Kalimah Allah dalam susunan surah-surah Al Quran dan bilangan ayat dalam surah


 
.

Susunan Surah & Jumlah Ayat

S001-Al Fatihah-7
S002-Al Baqarah-286
S003-Ali-'Imran-200
S004-An-Nisa'-176
S005-Al-Maidah-120
S006-An'aam-165
S007-A'raaf-206
s008-al-anfal-75
s009-at-taubah-129
s010-yunus-109
s011-hud-123
s012-yusuf-111
s013-ar-rad-43
s014-ibrahim-52
s015-al-hijr-99
s016-an-nahl-128
s017-al-isra-111
s018-al-kahf-110
s019-maryam-98
s020-ta-ha-135
s021-al-anbiya-112
s022-al-hajj-78
s023-al-mukminun-118
s024-an-nur-64
s025-al-furqan-77
s026-ash-shuara-227
s027-an-naml-93
s028-al-qasas-88
s029-al-ankabut-69
s030-ar-rum-60
s031-luqman-34
s032-as-sajdah-30
s033-al-ahzab-73
s034-saba-54
s035-fatir-45
S036-Yaasin-83
s037-as-saffat-182
s038-sad-88
s039-az-zumar-75
s040-ghafir-85
s041-fussilat-54
s042-ash-shura-53
s043-az-zukhruf-89
s044-ad-dukhan-59
s045-al-jathiyah-37
s046-al-ahqaf-35
s047-muhammad-38
s048-al-fath-29
s049-al-hujurat-18
s050-qaf-45
s051-adh-dhariyat-60
s052-at-tur-49
s053-an-najm-62
s054-al-qamar-55
S055-Ar-Rahmaan-78
S056-Al-Waaqi'ah-96
S057-Al-Hadiid-29
S058-Al-Mujaadalah-22
S059-Al-Hasy-r-24
S060-Al-Mumtahanah-13
s061-as-saff-14
S062-Al-Jumu'ah-11
S063-Al-Munaafiquun-11
S064-At-Taghaabun-18
S065-At-Talaaq-12
S066-At-Tahriim-12
S067-Al-Mulk-30
S068-Al-Qalam-52
S069-Al-Haaqqah-52
S070-Al-Ma'aarij-44
S071-Nuh-28
S072-Al-Jinn-28
S073-Al-Muzzammil-20
S074-Al-Muddathir-56
S075-Al-Qiaamah-40
S076-Al-Insan-31
S077-Al-Mursalaat-50
S078-An-Naba'-40
S079-An-Naazi'aat-46
S080-'Abasa-42
S081-At-Takwiir-29
S082-Al-Infitaar-19
S083-Al-Mutaffiffin-36
S084-Al-Insyiqaaq-25
S085-Al-Buruuj-22
S086-At-Taariq-17
S087-Al-A'laa-19
S088-Al-Ghaasyiyah-26
S089-Al-Fajr-30
S090-Al-Balad-20
S091-Asy-Syams-15
S092-Al-Lail-21
S093-Adh Dhuha-11
S094-Asy Syarh-8
S095-At Tin-8
S096-Al 'Alaq-19
S097-Al Qadr-5
S098-Al Bayyinah-8
S099-Az Zalzalah-8
S100-Al 'Adiyaat-11
S101-Al Qaari'ah-11
S102-At Takaathur-8
S103-Al 'Asr-3
S104- Al Humazah-9
S105-Al Fiil-5
S106-Quraisy-4
S107-Al Maa'uun-7
S108-Al Kauthar-3
S109-Al Kaafiruun-6
S110-An Nasr-3
S111-Al Masad-5
S112-Al Ikhlas-4
S113-Al Falaq-5
S114-An Naas-6

Berdasarkan grafik diatas, kita dapat gambaran nama Allah yang tersusun atas titik titik dari letak kordinat antara jumlah ayat dalam surat dan surat ke berapa dalam Al-Qur'an. Apakah ini sebuah kebetulan ? ataukah ini merupakan suatu rancangan Maha Agung sang pencipta ?

Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia. (Surat An-Nahl: 40)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.


READ MORE - Kalimah Allah dalam susunan surah-surah Al Quran dan bilangan ayat dalam surah

Mecari Kebahagiaan Itu Ibarat Menangkap Kupu - Kupu

 kupu kupu

Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana.
“Sedang apa kau disini anak muda?” tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. “Apa yang kau risaukan..?” Anak muda itu menoleh ke samping, “Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?” Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, “di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku.
Mereka berpandangan. “Ya…tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu” sang Kakek mengulang kalimatnya lagi. Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu. Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu.
Diterobosnya semak dan perdu di sana. Gerakannya semakin liar. Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, “Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah.” Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu. “Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?” Sang Kakek menatap pemuda itu. “Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.” “Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri.” Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.
Moral Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya. Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh. Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita. Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu “hinggap” di hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.

Sumber : http://joehasan.wordpress.com
READ MORE - Mecari Kebahagiaan Itu Ibarat Menangkap Kupu - Kupu

Kisah Asad dan Kupu-Kupu Warna-Warni



Di akhir pekan, Asad berkunjung ke kakeknya. Dua hari berlalu begitu cepat, dan sebelum Asad mengetahuinya, Ayahnya telah tiba untuk membawanya pulang. Asad mengucapkan selamat tinggal pada kakeknya dan duduk di dalam mobil.
Ia melihat keluar jendela, menanti Ayahnya mengumpulkan barang-barangnya. Seekor kupu-kupu hinggap di sebuah bunga tak jauh darinya, mengibaskan-ngibaskan sayap, dan terbang ke jendela mobil.

“Kamu mau pulang ke rumah, Asad?” tanya kupu-kupu itu dengan suara kecil.
Asad sangat terkejut. “Kamu tahu siapa diriku?” tanyanya.
“Tentu saja aku tahu,” senyum kupu-kupu mengembang. “Aku mendengar kakekmu menceritakan dirimu pada tetangga-tetangga.”
“Mengapa tidak dari dulu kamu datang dan bicara denganku?” Asad ingin tahu.
“Aku tak bisa, karena aku berada dalam sebuah kepompong di atas pohon dalam taman,” kupu-kupu itu menjelaskan.
“Sebuah kepompong? Apa itu?” tanya Asad, yang senantiasa ingin tahu.
“Mari kujelaskan semua dari awalnya,” kata kupu-kupu itu sambil menghirup udara dang-dalam.

“Kami, kupu-kupu, menetaskan telur menjadi ulat-ulat kecil. Kami memberi makan diri kami dengan mengerumuti dedaunan. Kemudian, kami gunakan cairan yang keluar dari tubuh kami seperti benang, dan membungkus diri kami di dalamnya. Bungkusan kecil hasil tenunan kami disebut sebagai sebuah kepompong. Kami menghabiskan waktu beberapa lama di dalam bungkusan itu sambil tumbuh berkembang. Ketika kami bangun dan keluar dari kepompong, kami mempunyai sayap-sayap cerah berwarna-warni. Kami menghabiskan sisa hidup kami dengan terbang dan memberi makan diri kami dengan bunga-bungaan.”
Asad mengangguk-angguk penuh pemikiran.

“Maksudmu, semua kupu-kupu berwarna-warni itu dulunya adalah ulat-ulat, sebelum mereka menumbuhkan sayap?”
“Bisakah kau lihat ulat hijau di cabang itu?” tanya kupu-kupu.
“Ya, aku melihatnya. Ia sedang menggerogoti daun dengan kelaparan..”
“Itu adik lelakiku,” kata ulat bulu itu tersenyum. “Beberapa waktu lagi ia akan menenun sebuah kepompong, dan suatu hari akan menjadi kupu-kupu seperti aku.”

Asad punya banyak sekali pertanyaan yang ingin diajukannya pada teman barunya. “Bagaimana caramu merencanakan perubahan ini? Maksudku, kapan kamu keluar dari sebuah telur, berapa lama kamu menjadi seekor ulat bulu, dan bagaimana kamu membuat benang untuk menenun kepompongmu?”

“Aku tidak merencanakan apapun,” kupu-kupu itu dengan sabar menjelaskan. “Allah telah mengajari kami apa yang perlu kami lakukan, dan kapan kami harus melakukannya. Kami hanya bertindak sesuai dengan kehendak Allah.”

Asad benar-benar terkesan. “Pola-pola di sayapmu sangat indah. Semua kupu-kupu memiliki corak yang berbeda-beda, bukankah begitu? Mereka betul-betul berwarna-warni dan menarik perhatian!”

“Itulah bukti kesenimanan Allah yang tak tertandingi. Ia menciptakan kita satu demi satu, dengan kemungkinan cara yang paling indah,” temannya menjelaskan.

Asad menyetujuinya dengan antusias: “Tidak mungkin kita mengabaikan hal-hal indah yang telah Allah ciptakan. Ada ratusan contoh di sekeliling kita!”
Kupu-kupu setuju: “Kamu benar, Asad. Kita mesti berterimakasih pada Allah atas segala berkah ini.”
Asad melihat ke arah punggungnya. “Ayahku datang. Tampaknya kami akan segera berangkat. Luarbiasa sekali bisa bertemu denganmu. Bisakah kita berbicara lagi ketika aku datang minggu depan?”
“Tentu saja,” kupu-kupu mengangguk. “Semoga selamat di perjalanan sampai ke rumah.”

Segala sesuatu di langit dan bumi memuja Allah ... (Surat Al-Hadid, 1)

Tidakkah kalian melihat bahwa Allah mencurahkan air dari langit, dan dengannya Ia menumbuhkan buah-buahan beraneka jenis? Di pegunungan, terdapat lapisan-lapisan merah dan putih, bayang-bayang yang beranekaragam, dan batu-batu hitam legam. Manusia dan hewan, serta ternak, juga beraneka warna. Hanya pelayanNya yang berpengetahuan yang takut kepada Allah. Allah adalah Yang Maha Kuasa, Maha Memaafkan (Surat Fatir: 27-28).

Sumber : Harun Yahya
READ MORE - Kisah Asad dan Kupu-Kupu Warna-Warni

Kehebatan Pedang Nano Salahuddin Al-Ayyubi





Manusia mula menguasai seni membuat pedang sejak zaman Nabi Daud a.s. lagi sehingga Islam menghasilkan pedang berteknologi nano yang digeruni Barat pada zaman Salahuddin al Ayyubi.

Dunia Islam dikenali memiliki kandungan sumber alam yang melimpah ruah. Salah satu sumber mineral yang memiliki pengertian penting dalam sejarah teknologi Islam adalah besi. Pada era kegemilangan Islam, berkembang pesat teknologi penghasilan besi dan seni membuat pedang.

Salah satu pusat pembuatan pedang dengan teknologi yang termasyhur pada zaman kekhalifahan adalah Damsyik, Syria.

Seni pembuatan pedang dengan teknologi tinggi dalam peradaban Islam bermula pada abad ke-9 M. Sejarawan Al-Qalqashandi dalam buku berjudul, Subh Al Asha, mencatatkan bahawa pada abad ke-12 M Damsyik menjadi pusat penghasilan besi yang sangat masyhur.

Pedang buatan Damsyik yang kerap disebut sebagai pedang Persia sangat lentur dan tajam. Kehebatan pedang dari dunia Islam sempat membuat peradaban Barat 'terdiam' dan kagum.

Salah satu faktor penyebab kekalahan pasukan Tentera Perang Salib dari Eropah ketika bertempur melawan tentera Muslim adalah peralatan tempur. Selain memiliki kuda-kuda yang kuat di medang perang, pasukan tentera Muslim juga dilengkapi dengan pedang yang mampu membelah manusia dengan satu kali libasan.

Pedang persia sememangnya mengkagumkan. Ia mampu memotong sutera yang dijatuhkan dari udara. Bukan itu sahaja, pedang buatan Damsyik juga mampu mematahkan bilah pedang lain atau batu tanpa hilang ketajamannya.

Ketika zaman Perang Salib, peradaban Barat mula mencari rahsia teknologi pedang yang dikuasai dunia Islam. Tentera Perang Salib menyebut besi yang hebat dari Damsyik itu sebagai 'Damascus Steel'. Teknologi pembuatan besi dan pedang Damsyik begitu terkenal kerana mampu menempa wootz steel menjadi indah dan lentur.

Seni membuat pedang pada era kejayaan Islam mendapat perhatian khusus dari peradaban Barat. Secara khususnya, Robert Hoyland dan Brian Gilmore menulis buku bertajuk, Medieval Islamic Swords and Swordmaking. Buku setebal 216 halaman itu mengupas risalah yang ditulis ulama Muslim terkemuka pada abad ke-9 M, Yqub Ibnu Ishaq Al-Kindi, tentang 'Pedang dan Ragam Jenisnya'.


SEJAK ZAMAN NABI DAUD a.s

Teknologi pembuatan besi nampaknya telah dikuasai manusia sejak zaman Nabi Daud a.s. Hal ini terungkap dalam surah al-Anbiyaa ayat 80. Dalam surah itu Allah SWT berfirman,

"Dah telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu. Maka, hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)."

Fakta lainnya yang menyebutkan pembuatan besi yang telah berkembang pada zaman Nabi Daud a.s. juga dengan diungkapkan dalam surah Saba ayat 10.

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman), Hai gunung-gunung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud, dan Kami telah melunakkan besi untuknya."

Dalam surat Saba ayat 11, al Quran juga memerintahkan dan menjelaskan cara membuat baju besi. "Buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya, dah kerjakanlah amalan yang soleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan."

"Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah dia ciptakan dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepadaNya)." (An-Nahl:81)


TEKNOLOGI NANO

Keistimewaan Pedang Salahuddin al Ayyubi telah dibongkar oleh Prof Dr. Peter Paufler dan kumpulannya di Universiti Teknikal Dresden, Jerman apabila mereka menemui tiub karbon nano (carbon nanotube) di dalam pedang yang digunakan oleh Salahuddin Al Ayyubi dan tentera-tentera Islam dalam peperangan Salib.

Tiub karbon nano inilah yang telah menjadikan pedang-pedang pejuang Islam sangat istimewa; sangat tajam tetapi mudah lentur.

Penemuan ini telah diterbitkan oleh jurnal Nature (antara jurnal saintifik paling bepengaruh di dunia) pada tahun 2006.

Menurut sejarah, Salahuddinlah yang telah memimpin pembebasan Tanah Suci ketiga umat Islam daripada cengkaman Kristian hampir seratus tahun lamanya dalam Perang Salib.

Kunci kepada teknologi nano pedang mujahidin Islam ini terletak kepada teknik pembuatannya yang unik. Bijih besi dari India yang dikenali sebagai wootz mengandungi sejumlah peratusan unsur karbon (carbon) yang memberikannya sifat rapuh (brittle).

Apabila dikenakan suhu yang amat tinggi, sekitar 800c, campuran besi dan karbon tadi akan ditambah dengan unsur-unsur seperti Kromium, Mangan, Kobalt dan beberapa unsur lain yang telah memberikannya sifat-sifat sebilah pedang setiawan: tajam lagi lentur.

Sayang sekali, teknologi ini telah lenyap menginjak kurun ke-18 seiring dengan kepupusan bijih besi dan unsur-unsur penguat pedang tadi.

Penempa-penempa pedang ini, biarpun secara tidak sedar, telah meletakkan dua asas penting kepada permulaan sains bahan moden: pertama, campuran bahan-bahan kimia pada peratusan yang sesuai dan kedua, teknik penggunaan haba yang tinggi untuk pembikinan produk. Tentera-tentera salib terkedu ketika melihat pedang nano pejuang Islam.

Pedang nano Salahuddin Al Ayyubi yang berwarna kebiru-biruan dengan larik-larik mengufuk di sepanjang bilahnya telah "mengajar" pedang lebar tentera Britain kepunyaan Raja Richard I (panglima tentera salib) akan erti kehebatan teknologi Islam pada zaman itu seperti yang dihikayatkan oleh Sir Walter Scott di dalam bukunya "The Talisman".

Artikel : Mohd Adib Mohd Sidek
Majalah I


Wallahua'lam

SUMBER :
http://www.one-ummah.net/renungan/sains/341-kehebatan-pedang-nano-salahuddin-al-ayyubi.html

gambar sekadar hiasan


READ MORE - Kehebatan Pedang Nano Salahuddin Al-Ayyubi

NAMA NABI MUHAMMAD SAW DI DALAM KITAB² AGAMA HINDU



Gambaran Kalki Avtar yang berpedang dan menaiki seekor kuda yang ditunggu-tunggu oleh umat hindu. Ia dipahat pada batu dan dijumpai di India.

Jika umat Islam mempercayai ramalan kedatan...gan Nabi Muhammad SAW di dalam Kitab Taurat & Injil, bagaimana pula dengan kitab suci Umat Hindu? Mungkinkah kedatangan Nabi Muhammad SAW juga sudah diramalkan oleh kitab suci Umat Hindu? Itulah yang akan kita bahaskan di sini.

Di Antara Firman² Allah SWT Di Dalam AlQuran:

Dalam surah Asy-Syu’ara (26) ayat 196:
“Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar (tersebut) di dalam kitab-kitab orang² yang terdahulu”.
~Maka di dalam kitab² sebelum Al-Qur’an juga telah terdapat wahyu² daripada Tuhan (Allah SWT) sepertimana Taurat & Injil.

Dalam surah Fatir (35) ayat 24:
~ Dinyatakan bahawa tiada satu kaum pun pada masa dahulu yang berlalu tanpa diberikan seorang pemberi peringatan tentang perintah dan larangan Tuhan (Allah SWT).

Dalam surat Al-Ahzab (33) ayat 40:
~ Dinyatakan bahawa Nabi Muhammad SAW adalah merupakan Utusan Tuhan dan juga merupakan penutup kepada semua para nabi (Utusan Terakhir)

Dalam surat Al-Anbiya (21) ayat 107:
~ Dinyatakan bahawa Nabi Muhammad SAW tidaklah diutuskan melainkan untuk membawa rahmat ke seluruh alam semesta.

Dalam surat Saba’ (34) ayat 28:
~ Dinyatakan bahawa Tuhan telah mengutuskan Nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia sebagai pembawa khabar gembira dan peringatan tentang dosa, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Juga yang terdapat di dalam hadis Bukhari vol 1. Di dalam kitab Solat bab 56, hadis no.429, yang bermaksud Nabi Muhammad telah bersabda:

“Kesemua rasul yang telah diutuskan sebelumku hanya dipertanggungjawabkan untuk umat/bangsanya sahaja tetapi aku telah diutuskan untuk kesemua umat manusia”.

Sekarang kita akan melihat pula ke dalam kitab suci agama Hindu. Terdapat banyak kitab di dalam ajaran Hindu yang diakui sebagai kitab suci mereka. Daripada kesemua kitab tersebut, kitab yang dianggap paling suci sekali adalah kitab yang bernama Kitab Veda (Weda). Apabila di antara kitab² tersebut terdapat percanggahan pendapat berkaitan sesuatu isu, maka pendapat yang harus menjadi rujukan utama pada ajaran Hindu adalah Kitab Veda (Weda) yang juga masih terbahagi lagi kepada beberapa jenis kitab. Kitab² lain selain Kitab Veda (Weda) adalah seperti Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas dan lain-lain.

Ayat² Ramalan Kedatangan Nabi Muhammad SAW Di Dalam Kitab² Agama Hindu

Disebutkan di dalam Bhavisa Purana –> dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27:

“Aryadarma akan datang ke muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia. Aku telah diutuskan oleh Isyparmatma. Dan para pengikut aku adalah orang² yang berada di dalam lingkungan itu, yang kepalanya tidak dikucirkan (tidak ditocangkan). Mereka akan memelihara janggut dan akan mendengar wahyu. Mereka akan mendengar panggilan solat (azan). Mereka akan memakan apa sahaja kecuali daging babi. Mereka tidak akan disucikan dengan tanaman semak²/umbi-umbian tetapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”

Jikalau anda membaca tulisan di atas dengan baik, maka anda akan mendapati bahawa kesemua ciri² daripada pengikut 'agama kebenaran' yang disebutkan di atas adalah ciri² yang umumnya terdapat pada umat Islam (muslim).

Di dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14:
~ Dinyatakan pula tentang Kuntupsuktas yang telah mengisyaratkan bahawa Nabi Muhammad SAW akan terungkap dikemudiannya.

Mantra 1 mengatakan:
Beliau akan digelarkan sebagai Narasangsa. “Nars” membawa maksud orang, “sangsa” membawa maksud “yang terpuji”. Maka Narasangsa bermaksud "orang yang terpuji". Istilah “Muhammad” di dalam bahasa arab juga membawa bermaksud "orang yang terpuji". Maka istilah Narasangsa di dalam bahasa Sansekerta adalah sangat mirip dengan istilah Muhammad di dalam bahasa arab yang juga membawa maksud "orang yang terpuji". Oleh yang demikian, ini telah memberikan sebuah gambaran bahawa kemungkinan besar Narasangsa juga adalah tokoh yang sama dengan seorang manusia hebat di Tanah Arab iaitu Nabi Muhammad SAW. Dan berdasarkan kajian ini, sememangnya Narasangsa itu adalah Nabi Muhammad SAW.

Beliau akan dipanggil sebagai “Kaurama" yang boleh membawa maksud pangeran kedamaian, dan juga boleh memberi maksud orang yang berpindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yang telah berhijrah dari Makkah ke Madinah. Beliau akan dilindungi daripada musuh yang akan dikalahkannya yang kesemua musuhnya itu berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah bersamaan dengan jumlah penduduk Makkah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup iaitu sekitar 60.000 orang.

Mantra 2 mengatakan:
Beliau adalah orang suci yang menaiki unta. Ini membawa maksud beliau bukanlah seorang bangsawan India kerana dinyatakan di dalam Mansuriti (11):202 bahawa Brahma tidak menaiki unta ataupun keldai. Maka tokoh ini jelas bukanlah daripada golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu) tetapi beliau adalah orang yang asing daripada bangsawan India.

Mantra 3 mengatakan:
Beliau adalah “Mama Rishi” atau "orang suci yang agung". Ini bersepadanan dengan nabi agung umat Islam iaitu Nabi Muhammad SAW.

Mantra 4 mengatakan:
Beliau adalah Washwereda (Rebb) iaitu "orang yang terpuji". Nabi Muhammad SAW juga telah dipanggil dengan nama Ahmad yang membawa maksud “orang yang terpuji” yang seandainya diterjemahkan ke dalam bahasa Sansekerta, ia akan membawa makna Rebb (orang yag terpuji).

Dalam Beberapa Ramalan Lainnya :

Di dalam Atharvaveda book 20 hymn 21:6;
~ Dinyatakan bahawa di sana ia disebutkan dengan istilah;“akkaru" yang bermaksud “yang mendapat pujian”. Beliau akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada Perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad SAW telah mengalahkan musuh yang berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.

Di dalam Atharvaveda book 20 hymn 21:7;
~ Dinyatakan bahawa Abandu akan mengalahkan 20 orang ketua. Abandu juga membawa maksud seorang yatim atau seorang yang mendapat pujian. Sesungguhnya hal ini juga telah merujuk kepada Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan seorang anak yatim semenjak dilahirkan dan ditambah pula dengan maksud istilah Muhammad/Ahmad yang membawa maksud "terpuji", yang akan mengalahkan ketua² suku kaum daripada suku² kaum yang terdapat di sekitar Makkah yang kesemuanya berjumlah sekitar 20 suku kaum.

Di dalam Rigveda book 1 Hymn 53:9;
~ Nabi dipanggil dengan gelaran “Suslama” yang juga membawa maksud "orang yang terpuji" yang juga telah memberikan maksud yang seerti dengan kata nama "Muhammad" daripada bahasa arab iaitu "orang yang terpuji".

Di dalam Samaveda Agni Mantra 64;
~ Dinyatakan bahawa beliau tidak disusui oleh ibunya. Hal ini sama kisahnya dengan sirah (sejarah) hidup Nabi Muhammad SAW yang tidak disusui oleh ibunya tetapi sebaliknya telah disusui oleh seorang wanita yang bernama Halimatul Saadiah.

Di dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500:
~ Dinyatakan bahawa Ahmad akan dianugerahi dengan sebuah undang² abadi yang jelas merujuk kepada Nabi Muhammad SAW yang telah dianugerahi dengan sebuah kitab suci Al-Qur’an dengan segala undang² yang termaktub di dalam Al-Quran akan diguna pakai sehingga menjelangnya Hari Kiamat.

Namun disebabkan orang India yang berbahasa sansekerta tidak memahami istilah "Ahmad", maka mereka telah menterjemahkan “a” dan "mahdi” kepada maksud“saya sendiri” yang sekaligus telah mengubah maksud ayat tersebut menjadi “saya sendiri yang akan menerima undang² abadi”. Padahal seharusnya maksud ayat terbabit ialah “Muhammad sendiri yang akan dianugreahi undang² abadi”.

Nabi Muhammad SAW telah diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bahagian di dalam Kitab Veda (Weda). Nabi Muhammad SAW juga telah diramalkan tidak kurang daripada 16 tempat yang berbeza di dalam Kitab Veda (Weda) dengan istilah nama Narasangsa yang maksudnya adalah sama dengan maksud istilah nama Muhammad di dalam bahasa arab iaitu “yang terpuji”.

Kalky Avtar

Salah satu ramalan kedatangan Nabi Muhammad SAW yang sangat terkenal yang juga telah membuatkan seorang professor bahasa dari Universiti ALAHABAD India telah mengajak umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam adalah kerana terdapatnya sebuah ramalan penting di dalam kitab suci agama Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu daripada seorang Kalky Avtar (baca : autar). “av” membawa maksud "turun". “tar” membawa maksud "melewati". Maka maksud istilah "Avtar" adalah “diturunkan atau diutuskan untuk turun” . Sementara maksud Kalky Avtar adalah “Utusan Terakhir”.

Pundit Vaid Parkash iaitu seorang professor (yang menulis sebuah buku yang berjudul “Kalky Avtar”) secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiahnya telah mengajak kesemua para penganut agama Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW kerana menurutnya, Nabi Muhammad SAW adalah tokoh yang dinanti-nantikan sebagai tokoh pembaharuan spiritual di dalam agama Hindu selama ini.

Dinyatakan di dalam Nashpropesy, Nabi Muhammad SAW diramalkan kedatangannya dengan nama Kalky Avtar (Utusan terakhir) dan "Amtim Rishi". Sedangkan di dalam Kitab Puranas disebutkan tentang Kalky Avtar dan perihal kedatangannya.

Diantara ayat² yang menyebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW adalah:

Di dalam Baghavata Purana Khand 12 Adhyay 2 Shloka 18-20:
~Dinyatakan di dalam rumah Visnuyash akan dilahirkan Kalky Avtar yang diramalkan akan menjadi penguasa dunia yang sangat terkenal dengan sifat²nya yang baik & menonjol. Beliau akan diberikan tanda²nya. Beliau akan diberikan oleh malaikat sebuah kenderaan yang sangat pantas pergerakkannya. Beliau akan menaiki kuda putih sambil memegang pedang. Beliau akan mengalahkan orang² jahat dan beliau akan terkenal di seluruh pelusuk dunia.

Di dalam Baghavata Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25:
~ Dinyatakan akan datangnya seorang penyelamat di rumah Visnuyash

Di dalam Kalki Purana (2) : 4;
~ Dinyatakan bahawa di dalam rumah Visnuyash, pemimpin kampung Sambala akan lahirnya Kalki Avtar.

Di dalam Kalki Purana (2) : 5;
~ Dinyatakan bahawa beliau akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) untuk mengalahkan orang² jahat

Di dalam Kalki Purana (2) : 7;
~ Dinyatakan bahawa beliau akan dijaga oleh malaikat di medan perang

Di dalam Kalki Purana (2) : 11;
~ Dinyatakan bahawa di dalam rumah Visnuyash dan di dalam rumah Summati, Kalki Autar akan dilahirkan

Di dalam Kalki Purana (2) : 15;
~ Dinyatakan bahawa beliau akan dilahirkan pada tanggal 12 bulan pertama Madhop

Sesungguhnya kesemua ramalan yang disebutkan di atas tadi tiada lain melainkan merujuk kepada Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam. Penjelasannya adalah sepertimana di bawah:

Di dalam rumah Visnuyash telah membawa maksud di dalam "rumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan)" sedangkan ayah Nabi Muhammad SAW adalah bernama Abdullah yang bermaksud "pengikut Allah (pengikut Tuhan)". Orang Islam menyebut “Allah” sebagai Tuhan, sedangkan orang Hindu menyebut “Vishnu” sebagai Tuhan. Maka di dalam rumah Visnuyash adalah membawa maksud di dalam rumah Abdullah iaitu ayah Nabi Muhammad SAW.

Summati pula di dalam bahasa sansekerta bermaksud "orang yang sangat setia". Sedangkan ibu Nabi Muhammad SAW adalah bernama Aminah yang jika diterjermahkan daripada bahasa arabnya akan membawa bermaksud "orang yang setia".

Sambala di dalam bahasa arabnya adalah tempat yang aman & damai. Sementara Nabi Muhammad SAW telah dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” iaitu tempat yang aman & damai. Akan lahirnya di antara ketua² suku Sambala : bermaksud bahawa nabi akan dilahirkan di antara ketua² suku di Makkah.

Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad SAW telah dilahirkan pada tanggal 12 Rabiulawwal.

Sebagai Amtim Rishi (orang suci terakhir). Nabi Muhammad SAW adalah juga nabi terakhir daripada deretan nabi² yang dikirimkan Tuhan sepertimana yang tercatat di dalam QS. Al- Ahzab : 40.

Beliau akan memperolehi bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad SAW memperolehi wahyu pertamanya di Gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur bermaksud Gunung Cahaya kemudian akan kembali semula ke Makkah.

Beliau akan memiliki sifat² yang sangat mulia. Ia jelas sama sepertimana sifat² Nabi Muhammad SAW sebagimana yang telah terkadung di dalam QS. Al-Qalam : 14 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar seorang yang berbudi pekerti yang luhur”.

Kalki Avtar akan diberikan 8 kemampuan spiritual iaitu kebijaksanaan, punyai kendali diri (kemampuan mengawal hawa nafsu), keturunan yang dihormati, mempunyai pengetahuan tentang wahyu, seorang yang berani, perkataannya menumpukan pada kurikulum, sangat dermawan dan sangat ramah. Kesemua sifat² yang dinyatakan dimiliki oleh Kalki Avtar itu juga telah dibuktikan dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW.

Kalki Avtar juga akan diberikan sebuah kenderaan yang sangat pantas bergerak oleh Shiva. Nabi Muhammad SAW juga telah diberikan sebuah kenderaan yang bernama bouraq yang sangat pantas bergerak oleh Allah SWT yang telah membawa Nabi Muhammad SAW ke langit di dalam peristiwa Israj Dan Mikraj.

Beliau akan menaiki kuda putih dengan tangan kanannya sedang memegang pedang. Nabi Muhammad SAW juga telah mengambil bahagian didalam peperangan termasuk dengan menunggang kuda dan bertempur dengan memegang pedang melalui tangan kanannya.

Beliau akan menjadi penyelamat umat manusia. Di dalam QS. Faatir(35) ayat 24 dan QS. Saba(34) ayat 28 ada menyatakan bahawa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pembawa berita gembira & peringatan bagi seluruh umat manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Beliau akan menjadi pembimbing ke jalan yg benar. Nabi Muhammad SAW telah hidup pada zaman jahiliyah yang penuh dengan kegelapan dimana Nabi Muhammad SAW kembali membawa umatnya ke jalan yang terang benderang melalui agama Islam yang diperintahkan Tuhan (Allah SWT).

Beliau akan dibantu oleh 4 orang sahabat di dalam menyebarkan misinya. Sepertimana yang telah kita umat Islam ketahui, terdapat 4 orang khalifah yang diberikan gelaran Khulafa Ar-Rashidin yang juga merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW iaitu : Sayyidina Abubakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Beliau akan dibantu oleh malaikat di medan pertempuran. Di dalam perang Badr, Nabi Muhammad SAW telah dibantu oleh para malaikat Allah SWT sebagaimana yang dinyatakan di dalam QS. Ali Imran (3) ayat 123 & 125 :
“Jika kamu bersabar dan bertaqwa kemudian mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga nescaya Allah SWT akan menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda”.

Juga yang terdapat di dalam surah QS. Al-Anfal(8) ayat 9 yang berbunyi:
“…. sesungguhnya Aku akan mendatangkan bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

Subhanallah, ternyata setelah sekian banyak ayat tersebut (yang sebenarnya belum kesemuanya pun ditampilkan di dalam artikel ini) yang meramalkan kedatangan seorang nabi yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu yang begitu sepadan dengan gambaran kisah hidup Nabi Muhammad SAW iaitu nabi terakhir bagi umat Islam.

Mungkin ini juga merupakan pembuktian yang telah diberikan oleh Allah SWT bagi umat manusia termasuk bagi masyarakat India, Cina, Nasrani (Kristian), Yahudi dan lain² bagi menunjukkan bahawasanya Nabi Muhammad SAW adalah sememangnya telah diutuskan oleh Allah SWT untuk seluruh umat manusia di alam semesta ini.

Sumber: ceritasatumalam.blogspot.com/2010/09/muhammad-adalah-nabi-umat-hindu.html
dan

http://punditvaidprakash.wordpress.com/2011/01/12/kalki-the-final-messenger-awaited-by-hindus/
READ MORE - NAMA NABI MUHAMMAD SAW DI DALAM KITAB² AGAMA HINDU

Keajaiban Penciptaan Tenggorokan

Struktur tenggorokan adalah contoh dari sistem yang sempurna dalam tubuh manusia.

Dinding tenggorokan didukung oleh C-tulang rawan berbentuk cincin. Hal ini memungkinkan pergerakan ke arah yang berbeda.

Jika pipa saluran udara hanya terbuat dari daging, maka kelembutan yang dihasilkan akan menyebabkan penyumbatan konstan, yang akan membuat kita sulit untuk bernapas.

Jika terbuat dari sesuatu yang keras seperti tulang, maka gerakan kita sebagian besar akan terbatas.

Batang Tenggorokan Bukti Kuasa Allah
Namun struktur yang terdiri dari tulang rawan yang membentuk pipa saluran udara sangat cocok untuk semua jenis gerakan, dan selalu tetap terbuka karena fleksibilitasnya.

Ada lagi sistem yang sangat khusus tepat di pintu masuk ke batang tenggorokan. Sistem ini menyelamatkan hidup kita setiap kali kita memakan sesuatu. Bagaimana?

Kerongkongan dan batang tenggorok berdampingan di tenggorokan. Satu kemungkinan bahwa ketika memakan makanan akan terjebak dalam tenggorokan dan tercekik sendiri. Namun tidak demikian. Meskipun kita terus makan dan bernapas, makanan tidak pernah tersangkut dalam tenggorokan kita. Jadi apa yang melindungi kita ketika makan?

Ada lipatan kecil dari tulang rawan elastis yang disebut kelep lekum kanan di pintu masuk ke batang tenggorokan.

flap ini secara otomatis menutup pintu masuk ke tenggorokan saat menelan.

Selama ribuan makanan yang kita makan, dari masa bayi sampai saat ini, kita telah menelan puluhan ribu kali. Dan setiap kali flap kecil menutup jalan masuk ke tenggorokan kita di saat yang tepat. Meskipun kita tidak menyadari keberadaannya dan tidak mampu mengendalikan hal itu ,flap kecil telah menyelamatkan hidup kita dengan menutup pintu masuk ke tenggorokan Anda pada saat yang tepat.

Dengan tidak adanya sistem itu, seorang manusia akan tercekik saat pertama ia menggigit makanan. Ini adalah satu lagi bukti bahwa Allah menciptakan semua fitur yang dimiliki oleh manusia.

#Sumber
HarunYahya.com
READ MORE - Keajaiban Penciptaan Tenggorokan