, bahkan
berteologi adalah bagian dari filsafat, sedangkan Islam mewajibkan mempelajari
Teologi
Bertemunya filsafat dan agama dalam kebenaran deamn
kebaikan sekaligus menjadi tujuan dari keduanya. Agama disamping wahyu
mempergunakan akal dan filsafat juga mempergunakan akal. Yang benar pertama
(the first Truth) bagi Al kindi ialah Tuhan. Keselarasan antara filsafat dan agama didasarkan pada tiga
hal yaitu : 1. Ilmu agama merupakan bagaian dari filsafat 2. Wahyu yang diturunkan kepada Nabi dan filsafat, saling
berkesuaian 3. Menuntut ilmu, secara logika diperintahkan dalam agama
Filsafat Metafisika Tuhan dalam filsafat al kindi tidak mempunyai hakiakat
dalam arti aniah atau mahaniah. Tidak aniah karena kerena Tuhan tidak termasuk
dealam benda-benda yang ada dalam alam, bahkan Ia adalah pencipta alam. Ia
tidak tersususn dari materi dan bentuk, juga tidak mempunya hakiakat dalam
bentuk mahaniah, karena Tuhan bukan merupakan gensus dan species. Tuhan hanya
satu, tidak ada yang serupa dengan-Nya. Tuhan adalah unik, Ia semata-mata satu.
Hanya Ia lah yang satu dari pada-Nya mengandung arti banyak
Filsafat Jiwa Menurut Al Kindi, roh itu tidak tersususn, mempunyai arti
penting, sempurna dan mulia. Substansi roh berasal dari substansi Tuhan.
Hubungan roh dengan Tuhan sama dengan hubungan cahaya dengan matahari. Selain
itu jiwa bersifat spiritual, Ilahiah, terpisah sdan berbeda dari tubuh. Roh
adalah lain dari badan dan mempunyai wujud sendiri. Keadaan badan (jasmanni)
mempunyai hawa nafsu dan sifat pemarah (passion). Roh menentang keinginan hawa
nafsu dan passion.
4. Filsafat Al-Farabi Al Farabi berusaha memadukan beberapa aliran filsafat fal
safah al taufiqhiyah atau wahdah ala falsafah yang bebrkembang sebelumnya,
terutama pemikiran Plato, Aristoteles, dan Plotinus, juga antara agama dan
filsafat.
Talfiq Dalam ilmu logika dan fisika Ia dipengaruhi oleh
Aristoteles, dalam masal;ah akhlak dan politik ia dipengaruhi oleh Plato,
sedangkan dalam persoalan metafisika ia di pengaruhi oleh Plotinus. Al farabi
berpandapat bahwa pada hakikatnya filsafat itu adalah satu kesatuan, oleh
karena itu para filosof besar harus menyatujui bahwa satu-satunya tujuan adalah
mencari kebenaran.
Metafisika Wajib al wujud a dalah tidak boleh tidak ada, ada dengan
sendirinya, esensi dan wujudnya adalah sama dan satu. Ia adalah wujud yang
sempurna selamanya dan tidak didahului oleh tiada.jika wujud ini tidak ada,
maka timbul kemustahilan, karena wujud lain untuk adanya tergantung kepadanya.
Inilah yang disebut dengan Tuhan. Sedangkan mumkin al wujud adalah sesuatu yang
sama antara berwujud dan tidaknya. Mumkin al wujud tidak akan berubah menjadi
actual tanpa adanya wuijud yang menguatkan, dan dan yang menguatkan itu bukan
dirinya tetapi wajib al wujud.
Jiwa Pendapat al Farabi tentang jiwa dip[engaruhi oleh filsafat
Plato, Aristoteles, dan Plotinus. Jiwa bersifat rohani, bukan materi, terwujud
setelah adanya badan dan jiwa, tidak berpindah-pindah dari sutau badan ke badan
yang lainnya. Jiwa manusia disebut al nafs al nathiqoh, yang bersal dari alam
ilahi, sedangkan jasad berasal dari alam khalaq, berbentuk, berupa, berkadar,
dan bergerak. Jiwa dicuiptakan tatkala jasad siap menerimanya.
Politik Pemikiran al Farabi tentang politik yang amat penting
ialah tentang politik yang dia tuangkan kedalam dua karyanya, al siyasah al
madaniyyah (pemerintahan politik) dan ara¡¦ ala madinah al fadhilah
(pendapaf-pendapat tentang Negara utama). Menurut al Farabi yang terpenting
dalam Negara adalah pimpanan atau penguasanya, bersama sama bawahannya
sebagaimana halnya jantung dan organ tubuh yahng lebih rendah secara
berturut-turut.
Moral Al Farabi menekankan empat jenis sifat utama yang harus
menjadi perhatian untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi
bangsa-bangsa dan setiap warga Negara. Yakni : 1. keutamaan teoritis yaitu prinsip-prinsip pengetahuna
yang diperoleh sejak awal tanpa diketahui cara dan asalnya, juga yang diperoleh
dengan cara kontemplasi, penelitian,dan melalui belajar dan mengajar. 2. keutamaan pemikiran yaitu yang memungkinkan orang
mengetahui hal-hal yang bermanfaat dalam tujuan. 3. keutamaan akhlak , bertujuan mencari kebaikan 4. kautamaan amaliyah, diperoleh dengan dua cara, yaitu
pernyataan-pernyataan yang memuaskan dan merangsang.
Teori Kenabian Teori kenabian yang di ajukan al Farabidi motifisir
pemikiran filosof pada masanya yang mengingkari kesistensi kenabian oleh Ahmad
ibn Ishaq al Ruwandi yang berkebangsaan yahudidab Abu baker Muhammad ibn
Zakariya al Razi. Menurut mereka para sufi berkemampuan untruk mengadakan
komunikasi dengan aql Fa¡¦al.
5. Filsafat Ibn Sina
Tentang Wujud Dari Tuhanlah kemajuan yang mesti, mengalir intelegensi
pertama sendirian karena hanya dari yang tunggal. Yang mutlak, sesuatu yang
dapat mewujud. Tetapi sifat ontelegensi pertama tidak selamanya mutlak satu,
karena ia bukan ada dengan sendirinya, ia hanya mungkin dan kemungkinannnya itu
diwujudkan oleh Tuhan. Berkat kedua sifat itu, yang sejak saat itu melingkupi
seluruh ciptaan di dunia, intelgensi pertama memunculkan dua kewujudan yaitu : a. Intelegensi kedua melalui kebaikan ego tertinggi dari
adanya aktualitas. b. Lingkungan pertama dan tertingi berdasarkan segi
terendah adanya, kemungkinan alamiyah. Dua proses pamancaran inii berjalan
terus sampai kita mencapai intelegensi kesepuluh yang mengatur dunia ini, yang
oleh kebanyakan filosuf muslim disebut sebagai malaikat Jibril.
Al Tawfiq (rekonsiliasi) antara Agama dan Filsafat Sebagaimana Al Farabi, Ibn Sina juga mengusahakan
pemanduan antara agama dan filsafat. Menurutnya nabi dan filsof menerima
kebenaran dari sumber yang sama, yakni malaikat Jibril yang disebut juga
sebagai akal kesepuluh atau akal aktif. Perbedaannya hanya terletak pada cara
memperolehnya. Bagi nabi, tejadinya hubungan dengan malaikat Jibril melalui
akal materiil, yang disebut hads (kekuatan suci, qudsiyyat), sedangkan filosof
melalui akal mustafad.
Emanasi Emanasi Ibn Sina menghasilkan sepuluh akal dan
sembilan planet, sembilan akal mengurusi sembilan planet dan akal kesepuluh
mengurusi bumi. Berbeda dengan pendahulunya Al Farabi, masing-masing jiwa
berfungsi sebagai penggerak satu planet, karena akal (immateri) tidak bisa
langsung menggerakan planet yang bersifat materi. Akal pertama adalah malaikat
tertinggi dan akal ke sepuluh adalah malaikat Jibril yang bertugas mengatur
bumi beserta isinya.
Jiwa Secara garis besar pembahasan Ibn Sina tentang jiwa
terbagi sebagai berikut : a. Jiwa tumbuh-tumbuhan, mempunya tiga daya : makan,
tumbuh , dan berkembang biak. b. Jiwa binatang, mempunyai dua daya : gerak
(al-mutaharrikat) dan menangkap (al-mudriakt). c. Jiwa manusia, mempunyai dua daya : praktis (yang
berhubungan dengan badan), teoritis (yang hubungannya dengan hal-hal abstrak)
Kenabian Sejalan dengan teori kenabian dan kemukjizatan, Ibn
Sina membagi manusia dalam empat kelompok : mereka yang kecakapan teoritisnya
sudah mencapai tingkatan penyempurnaan yang sedemikian rupa sehingga tidak
membutuhkan lagi guru sebangsa manusia, sedangkan kecakapan praktisnya telah
mencapai suatu puncak yang sedemikian rupa sehingga berkat kecakapan imajinatif
mereka yang tajam, mereka mengambil bagian secara langsung pengetahuan tentang
peristiwa-peristiwa masa kini dan akan datang dan kemampun menimbulkan
gejala-gejala aneh di dunia. Kemudian ia mempunyai daya kekuatan intuitif,
tetapi tidak mempunyai daya imajinatif. Lalu orang yang mengungguli sesamanya hanya
dengan ketajaman daya praktis mereka.
Tasawuf Ibnu Sina memulai tasawufnya dengan akal yang dibantu oleh
hati. Dengan kebersihan hati dan pancaran akal, lalu akal akan menerima
ma¡¦rifat dari akal af¡¦al. Dalam pemahaman Ibn Sina jiwa-jiwa manusia tidak
beda dengan lapangan ma¡¦rifahnya dan ukuran persiapannya untuk berhubungan
dengan akal af¡¦al.
Mengenai Tuhan dengan manusia, bertempatnya Tuhan dihati
manusia tidak diterima oleh Ibn Sina, karena manusia tidak bisa langsung kepada
Tuhannya, tetapi melalui perantara untuk menjaga kesucian perhubungan antara
manusia dengan Tuhan saja. Karena manusia mendapat sebagian pencaran dari
hubungan tersebut. Pancaran dan sinar ini tidak langsung kaluar dari Allah,
tetapi melalui akal af¡¦al.
6. Filsafat Al-Ghazali
Epistimologi Pada mulanya ia berangggapan bahwa pengetahuan itu
adalah hal-hal yang dapat ditangkap oleh panca indra. Tetapi kemudian ternyata
bahwa baginya panca indra juga berdusta. Karena tidak percaya pada panca indra,
al Ghazali kemudian meletakan kepercayaannya kepada akal. Alasan lain yang
membuat al Ghazali terhadap akal goncang, karena ia melihat bahwa aliran-aliran
yang mengunakan akal sebagai sumber pengetahuan, ternyata menghasilkan
pandangan-pandangan yang bertentangan, yang sulit diselesaikan dengan akal.
Lalu al Ghazali mancari ilm al yaqini yang tidak
mengandung pertentangan pada dirinya. Tiga bulan kemudian Allah memberikan nur
yang disebut juga oleh Al Ghazali sebagai kunci ma¡¦rifat ke dalam hatinya.
Dengan demikian bagi Al Ghazali intuisi lebih tinggi dan lebih dipercaya
daripada akal untuk menangkap pengetahuan yang betul-betul diyakini.
Metafisika Lain halnya dengan lapangan metafisika (ketuhanan) al
Ghazali memberikan reaksi keras terhadap neo platonisme Islam, menurutnya
banyak sekali terdapat kesalahan filsuf, karena mereka tidak teliti seperti
halnya dalam lapangan logika dan matematika. Menurut al Ghazali, para pemikir
bebas tersebut ingin menanggalkan keyakinan-keyakinan Islam dan mengabaikan
dasar-dasar pemuajan ritual dengan menganggapnya sebagai tidak berguna bagi
pencapaian intelektual mereka.
Menurut Al Ghazali ilmu Tuhan adalah suatu tambahan atau
pertalian dengan zat, artinya lain dari zat, kalau terjadi tambahan atau
pertalian dengan zat, zat Tuhan tetap dalam keadaannya. Al Ghazali membagi manusia kepada tiga golongan, yaitu : a. kaum awam, yang cara berfikirnya sederhana sekali. b. kaum pilihan, yang akalnya tajam dan berfikirnya secara
mendalam. c. kaum penengkar.
Moral Ada tiga teori penting mengenai tujuan mempelajari ahklak,
yaitu a. Mempelajari akhlak sebagai studi murni teoritis. b. Mempelajari akhlak sehingga akan meningkatkan sikap dan
prilaku sehari-hari. c. Karena akhlak merupakan subjek teoritis yang berkenaan
dengan usaha menemukan kebenaran tentang hal-hal moral.
Kebahagiaan di surga ada dua tingkat, yang rendah dan yang
tinggi. Yang rendah terdiri dari kesengan indrawi seperti makan dan minum,
sedangkan yang tertingi ialah berada dekat dengan Allah dan menatap wajah-Nya
yang Agung senantiasa.
Jiwa Jiwa berada di alam spiritual, sedangkan jasad di alam
materi. Setelah kematian jasad musnah tapi jiwa tetap hidup dan tidak
terpengaruh dengan kematian tersebut, kecuali kehilangan wadahnya. Adapun
hubungan jiwa dan jasad dari segi pandangan moral adala setiap jiwa diberi
jasad, sehingga dengan bentuannya jiwa bisa mendapatkan bekal hidup kekalnya.
Jiwa merupakan inti hakiki manusia dan jasad hanyalah alat baginya untuk utnuk
mencari bekal dan kesempurnaan, karena jasad sangat diperlukan oleh jiwa maka
ia haus dirawat baik-baik. Menurut al Ghazali setiap perbuatan akal menimbulkan
pengaruh pada jiwa, yakni membentuk kualiatas jiwa, asalkan perbuatan itu
dilakukan dengan sadar.
7. Filsafat Ibnu Thufail
Filsafat dan Agama Menurutnya filsafat dan agama adalah selaras, bukan
merupakan gambaran dari hakikat yang satu. Yang dimaksud agama disini adalah
batin dan syari¡¦at. Ia juga menyadari adanya perbedaan tingkat pemahaman pada
manusia. Ia menganggap tidak semua orang dapat mencapai kepada wajib al wujud
dengan jalan berfilsafat seperti yang ditempuh oleh hayy. ¡¥Asal¡¦ ¡¥salaman¡¦
dan masyarakat awam tidak mungkin mengetahui al haqq, karena keterbatasan
akalnya.
Metafisika Bagi Ibn Thufail, dalil adanya Allah adalah gerak alam.
Sesuatu yang bergerak tidak mungkin terjadi sendiri tanpa ada yang penggerak di
luar alam, dan berbeda dengan yang digerakkan. Penggerak itu adalah Allah. Ibn Thufail membagi sifat Allah kepada dua macam : a. sifat yang menetapkam wujud zat Allah, seperti ilmu,
qudrat dan sifat-sifat ini adalah zat-Nya sendiri. b. Sifat yang menfikan hal kebendaan dari zat Allah,
sehingga Allah maha suci dari ikatan hal kebendaan.
Epistimologi Ibn Thufail menunjukkan jalan untuk sampai kepada objek
pengetahuan yang maha tingi atau Tuhan. Jalan pertama melalui wahyu, dan jalan
kedua adalah melalui filsafat. Ma¡¦rifat melalui akal ditempuh dengan jalam
keterbukaan, mengamati, meneliti, mancari, mencoba, membandingkan, klasifikasi,
generalisasi dan menyimpulkan. Jadi ma¡¦rifah adalah sesuatu yang dilatih mulai
dari yang kongkrit berlanjut kepada yang abstrak. Dan khusus menuju global.
Seterusnya dilanjutkan dengan perenungan yang terus menerus. Ma¡¦rifah melalui
agama terjadi lewat pemahaman wahyu dan memahami segi batinnya dzauq. Hasilnya
hanya bisa dirasakan, sulit untuk dikatakan. Tidak heran kalau muncul syatahat
dari mulut seorang sufi. Jadi proses yang dilalui ma¡¦rifat semacam ini tidak
mengikuti deduksi atau induksi, tetapi bersifat intuitif lewat cahaya suci.
Jiwa Ada tiga kategori jiwa, yaitu : a. jiwa fadhilah, yakni kekal dalam kebahagiaan karena
menganal Tuhan dan terus mengerahkan perhatian dan renungan kepadanya. kelak
jiwa ini akan di tempakan di sorga. b. Jiwa fasiqah, yakni jiwa yang kekal dalam kesengsaraan
dan tempatnya dineraka. Karena pada mulanya jiwa ini telah menganal Allah,
tetapi kemudian melupakannya dengan melakukan berbagai maksiat. c. Jiwa jahiliyyah, yakkni jiwa yang musnah karena tidak
pernah menganal Allah sama sekali, jiwa ini sama halnya dengan hewan melata. Ibn Thufail menawarkan tiga jenis amaliyah yang harus
diterapkan dalam hidup : « amaliyah yang menyerupai hewan
(amaliyah yang dibutuhkan dan juga dapat menjadi penghalang untuk meningkatkan
amaliyah berikutnya yang lebih tinggi). « Amaliyah yang menyerupai benda
angkasa, yakni melakukan hubungan baik dengan dibawahnya, dengan dirinya,
dengan Tuhannya. « Amaliyah yang menyerupai al
wajib al wujud, amaliyah ini akan mampu mengantar kepada kebahagiaan abadi
sebagai sarana akhir dari prinsip moral.
8. Filsafat Ibn Rusyd Aliran filsafat Ibn Rusyd adalah rasional. Ia menjunjung
tinggi akal fikiran dan menghargai peranan akal, karena dengan akal fikiran
itulah manusia dapat menafsirkan alam maujud. Akal fikiran bekerja atas dasar
pengertian umum (ma¡¦ani kulliyah) yang didalamnya tercakup semua hal ihwal
yang bersifat partial (juz¡¦iyah). Ia menjelaskan bahwa kuliyyat adalah
gambaran akal, tidak berwujud kenyataan diluar akal. Metode-metode pembuktian kebenaran
Metode-metode yang dapat dilakukan manusia untuk
membuktikan kebenaran ada tiga macam : a. Metode Demonstrasi (al burhaniah) b. Metode Dialektik (al Jadaliyyah) c. Metode Retorika (al khatabiyyah)
Metafisika Dalam masalah ketuhanan ia berpendapat bahwa Allah adalah
penggerak pertama (muharik al awal). Sifat positif kepada Allah adalad akal dan
ma¡¦qul. Wujud Allah aialah esa-Nya. Wujud dan keesaannya tidak berbeda dari
zat-Nya. Sebagai orang berfikir rasional, ibn Rusyd menafsirkan agama pun
dengan penafsiran rasional. Namun ia tetap berpegang kepada sumber agama, yakni
al Qur¡¦an. Dalam mengenal sang pencipta tidak mungkin berhasil kecuali dengan
melakukan pengamatan terhadap wujud yang diciptakan Allah.
Kenabian Ibn Rusyd tdak mengatakan bahwa nabi Muhammad saw tidak
mengaku dirinya adalah nabi dengan mengemukakan hal-hal yang menyimpang dari
hukum alam (mukjizt) sebagai tantang terhadap lawan-lawannya. Maka Al Qur¡¦an
merupakan mukjizat terbesar, karena syari¡¦at yang dimuatnya berupa kepercayaan
dan amalan yang tidak mungkin bisa dicari dan pelajari kecuali dengan wahyu.
Ibn Rusyd mengadakan pemisahan anatara dua macam mukjizat.
Pertama, mukjizat Iuaran (al barrani), yaitu yang tidak sesuai dengan sifat
yang karenannya seorang nabi . kedua, mukjizat yang sesuai dengan (al-munasib)
sifat kenabian tersebut, yaitu syari¡¦at yang yang dibawanya untuk kebahagiaan
umat.
Tingkat Kemampuan Manusia Pembenaran atau pembuktian sesuatu memang dipengaruhi
oleh kapasitas individual. Diantaranya ada yang melakukan pembuktian (kebenaran)
dengan cara burhan (demontrasi), ada juga lewat dialektik (jadali) seteguh ahli
burhan melakukan demontrasi karena memang kemampuannya memang hanya sampai
disitu, dam ada lagi melalui dalil retorik (khatabi) seteguh ahli burhan
melakukan pembuktian dengan dalil-dalil demonstratif.
Alam semesta antara qadim dan hadits Kondisi benda-benda wujud yang tertangkap indra,
seperti air, udara, hewan, bumi, dan tumbuh-tumbuhan terbagi beberapa kondisi
yaitu : wujud yang tercipta dari sesuatu di luar dirinya sendiri, tetapi
berasal dari sesuatu yang berbeda, yaitu penyebab gerak (sebab fa¡¦il, Officent
cause), tercipta dari bahan (materi) tertentu, dan bahwa wujud ini
keberadaannya didahului oleh zaman. Tingkat wujud semacam ini telah disepakati
oleh semua pihak, baik pengikut Asy¡¦ari maupun para filsuf klasik, untuk
menyebutnya sebagai (muhdatsah) tercipta setelah tidak ada.
9. Filsafat Suhrowardi Al Maktul - Pandangan Suhrowardi terhadap metafisika dan cahaya
pada dasarnya tetap bersifat immaterial. - Entitas yang pertama yang diciptakan Tuhan adalah akal
pertama, kemudian melalui proses emanasi timbul akal kedua dan seterusnya.
Epistimologi - Ia mengembangkan teori iluminasi dengan cara
menggabungkan akal dan intuisi. - Tujuan akhir pengetahuan iluminasi dan ma¡¦rifat yang
merupakan puncak pengetahuan.
Derajat tauhid a. Tak ada Tuhan kecuali Allah (tauhid orang awam). b. Tak ada Dia kecuali Dia. c. Tak ada Engkau kecuali Engkau. d. Tak Aku kecuali Aku. e. Tak wujud kecuali wujud ¡VNya.
Kosmologi - Alam semesta adalah manisfestasi cahaya pertama (Tuhan).
- 4 tingkatan alam : a. Alam akal (alam al uqlu) b. Alam jiwa (alam an nufus) c. Alam materi (alam al ajsam) d. Alam mitsal (alam al mitsal)
Psikologi - Disamping ada jiwa dan akal ada sumber lain pengetahuan
yairtu persepsi batin. - 5 tahap perkembangan spiritual : 1. aku. 2. engkau tak ada 3. aku tidak ada. 4. hanya engkau yang ada.
10. Filsafat Ibn ¡¥Arabi Filsafat Ibn ¡¥Arabi tentang wujud (realitas) Tuhan,
alam semesta, dan manusia. - Pengertian Wahdat al wujud. Wahdat al Wujud terdiri dari dua kata, yaitu : wahdat
(sendiri, tunggal,kesatuan) sedangkan wujud (ada). Dengan demikian Wahdat al
wujud berarti kesatuan wujud. - Kata al wahdah digunakan pula oleh para ahli filsafat
dan sufistik sebagai suatu kesatuan antara materi dan roh, substansi (hakikat)
dan format (bentuk), antara yang nampak (lahir) dan yang batin, antara alam dan
Allah, karena alam dari segi hakikatnya qadim dan berasal dari Tuhan.
Tuhan - Tuhan yang sebenarnya adalah Allah yaitu yang Esa,
mutlak, tak terbatas, dan wujud Nya meliputi segala sesuatu. - Antara mahluk (manusia) dan al haqq (Tuhan) sebenarnya
satu kesatuan dari wujud Tuhan, dan yang sebenarnya adalah wujud Tuhan itu. - Pada benda-benda yang ada di alam ini Tuhan dapat
melihat diri Nya. - Pada benda-denda alam ini terdapat sifat-sifat Tuhan. - Allah - Yang tak terbatas - Tuhan - Cahaya - Pencipta - Wujud - Yang mutlak - Ada - Yang sebenarnya
Alam semesta - alam semesta terbagi atas tiga : 1. Tajalli (Penampakan Tuhan). 2. Ciptaan Allah. 3. Tanda kekuasaan Nya
Manusia
Manusia adalah Mahluk : - Ruhani - Jasmani
Manusia adalah mahluk ruhani yang menggunakan jasmaninya sebagai kendaraan dan
alat untuk mencapai tujuannya yaitu kembali kepada Allah. Manusia adakah mahluk
jasmani (wujud manusia hanyalah photocopy dari wujud Tuhan).
11. Filsafat Mulla Shadra
Epistimologi
- Tuhan bisa di capai pengetahuan
- Perjalanan akal menuju Tuhan melalui 4 tahap :
a. Dari mahkluk (halq) menuju hakikat kebenaran atau pencipta (haqq).
b. Dari hakiakat ke hakiakat dengan hakikat (min al haqq ila al haqq bi al
haqq).
c. Dari hakikat kepada mahluk dengan hakikat (min al haqq ila al khalq bi al
haqq).
d. Dari mahluk ke mahluk ke mahluk dengan hakikat (min al khalq ila al khalq bi
al haqq)
Metafisika
- Metafisika Mulla Shadra dibangun atas tiga pilar :
1. Wahdah (unity).
2. Ashalah (wujud primer)
3. Tasykik (gradation/wujud)
- Semuanya adalah realitas tunggal (wujud itu satu)
- Wujud (realitas) itu satu tetapi berbeda intensitasnya
- Wujud Allah berdiri sendiri (qiyamuhu binafsihi)
Jiwa
- jiwa adalah entelechy badan jasmaniah yang bekerja melalui fakultas-fakultas yang
disebut organ.
- Jiwa manggunakan badan untuk berpindah dari alam materi kealam spiritual.
- Jiwa manusia edan jiwa hewan sama-sam mamiliki kemampuan melepaskan dirinya
dengan imaginasi akltual (khayal bi al fi¡¦l), sedangkan manusia dengan akal
actual (¡¥aql bi al fi¡¦l)
Moral
- Untuk memperoleh kebahagiaan tertinggi manusia harus mengetahui petunnjuk
Allah (Islam)
- Manusia sangat tergantung kepada kesempurnaan jiwa dalam proses inteleksi
(ta¡¦aqqul).
- Pengetahuan dapat mengalih bentuk orang yang tahu dalam proses
trans-substansi (harka jauharia) nya menuju kesempurnaan.
12. Filsafat Muhammad Iqbal
Agama dan Filsafat
- Agama ialah suatu konsep dari suatu pengalaman yang kompleks, sebagian
bersifat rasional, etik, dan sebagian lagi bersifat spiritual.
- Agama bukan semata-semata hanya pikiran atau cuma perasaan juga bukan sekedar
tindakan tetapi merupakan ekspresi manusia secara keseluruhan, karenanya agama
tak bertentangan dengan filsafat, bahkan merupakan suatu segi yang penting dari
pengalama total, tentang realitas yang harus dirumuskan oleh filsafat.
Alam dan Manusia
- Alam yang konkret dalam (al-qur¡¦an) merupakan satu realitas ciptaan, dimana
yang katual dan yang ideal bergabung dan memperlihatkan adanya suatu pola
rasional yang jelas.
- Manusia sebagai kekuatan yang sangat dinamis didalamnya (alam semesta)
merupakan agen utama atau pekerja bersama Tuhan di dalam proses perealisasian
potensi-potensi realitas yang tak terbatas.
Tuhan - ia mendapatkan beberapa kesejajaran dengan konsep dinamis tentang
Tuhan sebagai kehendak atau energi yang kreatif yang terdapat dalan teori
atomistic teologis al Asy¡¦ary.
- Tuhan sebagai ego yang tak terbatas yang immanen dalam akal, dan ditunjuk
oleh Al Qur¡¦an sebagai yang awal dan yang akhir, yang lahir dan yang batin.
- iradah yang abadi (eternal will) dan kaindahan digolongkan menjadi salah satu
sifat darinya, sikap yang meilingkupi nilai seni dan susila.
Ego/Khudi - Bersifat maha pencipta, daya ciptanya tidak terbatas
- Bersifat maha mengetahui
- Bersifat maha kuasa
- Bersifat abadi
Sumber : http://oephe.multiply.com/journal/item/21?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
Dalam bahasa Arab ada ungkapan yang sangat terkenal, yakni Al
insaanu hayawaan naatiq, yang bermakna: manusia adalah hewan yang
berakal. Dengan kata lain, jika manusia tidak menggunakan akalnya akan
menjadi seperti binatang. Itu pula yang disebut al Qur'an dalam QS. 7:
179, yakni orang-orang yang tidak menggunakan Hati (Qalb), penglihatan
(bashar), dan pendengaran (sama') untuk memahami dan mengerti suatu
masalah yang dihadapinya.
Maka dalam konteks
pembahasan otak, kita lantas bisa mencari keterkaitan antara
bagian-bagian otak dengan fungsi akal pada manusia. Binatang punya otak,
manusia juga punya otak. Tetapi, kenapa binatang yang punya otak itu
dikatakan tidak punya akal? Kalau begitu, tidak selalu makhluk yang
punya otak disebut berakal. Jadi rupanya, fungsi akal itu terkait erat
dengan keberadaan sesuatu di otak manusia yang tidak terdapat pada
binatang. Apakah bagian di otak manusia yang tidak terdapat pada otak
binatang?
Secara sederhana, perbedaan yang mendasar antara
otak binatang dan manusia terdapat pada lapisan terluar otaknya. Inilah
yang disebut sebagai Cortex Cerebri, atau sering disebut Cortex saja.
Disinilah pusat aktifitas pikiran manusia berada. Dan, ternyata seluruh
peradaban manusia dihasilkan oleh aktifitas kulit otak ini. Itu pula,
kenapa dunia binatang tidak memiliki peradaban seperti manusia – tidak
punya sains, teknologi, seni budaya, bahkan agama – karena mereka tidak
mempunyai Cortex tersebut di otaknya.
Lebih jauh, adalah
menarik mendapati kenyataan bahwa pusat penglihatan dan pendengaran
manusia ternyata juga terdapat di Cortex-nya. Pusat penglihatan berada
di kulit otak bagian belakang, sedangkan pusat pendengaran berada di
bagian samping. Berarti, proses melihat dan mendengar itu sebenarnya
identik dengan proses berpikir. Orang yang melamun, meskipun bisa
melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga, dia tidak bisa
memahami apa yang sedang dilihat dan didengarnya. Pada saat demikian,
dia tidak sedang mengaktifkan daya pikir Cortexnya secara utuh, sehingga
bisa disebut setara dengan binatang. Itulah orang yang disebut lalai
oleh al Qur'an.
Penyetaraan manusia dengan binatang bukan hanya
dikaitkan dengan fungsi melihat dan mendengar yang tanpa berpikir,
melainkan juga terkait dengan merasakan getaran Qalb yang melahirkan
kepahaman. Seperti sudah kita bicarakan, getaran Qalb yang ada di
jantung merupakan resonansi getaran yang berasal dari Sistem Limbik di
otak tengah. Dengan kata lain, Qalb merupakan cerminan apa yang terjadi
di Sistem Limbik. Masalahnya, getaran apakah yang paling dominan sedang
mengisi Sistem Limbik, maka itulah yang diresonansikan ke jantung.
Apakah Sistem Limbik hanya berisi getaran emosional yang bersumber dari
Amygdala? Ternyata tidak, karena Sistem Limbik juga merujuk ke getaran
rasional yang bersumber dari Hipocampus. Getaran yang muncul di otak
tengah ini sebenarnya sudah merupakan perpaduan antara emosi dan rasio.
Itulah yang dikenal sebagai perasaan yang kemudian menggetarkan jantung.
Pada kenyataannya, Hipocampus merupakan pusat memori yang menyimpan
kesimpulan proses-proses rasional yang terjadi di Cortex. Secara
fisiologis, Hipocampus terbentuk dari perluasan kulit otak yang melipat
ke bagian dalam otak tengah. Bentuknya seperti huruf C. Dengan demikian,
meskipun Hipocampus berada di bagian dalam otak, sebenarnya ia adalah
bagian dari Cortex yang bekerja secara rasional, logis, dan analitis
pula.
Maka, proses berpikir lewat penglihatan dan pendengaran
yang terjadi di Cortex pun bakal masuk dan tersimpan di Hipocampus. Dan
setelah dikoordinasikan dengan fungsi Amygdala, beserta komponen Sistem
Limbik lainnya, ia akan menjadi getaran yang diteruskan ke jantung
sebagai desiran Qalb. Saat itulah kita merasakan sensasi perasaan.
Sehingga, sungguh menarik memahami mekanisme otak terkait dengan yang
disebut AKAL. Ternyata akal adalah PERPADUAN antara fungsi utama otak
manusia yang ada di kulit luar alias Cortex, dengan emosi yang ada di
dalam Amygdala, dan kemudian menimbulkan getaran perasaan yang terasa di
jantung (Qalb). Dengan kata lain, di Cortex-lah terjadi proses
berpikir, di Sistem Limbik terjadi percampuran antara pikiran rasional
dan perasaan emosional, dan di jantunglah indikasi maksimum-tidaknya
proses berakal tersebut.
Yang demikian ini diceritakan di dalam
al Qur'an, bahwa orang-orang yang berakal adalah orang-orang yang
memadukan fungsi antara pikiran (Cortex) dan perasaan (sistem limbik)
secara maksimum, sehingga ketika memperoleh keyakinan (kesimpulan
tertinggi berupa keimanan) bakal menggetarkan jantung-hati (Qalb), yang
berada di dalam dada.
QS. Ali Imran (3): 191
(Orang yang berakal adalah) orang-orang yang mengingat (yadzkuruna)
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka
berpikir (yatafakkaruna) tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
QS. Al Anfaal (8): 2
Sesungguhnya orang-orang yang beriman (yakin seyakin-yakinnya) itu
adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati (Qalb)
mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah
iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,
Maka apakah kesimpulan yang bisa diambil terkait dengan Akal dan Otak?
Ternyata peran akal sangat dipengaruhi oleh keberadaan kulit otak yang
disebut sebagai Cortex. Otak binatang tidak memiliki bagian ini,
sehingga dia tidak mempunyai akal. Sedangkan perasaan, muncul di otak
tengah yang dikenal sebagai Sistem Limbik. Sistem ini tidak hanya
terdiri dari emosi yang bersumber pada Amygdala belaka, melainkan juga
dipengaruhi oleh pikiran-pikiran rasional yang berasal dari Hipocampus.
Karena itu, kita lantas mengenal adanya perasaan yang rasional dan
perasaan yang emosional. Misalnya, ada perasaan sedih yang tidak jelas
jluntrungannya, tetapi ada juga perasaan sedih yang jelas penyebabnya.
Ada perasaan gembira yang tidak jelas asal-usulnya, tapi ada pula yang
jelas penyebabnya. Ada perasaan takut dan khawatir yang muncul
tiba-tiba, tapi ada yang didahului suatu peristiwa sebelumnya. Dan
seterusnya. Namun, sangat jelas bahwa semua perasaan itu tetap saja
muncul menjadi getaran Qalb di dalam dada kita...! (Bersambung)
Pada awal kurun ke-7, satu tamadun baru muncul di tanah Arab. Dibawah pimpinan Muhammad s.a.w, dakwah yang bawa Rasulullah tersebar pesat dan luas menambat hati dan iman penduduk Semenanjung Arab. Kurang satu abad selepas kota Mekah dibuka semula pada tahun 630, kerajaan Islam telah berjaya menyebar luaskan agama Islam sehingga ke India dan hingga ke tengah benua Asia bagi bahagian timur.
Di bahagian barat, penyebaran agama Islam lebih cepat berlaku terutamanya dibahagian utara benua Afrika. Pada Tahun 711, Islam berjaya sampai ke Sepanyol. Hasil daripada penyebaran agama Islam hingga hampir dua per tiga dunia memberi perkembangan dan kemajuan kepada kerajaan Islam. Budaya Islam menjadi cara hidup manusia pada ketika itu.
Inilah titik permulaan kepada perkembangan ilmu pengetahuan. Agama Islam telah membawa satu budaya yakni budaya cintakan ilmu yang sangat besar peranannya kepada dunia ilmu pengetahuan. Itulah cantiknya Islam, tidak pernah menolak bulat-bulat ilmu pengetahuan di dalam kehidupan.
Sejarah Matematik Islam
Ahli sejarah dan Ahli Matematik barat lebih suka merujuk perkembangan sejarah Matematik ditanah Arab sebagai Matematik Islam kerana ia adalah kesinambungan daripada ajaran Islam yang bawa Rasulullah yang mementingkan soal ilmu pengetahuan. Perkembangan Ilmu pengetahuan banyak berlaku di zaman pemerintahan Abbasiyyah yang dalam masa yang sama Eropah masih di Zaman Gelap. Oleh itu ilmu lebih banyak terbudaya dikalangan orang Islam manakala orang Eropah disekat hak untuk berfikir. Jadi, Matematik Islam lebih sesuai dengan daripada Matematik Arab.
Pada tahun 766, Khalifah Al-Mansur membuka kota Baghdad yang selepas itu menjadi tempat perkembangan Ilmu termasyhur didunia. Cendiakawan dan cerdik pandai dialu-alukan kedatangan mereka ke Kota Baghdad. Khalifah Harun al-Rashid yang memerintah dari tahun 786 hingga 809 telah menubuhkan perpustakaan di Baghdad. Manuskrip-manuskrip dikumpulkan dari pelbagai bidang dan akademi-akademi di timur barat terutamanya dari tamadun Yunani termasuk manuskrip Matematik Yunani Klasik dan teks-teks saintifik. Kemudian ia diterjemahkan ke bahasa Arab. Penganti Harun al-Rashid, Khalifah Al-Ma'mun meneruskan usaha ini pada skala yang lebih besar dan sehingga tertubuhnya Baitul Hikmah yang bertahan selama 200 tahun. Ilmuan-ilmuan dari seluruh bahagian dalam pemerintahan dijemput untuk menterjemahkan bahasa Greek dan India dan juga menjalankan penyelidikan.
Pada akhir kurun ke-9, pelbagai kertas-kertas kerja cendiakawan seperti Euclid, Archimedes, Apollionius, Diophantus, Plotemy dan ramai lagi ahli matematik Yunani diterjemahkan kebahasa arab untuk kegunaan ilmuan-ilmuan disana. Ilmuan-ilmuan islam bukan hanya mengumpul kajian-kajian lama, bahkan mereka telah mengembangkan ilmu-ilmu kepada satu perspektit baru yang lebih releven. Ini kerana ahli matematik sebelum mereka mengunakan matematik untuk perkara-perkara yang tidak penting kepada manusia seperti menghitung cinta dan sebagainya. Di dalam Matematik Islam, ia lebih banyak digunakan untuk perkara-perkara yang praktikal dan berguna untuk manusia, dan juga disebut sebagai Sunnatullah. Para Ilmuan Islam mengkaji dan berakhir dengan bertemu dengan Kebesaran Allah. Inilah beza antara saintis Islam dan saintis. Tujuan mereka adalah Allah.
Ilmuan Islam sentiasa memulakan kerja dengan lafaz "Basmalah".
"The mathematicians responded by always invoking the name of God at the beginning and end of their works and even occasionally referring to Divine assistance throughout the texts" -(Victor J. Katz)
Terpegun membaca ayat ini. Subhanallah, begitulah akhlak ilmuan Islam dahulu yang sentiasa mengingati Allah dalam setiap perkerjaan yang mereka lakukan. Sentiasa memulakan dan mengakhiri dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, serta segala apa yang mereka berjaya hasilkan, mereka dikembalikan pujian hanya kepada Allah.
Tidak seperti ahli matematik Yunani, Ilmuan Islam tidak hanya berdasarkan teori, bahkan juga secara praktikal untuk memudahkan kehidupan seharian manusia, atau hari ini dikenali sebagai Applied Math atau matematik gunaan.
Hari ini, satu sejarah lengkap tentang Matematik Islam masih belum ditulis, kerana masih banyak tinggalan manuskrip Ilmuan Islam yang masih belum dikaji di perpustakaan seluruh dunia. Oleh kerana kepentingan politik yang memeningkan, akses kepada hasil kajian mereka yang penting disekat dan dilarang. Namun, fakta asas tentang dunia Matematik Islam masih diketahui. Antara sebab penyekatan ini adalah untuk mengelak umat Islam sedar yang tamadun Islam sangat banyak menyumbang kepada percambahan ilmu pengetahuan pada masa ini. Ia juga antara rancangan musuh Islam untuk melenyapkan kehebatan Islam dari pengetahuan umat Islam di Zaman ini.
Ahli matematik Islam banyak menyumbang untuk secara khususnya dalam penggunaan titik perpuluhan, dan juga mengembangkan topik Algebra secara tersusun dan juga dalam topik Geometri. Beberapa penambahbaikan dalam topik Trigonometri. Apabila Eropah keluar dari Zaman Gelap, mereka tidak memerlukan masa yang banyak untuk mengejar apa yang mereka terkebelakang kerana semuanya hampir lengkap. Hanya perlukan penjenamaan semula dan kembangkan ilmu itu.
(Olahan semula dari buku A History Of Mathematics: An Introduction; Victor J. Katz: Chapter The Mathematics of Islam)
Sejarah ditulis oleh pemenang
Hari ini, banyak formula-formula dan tajuk-tajuk matematik terabadi nama ilmuan barat didalamnya. Walaupun hakikatnya mereka hanya menjenamakan semula apa yang telah ada dalam dunia matematik Islam. Nama-nama ilmuan Islam tidak terabadi dalam sebarang teori-teori dan formula-formula matematik. Hanya nama-nama seperti Euclid, Newton, Einstein, Diophantus, Sarrus, Fibonacci dan sebagainya lebih banyak diabadikan. Mungkin nama-nama ilmuan Islam tidak diabadikan bertujuan untuk menjauhkan Islam daripada disebut dalam lecture dan supaya Islam dilihat tidak significant dengan Ilmu.Sekadar pandangan.
Ayuh budayakan semula budaya cintakan Ilmu supaya kita turut maju kehadapan dan kita hapuskan salah tanggapan dunia kepada Islam. Kembalilah kepada Islam. Hujung Akal, pangkal Agama. Ilmu ditimba diakhirnya bertemu dengan Kebesaran Allah, Tuhan Yang Mengetahui.